Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando menyoroti pernyataan Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menyebutkan bahwa kerugian Formula E 2023 mencapai ratusan miliar rupiah.
Hal ini ditanggapi Ade Armando dalam akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Ade Armando menyinggung bahwa PKS yang menurutnya baru sadar saat ini.
Pegiat media sosial itu pun menegaskan bahwa Formula E itu ialah proyek yang menghambur-hamburkan uang.
"Kenapa PKS baru sadar sekarang. Ini memang proyek buang duit, Bro! Dari awal! Kita harus bayar Rp635M commitment fee. Setiap tahun makin bengkak kerugiannya." ujar Ade Armando dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @adearmando61, Jumat (28/7).
Leboh lanjut, Ade Armando pun menyindir PKS yang bukan dari dahulu menyadarinya.
"Tahun-tahun kemarin PKS kemana aja?," tandasnya.
Sementara itu, diketahui bahwa Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Suhud Alynudin, mengatakan gelaran Formula E merugi hingga ratusan miliar. Itu karena, pengeluaran ajang tersebut mencapai Rp129 miliar sementara pendapatannya hanya sekitar Rp25 miliar.
Adapun pernyataan Suhut Alynudin itu disampaikannya pada saat mengikuti rapat evaluasi Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (P2APBD) tahun 2022 di Komisi B DPRD DKI Jakarta pada Rabu (26/7).
"Terkait Formula E. Dari info yang saya dapat, Formula E sampai rugi. Total pengeluarannya itu, Capex-Opex-nya sekitar Rp 129 miliar kalau nggak salah. Mohon koreksi kalau salah. Total pendapatannya cuma Rp 25 (miliar). Rugi sekian ratus miliar," kata Suhud dikutip Kamis (27/7/2023), dikutip dari Kumparan.
Suhud menuntut penjelasan soal kerugian tersebut karena penyelenggaraan Formula E 2023 didukung banyak pihak seperti BUMN.
Menanggapi pernyataan tersebut, Dirut PT Jakpro, Iwan Takwin mengatakan ajang Formula E masih diaudit.
"Terkait Formula E sedang dilakukan proses audit," ujar Iwan.