Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ferdinand Hutahaean kembali buka suara terkait dengan sikap politik yang dimiliki oleh Budiman Sudjatmiko.
Kali ini dirinya menyoroti alasan politikus tersebut tak mendukung sosok dari Ganjar Pranowo. Alasan tersebut adalah soal pemikiran strategic. Budiman menilai jagoan partainya saat ini kurang menampakkan hal tersebut sebagai modal dalam pesta demokrasi.
Ferdinand yang mendengar hal tersebut tidaklah terima dan balik mengkritik soal pemikiran strategic yang dimiliki oleh Budiman. Caranya lewat mengungkit nasib dari Bukit Algoritma.
Ia menilai bahwa gagasan terkait proyek ambisius tersebut tak lebih dari sekedar angan-angan yang tak bisa dicapai oleh sesama kader partai wong cilik tersebut.
"Pemikiran Bukit Algoritma adalah sebuah gagasan yg ketinggian dari Budiman Sudjatmiko," ungkapnya seperti yang dikutip dari @ferdinand_mpu pada Selasa (22/8).
Proyek tersebut sendiri tak jelas hasilnya sampai kini, belum ada kabar terkait dengan siapa yang akan menggunakan tempat tersebut hingga kapan akan mulai beroperasi. Namun Budiman sendiri pernah mengatakan bahwa tahun depan merupakan target penggunaan Bukit Algoritman.
"Tak tampak hasilnya sama sekali kecuali menyisakan kisah tak enak...," komentar terkait hal tersebut dari Ferdinand.