Dharma Pongrekun Soal Virus Nipah: Setiap Wabah Baru Selalu Datang dengan Kepentingan

Bangun Santoso | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 09 Februari 2026 | 23:22 WIB
Dharma Pongrekun Soal Virus Nipah: Setiap Wabah Baru Selalu Datang dengan Kepentingan
Dharma Pongrekun saat menyampaikan visi misi nya saat debat ketiga Pilkada Jakarta 2024 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/11/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Purnawirawan Polri Dharma Pongrekun mengkritik narasi global wabah, menyoroti kepentingan di balik penamaan virus baru.
  • Dharma melihat pola berulang di mana virus baru diumumkan secara global dengan narasi seragam yang menuntut kepatuhan.
  • Ia menekankan bahwa narasi wabah kerap membangun kepatuhan berbasis ketakutan, bukan kewaspadaan ilmiah sejati.

Suara.com - Purnawirawan Polri Dharma Pongrekun kembali menyatakan pandangan kritisnya terhadap pola narasi global terkait wabah penyakit.

Sebelumnya, ia dikenal publik lantaran pernyataan kontroversialnya mengenai infeksi Covid-19 yang ia sebut permainan elit global. Paparan Serupa ia lontarkan terhadap virus nipah yang saat ini juga melanda sejumlah negara.

Menurut Dharma, setiap kemunculan virus baru perlu ditelaah secara mendalam, bukan hanya dari sisi biologis, tetapi juga dari sisi kekuasaan dan kepentingan yang menyertainya.

Ia menyoroti pola berulang dalam cara dunia diperkenalkan pada ancaman virus baru.

“Setiap kali dunia diumumkan ‘virus baru’, saya tidak lagi bertanya seberapa berbahaya virusnya, tapi siapa yang menamainya, atas perintah siapa, dan untuk kepentingan apa,” ujar Dharma kepada suara.com dihubungi Senin (9/2/2026).

Ia mempertanyakan proses yang membuat sebuah fenomena biologis berubah menjadi peristiwa politik dan ekonomi berskala global.

Dalam pandangannya, publik dan media jarang diajak untuk mengajukan pertanyaan mendasar terkait hal tersebut.

Selain itu, Dharma juga melihat bahwa dalam rentang dua hingga tiga dekade terakhir, pola serupa terus berulang dengan nama virus yang berbeda.

Menurutnya, pola yang terjadi selalu adanya nama virus baru yang diumumkan secara global dengan narasi seragam dan publik diminta untuk patuh.

Ia menyebutkan kalau pola itu terus berulang terhada sejumlah wabah yang silih berganti menghilang tanpa pertanggungjawaban yang tuntas.

“Super flu hilang, flu burung sunyi, flu babi lenyap, SARS selesai, MERS mengendap, Covid-19 dikubur pertanyaannya, sekarang Nipah,” tuturnya.

Dharma menekankan perbedaan antara urusan biologi dan urusan politik dalam konteks wabah. Menurutnya, yang kerap dibangun bukan kewaspadaan berbasis pengetahuan, melainkan kepatuhan berbasis ketakutan.

“Kalau ancamannya selalu luar biasa, kenapa yang luar biasa justru narasinya, bukan faktanya? Karena yang diproduksi bukan kewaspadaan, tapi kepatuhan,” tegasnya.

Dalam pernyataannya, Dharma juga mengajak publik untuk mengubah cara berpikir dalam menyikapi isu virus dengan revolusi cara berpikir, mulai dari menolak kepatuhan otomatis terhadap istilah “virus” hingga pentingnya mempertanyakan pihak yang diuntungkan dari narasi ketakutan tersebut.

Dharma menegaskan bahwa kritik tidak boleh disamakan dengan penolakan terhadap sains. Ia menyatakan dukungannya terhadap sains, namun menolak kepanikan yang menurutnya dikemas sebagai kebenaran ilmiah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Virus Nipah (NiV): Bahaya Buah Terkontaminasi dan Cara Mencegah Infeksinya

Mengenal Virus Nipah (NiV): Bahaya Buah Terkontaminasi dan Cara Mencegah Infeksinya

Your Say | Selasa, 03 Februari 2026 | 19:10 WIB

Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan

Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan

News | Senin, 02 Februari 2026 | 20:47 WIB

Waspada Virus Nipah Mengintai! Kemenkes Ingatkan Jangan Konsumsi Nira Aren Segar dari Pohon

Waspada Virus Nipah Mengintai! Kemenkes Ingatkan Jangan Konsumsi Nira Aren Segar dari Pohon

News | Minggu, 01 Februari 2026 | 16:58 WIB

Mengalami Peningkatan, Begini Cara Melindungi Diri dari Virus Nipah

Mengalami Peningkatan, Begini Cara Melindungi Diri dari Virus Nipah

Lifestyle | Kamis, 29 Januari 2026 | 07:17 WIB

Indonesia Diminta Tiru Thailand Dalam Antisipasi Virus Nipah

Indonesia Diminta Tiru Thailand Dalam Antisipasi Virus Nipah

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 10:24 WIB

Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya

Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya

Health | Rabu, 28 Januari 2026 | 07:47 WIB

Apakah Virus Nipah Bisa Sembuh? Ini Penjelasan Medisnya

Apakah Virus Nipah Bisa Sembuh? Ini Penjelasan Medisnya

Lifestyle | Selasa, 27 Januari 2026 | 14:25 WIB

Terkini

WFH 1 Hari Sepekan, Ojol Terbelah: Driver Jakarta Cemas Pendapatan Turun, Depok Santai

WFH 1 Hari Sepekan, Ojol Terbelah: Driver Jakarta Cemas Pendapatan Turun, Depok Santai

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:27 WIB

15 Butir Rencana Damai Trump: Apa Saja Isinya dan Mengapa Iran Menolak?

15 Butir Rencana Damai Trump: Apa Saja Isinya dan Mengapa Iran Menolak?

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:26 WIB

Gugat Meta dan YouTube soal Kecanduan Medsos, Perempuan Ini Tuntut Rp100 M

Gugat Meta dan YouTube soal Kecanduan Medsos, Perempuan Ini Tuntut Rp100 M

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:23 WIB

5 Aksi Dasco Jadi Jangkar Legislasi hingga Persatuan Nasional di Bulan Maret 2026

5 Aksi Dasco Jadi Jangkar Legislasi hingga Persatuan Nasional di Bulan Maret 2026

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:20 WIB

Santunan Kecelakan Lebaran Tembus Rp11 Miliar, Pemotor Jadi Korban Terbanyak!

Santunan Kecelakan Lebaran Tembus Rp11 Miliar, Pemotor Jadi Korban Terbanyak!

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:14 WIB

Bayang-bayang Perang Timur Tengah Ancam Harga BBM, Ojol Ketar-ketir

Bayang-bayang Perang Timur Tengah Ancam Harga BBM, Ojol Ketar-ketir

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:11 WIB

Beredar Surat Panggilan Palsu, KPK Minta Masyarakat Waspada Penipuan

Beredar Surat Panggilan Palsu, KPK Minta Masyarakat Waspada Penipuan

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 12:57 WIB

DPRD Minta Pemprov DKI Kendalikan Lonjakan Pendatang Usai Lebaran

DPRD Minta Pemprov DKI Kendalikan Lonjakan Pendatang Usai Lebaran

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 12:13 WIB

Fluktuasi Kurs Rupiah, Harga Pangan Lokal Makin Tercekik Biaya Produksi

Fluktuasi Kurs Rupiah, Harga Pangan Lokal Makin Tercekik Biaya Produksi

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 12:06 WIB

Respons Isu di Media Sosial, Pemprov DKI Jakarta Pastikan Penggunaan Kendaraan Dinas Sesuai Aturan

Respons Isu di Media Sosial, Pemprov DKI Jakarta Pastikan Penggunaan Kendaraan Dinas Sesuai Aturan

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 11:46 WIB