Kualitas udara di wilayah Jakarta yang buruk menjadi perbincangan hangat di publik beberapa waktu terakhir. Menanggapi itu, Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengungkapkan masalah polusi bukan hanya terjadi di Jakarta, melainkan juga di lingkup global.
“Masalah polusi udara merupakan masalah klasik yang terus dihadapi kota-kota besar di dunia, termasuk Jakarta,”Kata Rerie sapaan akrabnya dalam Forum Diskusi Denpasar 12 Edisi ke-158, kemarin. Berdasarkan pemantauan Air Quality Index (AQI), Jakarta menduduki posisi pertama sebagai kota dengan udara terkotor di dunia pada angka 156, pada Kamis (10/8/2023).
"Situs pemantau beberapa minggu juga menunjukkan kualitas udara makin bertambah buruk. Akibatnya, gangguan kesehatan sudah mulai terjadi," imbuh Rerie. Ia mengatakan masalah pencemaran udara merupakan tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat. Pelibatan publik diperlukan agar kebijakan strategis yang dicanangkan dapat terlaksana dengan baik dan berdampak luas.
"Masalah pencemaran udara bukan tugas pemerintah saja, tapi menjadi tugas kita semua. Dalam hal ini bagaimana pelibatan publik, masyarakat untuk bisa secara aktif bersama-sama mengatasi masalah yang ada," tegasnya.