liberte

Nyenggol Konstitusi, Rezim Jokowi Diminta Mundur Soal Wacana Larangan Naik Haji Lebih dari Satu Kali

Suara Liberte Suara.Com
Selasa, 29 Agustus 2023 | 05:00 WIB
Nyenggol Konstitusi, Rezim Jokowi Diminta Mundur Soal Wacana Larangan Naik Haji Lebih dari Satu Kali
haji (SuaraSulsel.id/Humas Kemenag Sulsel)

Penggiat Media Sosial, Ferry Koto menyoroti kehadiran wacana pembatasan haji menjadi satu kali seumur hidup yang diwacanakan oleh pemerintahan dari Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Dirinya secara terbuka menyatakan ketidaksetujuannya terkait rencana tersebut karena dapat melanggar hak asasi manusia bahkan konstitusi.

Ferry mengingatkan pemerintah bahwa ada hak masyarakat untuk berkeyakinan sesuai yang dipercayai masing-masing termasuk soal haji dimana ada yang percaya cukup satu kali maupun berkali-kali, pemerintah harus menghormati hal itu karena hak ini dijamin oleh konstitusi.

"Ndak perlu jg membatasi haji, malah melanggar hak asasi. Ada yg punya keyakinan haji berkali-kali, ada yg cukup sekali. Konstitusi menjamin keyakinan itu," ungkapnya melalui akun @ferrykoto seperti yang dilansir pada Selasa (29/8).

Sebagai gantinya, ia menyarankan pemerintah mengalihkan wacana ini kepada keharusan mereka untuk melayani peserta haji dari Indonesia. Menurutnya pemerintah hanya perlu melayani peserta haji bagi mereka yang melakukan hal tersebut pertama kali dalam hidupnya.

"Yg perlu dibatasi itu pelayanan pemerintah. BPKH dan layanan negara cukup sekali u/ tiap org. Kedua & seterusnya mandiri," tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan kajian khusus sedang disiapkan terkait wacana larangan ibadah haji lebih dari satu kali. Hal ini terjadi setelah wacana tersebut direspon positif oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Ini terkait dengan dampak positif yang bisa dihasilkan oleh pembatasan ini. Ia juga menegaskan para ulama hanya mewajibkan ibadah haji sebanyak satu kali saja. Menurutnya, ibadah haji lebih dari satu kali dapat menimbulkan dilema.

"Yang jelas kalau itu (haji tidak lebih dari satu kali) bisa dilakukan, akan perpendek antrian. Kemudian juga dapat memberikan kesempatan bagi mereka yang belum (haji). Jadi bisa sunnah, tapi akan mengambil hak orang lain yang belum pergi haji yang lebih wajib. Maka ya sebetulnya harus mendahulukan yang wajib daripada yang sunnah," tuturnya.

Baca Juga: Sosok Erick Thohir Dianggap Punya Daya Pikat Tarik PPP Dukung Prabowo di Pilpres 2024

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI