Levana Sani, CEO NalaGenetik yang merupakan salah satu perusahaan tempat tes DNA di Indonesia ikut berkomentar soal keputusan Verny Hasan meminta tes DNA ulang pada Denny Sumargo.
Sebagai seorang profesional, Levana mengungkap bahwa keputusan Verny Hasan itu tidaklah salah. Walau hasil tes DNA sebenarnya memiliki tingkat akurat yang tinggi, tapi hal itu bukan berarti bahwa hasilnya tidak mungkin keliru.
"Kalau tes lab itu selalu ada tingkat akurasi, kalau di dunia klinis itu (hasilnya) pasti harus diusahakan tingkat keakuratannya 99% atau di atasnya. Jadi kalau kemungkinan salah itu pasti bisa," ungkapnya, dikutip dari YouTube Grace Tahir pada Jumat (15/9/2023).
Oleh karena itu, tak masalah jika melakukan tes untuk kedua kalinya apabila memang ingin memastikan lagi kebenarannya.
"Kalau kasus tes Denny Sumargo itu bisa jadi hasilnya salah gitu ya? Maksudnya bagi DJ Vernynya itu fair ya kalau mengajukan ulang yang kedua kali dengan lab berbeda," tanya sang pembaca acara.
Menanggapi hal itu, Levana menyebut bahwa hasil tes DNA bisa saja berbeda jika dilakukan di lab yang berbeda.
"Kalau dengan lab berbeda itu mungkin ya. Proses tes DNA itu kan banyak prosesnya dari handling, proses tesnya, hingga quality check-nya dan berbagai lab itu memiliki kualitas yang berbeda jadi fair, itu boleh," paparnya.
Terkait hal itu, Verny Hasan pun saat ini diketahui memang sudah menyiapkan 2 rumah sakit di Singapura sebagai tempat tes DNA ulang. Pemilihan lokasi itu berbeda dengan tes pertama yang dilangsungkan di RSCM Jakarta.
Sebagai pengingat, pada tahun 2019 lalu Denny Sumargo melakukan tes DNA. Hasilnya menunjukkan bahwa ia bukanlah ayah dari anak Verny Hasan.
Baca Juga: Ngaku Kena Santet, Ibu TikTokers Lala Sampai Minta Cerai ke Suami: Aku Memusuhi Semua Orang