Dokter Djaja Surya menjadi dokter forensik yang ditugaskan untuk memeriksa tubuh Mirna Salihin yang tewas akibat kopi sianida pada 2016 lalu. Pada waktu itu, ia pun seolah berpihak pada Jessica Wongso dan menyebut kematian Mirna disebabkan karena maag kronis.
Alhasil, Dokter Djaja Surya mengaku mendapat banyak ancaman saat itu. Ia bahkan sudah sempat diminta berhenti untuk menangani kasus tersebut oleh pihak keluarganya.
"Saya tuh pengalamannya bukan sekali bu, berkali-kali saya dapatin kondisi kayak begitu (dapat ancaman). Saya ngomong begitu yang stress tuh keluarga saya, kadang-kadang ada ancaman bu, dan kadang-kadang ngerembet ke keluarga," katanya, dikutip dari YouTube Feni Rose Official pada Rabu (11/10/2023).
"Kadang-kadang istri saya juga ngeluh 'ngapain sih kamu nangani kasus itu' anak saya bilang 'papa haters-nya banyak' terus saya bilang begini 'whatever, saya udah pilih profesi ya, saya harus bertanggung jawab',” tambahnya.
Kendati begitu, Dokter Djaja memang berusaha bertahan. Ia menyebut bahwa dirinya tidak mungkin berdiam diri atau bahkan memilih bohong.
"Cuma pertanggung jawaban saya cuma sama Tuhan, karena saya bilang gini, saya tidak mungkin bohong, dokter itu punya sumpah saya hanya ngomong berdasarkan sumpah dokter, yang ke-2 kalau saya bersaksi di pengadilan saya bersaksi atas nama kitab suci," bebernya.
Menariknya, setelah 7 tahun kasus itu dinyatakan berakhir Dokter Djaja akhirnya kini bisa bernapas lega. Hal itu lantaran saat ini banyak masyarakat yang mulai memberi dukungan pada Jessica Wongso dan menduga ada kejanggalan pada kematian Mirna Salihin. Hal itu terjadi sejak penayangan film dokumenter Ice Cold di Netflix.
"Kata anak saya, sekarang haters nggak ada. Dulu semua orang bilang Jessica salah. Tapi setelah nonton itu mereka jadi meragukan, yang tadinya haters saya, jadi nggak ada," tuturnya.
Baca Juga: Bantah Kerja Sama dengan Edi Darmawan, Jaksa Ngaku Pernah Tolak Bukti Video dari Ayah Mirna Salihin