Kilau Mutiara yang Tak Pernah Pudar Pesonanya

Esti Utami Suara.Com
Kamis, 28 Agustus 2014 | 19:50 WIB
Kilau Mutiara yang Tak Pernah Pudar Pesonanya
Ilustrasi perhiasan dari mutiara (shutterstock)

Suara.com - Mutiara hingga saat ini masih menjadi salah satu aksesoris mewah yang menjadi favorit para perempuan. Bentuknya yang klasik dan kilaunya yang tak pernah pudar membuat perempuan suka.

Itu juga yang terlihat pada event Indonesian Pearl Festival 2014, yang berlangsung hingga Jumat 29 Agustus 2014 di Jakarta Convention Center (JCC). Pembeli memborong berbagai perhiasan dari mutiara dipamerkan dalam kesempatan ini, baik kalung, gelang maupun giwang.

Menurut Helene Sofia Winardi, pemilik stand Filadelvia Mutiara, yang ikut dalam pameran ini, mutiara terbaik biasanya didapatkan dari Ambon.

"Ambon memang sudah lama dikenal sebagai penghasil mutiara terbaik di dunia. Laut Ambon juga belum tercemar, sehingga dapat menghasilkan mutiara yang cemerlang," jelas Helen.

Selain Ambon, kerang mutiara juga banyak dibudidayakan di perairan Lombok (NTB) atau Samarinda (Kalimantan Timur). Sedangkan dari luar dikenal ada mutiara hitam asal  Tahiti.

Harga mutiara, menurut Helen, sangat beragam. Ada yang dijual dengan harga Rp50 ribu per gram, tetapi untuk mutiara kualitas terbaik harganya bisa mencapai Rp5 juta per gram. Sedangkan mutiara yang sudah dirangkai menjadi perhiasan, biasa dijual dari Rp. 400.000 hingga ratusan juta rupiah.

"Harga tergantung dengan kualitas mutiaranya. Biasanya dilihat dari ukuran, warna, kilau dan cacat atau tidaknya mutiara," jelas Helen.

Helen menambahkan, berdasarkan warnanya  mutiara bisa dibedakan menjadi tiga macam  yakni putih yang biasa disebut pink, kuning yang biasa disebut gold dan hitam yang biasa disebut peacock.

"Kalau warna tidak mempengaruhi harga. Tergantung selera masing-masing," kata Helen.

Sedangkan menurut bentuk, dikenal ada mutiara bulat, semi bulat, dan baroque yang berarti ketidaksempurnaan. Biasanya, mutiara baroque adalah mutiara yang bentuknya tidak sempurna sehingga harganya lebih rendah dibanding mutiara jenis lainnya.

"Saya biasanya cari mutiara untuk hadiah. Tapi di rumah juga punya beberapa koleksi. Senang melihat mutiara, apalagi kalung klasiknya," ujar Heni salah satu pengunjung.

Jika Anda ingin menjual mutiara yang Anda telah beli, kata Helen, sebaiknya belilah mutiara yang belum dibor atau diikat menjadi perhiasan.

"Mutiara yang sudah dibor sudah tidak laku lagi kalau dijual. Tapi kalo masih berbentuk mutiara asli, masih bisa dijual," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI