Atasi Seks Pranikah, Edukasi Perlu Dilakukan Sejak SMP

Arsito Hidayatullah, Firsta Nodia

Selasa, 10 Februari 2015 | 21:14 WIB
Atasi Seks Pranikah, Edukasi Perlu Dilakukan Sejak SMP
Ilustrasi pendidikan seks. [Shutterstock]

Suara.com - Hubungan seks di luar nikah kini diketahui sudah banyak dilakukan para remaja Indonesia. Mengutip Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010, seks pranikah berisiko dilakukan anak-anak atau remaja usia 10-24 tahun. Padahal, seks pranikah bisa menyebabkan masalah kesehatan pada sistem reproduksi remaja yang belum matang, selain menimbulkan kesan negatif di masyarakat.

Menurut Direktur Bina Ketahanan Remaja Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Temazaro Zega, edukasi soal seks sejatinya dilakukan sejak dini. Melihat kecenderungan kasus hubungan seks di luar nikah yang terjadi di usia 10 tahun, BKKBN pun menurutnya, kini menekankan pentingnya edukasi seks terhadap pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Kita lihat datanya, bahwa kecenderungan anak melakukan hubungan seks itu sejak usia 10 tahun, bisa karena faktor adat, keluarga, atau seks di luar nikah. Oleh karena itu, kemarin Menteri PMK mengimbau agar edukasi seks dilakukan juga pada anak-anak SMP. Bukan mengajarkan remaja berhubungan seks, tapi supaya mereka terhindar dari perilaku berisiko," ujar Zega, saat acara temu media di Gedung BKKBN, Jakarta, Selasa (10/2/2015).

Untuk mencapai peningkatan pemahaman pada remaja terhadap perilaku hubungan seks, BKKBN menurut Zega lagi, telah mencanangkan program GENRE. Melalui program ini menurutnya, diharapkan remaja dapat membiasakan diri melakukan pola hidup sehat, menghindari narkoba, juga hubungan seks di luar nikah, mencegah penularan HIV/AIDS, serta memilih menikah di usia yang sudah matang.

"Remaja didorong untuk mendewasakan usia pernikahan. Supaya mereka nikah pada usia lebih matang, sehingga mereka memperoleh pendidikan yang maksimal dahulu," imbuhnya.

Sesuai program BKKBN, usia ideal menikah untuk perempuan minimal adalah di usia 21 tahun, sementara laki-laki minimal di usia 25 tahun. Para remaja diharapkan dapat menyelesaikan pendidikannya dahulu, kemudian bekerja, sebelum siap untuk berumah tangga. Jika sudah terlanjur menikah di bawah usia ideal tersebut, Zega menyarankan untuk menunda kehamilan demi kesehatan janin dan sang ibunda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bahayanya Bila Remaja Melakukan Seks

Bahayanya Bila Remaja Melakukan Seks

Lifestyle | Minggu, 08 Februari 2015 | 15:49 WIB

Pentingnya Pendidikan Seks Sejak Dini

Pentingnya Pendidikan Seks Sejak Dini

Lifestyle | Sabtu, 09 Agustus 2014 | 02:18 WIB

Jangan Sungkan Membahas Seks dengan Anak-anak

Jangan Sungkan Membahas Seks dengan Anak-anak

Lifestyle | Jum'at, 11 April 2014 | 09:19 WIB

Menghadapi Pubertas Dini pada Anak

Menghadapi Pubertas Dini pada Anak

Lifestyle | Kamis, 06 Maret 2014 | 08:04 WIB

Terkini

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Jawa Tengah | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:43 WIB

Kasus Dugaan Korupsi Kupedes Rp1,24 Miliar Segera Masuk Pengadilan Tipikor Surabaya

Kasus Dugaan Korupsi Kupedes Rp1,24 Miliar Segera Masuk Pengadilan Tipikor Surabaya

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:36 WIB

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp8,3 Juta, Diambil dari APBN

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp8,3 Juta, Diambil dari APBN

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:34 WIB

×