Yuk, Belajar Bikin gerabah di Sini

Esti Utami

Rabu, 17 Juni 2015 | 11:48 WIB
Yuk, Belajar Bikin gerabah di Sini
Ilustrasi (shutterstock)

Suara.com - Kini wisata gerabah tak hanya di Kasongan, Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Karena Desa Melikan, Kecamatan Wedi, yang menjadi sentra industri gerabah terbesar di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kini dikembangkan menjadi desa wisata berbasis industri lokal.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof Sulistyo Saputro,M.Si, Ph.D, mengatakan hal itu saat mengunjungi desa binaanya tersebut, Rabu (17/6/2015).

Dikatakan, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis Melikan) memiliki sebanyak 261 perajin potensial dan laboratorium keramik dan galeri keramik bantuan dari Pemerintah Jepang sebagai lokasi untuk pengembangan pembakaran dengan suhu rendah dan suhu tinggi.

Sulistyo mengatakan, selain itu desa Melikan juga memiliki kelompok kesenian gending laras madya, berdekatan dengan lokasi makan Sunan Pandanaran, dan memiliki 13 bengkel kerja gerabah. Lokasi Desa Melikan, juga cukup strategis karena berada di jalur wisata sisi Selatan Kabupaten Klaten.

Pengembangan obyek dan atraksi telah dilakukan pelatihan finising pembuatan gerabah dengan 'teknik gloosy' yang diselenggarakan pada tanggal 23 Agustus 2014. Kegiatan pelatihan diikuti oleh 20 peserta pengrajin yang masuk menjadi pengurus pokdarwis. Pada kegiatan pelatihan tersebut, sekaligus diserahkan perlengkapan dan peralatan bagi keberlangsungan teknik finishing gloosy di Kampung Melikan.

Koordinator Desa Wisata Grabah Melikan Sumilih mengatakan, semenjak ada bantuan dari UNS kini industri grabah dan kunjungan wisatawan kedesa Melikan ini juga berkembang dengan baik.

Ia mengatakan sampai awal bulan Juni 2015 ada tidak kurang dari 500 orang wisatawan telah datang ke tempat obyek wisata ini. Mereka itu berasal dari berbagai daerah dan kedatanganya utamanya untuk melihat dan belajar membuat gerabah.

Wisatawan yang datang ke Desa Melikan selain bisa belajar membuat gerabah, juga akan dihibur dengan berbagai atrakksi kesenian tradisional diantaranya Wayang Dongeng, dan bisa menelusuri kampung ini untuk menyaksikan pembuatan grabah secara langsung.

"Gerabah di sini sebagian besar berupa peralatan rumah tangga, seperti kwali, kendi dan lain-lain, tetapi sekarang juga sudah mulai dengan pembuatan pot buang dan lain-lain yang semuanya menggunakan bahan baku tanah liat, kata Nowita Wahyuningsih Dosen Fakultas Seni Rupadan Desai UNS yang membimbing perajin gerabah di Melikan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dapat Bantuan dari BRI, Pelaku UMKM di Kampung Gerabah Makin Produktif dan Berkembang

Dapat Bantuan dari BRI, Pelaku UMKM di Kampung Gerabah Makin Produktif dan Berkembang

Bisnis | Kamis, 23 November 2023 | 09:36 WIB

Kampung Gerabah yang Dapat Berkah dari BRI

Kampung Gerabah yang Dapat Berkah dari BRI

Bisnis | Selasa, 07 November 2023 | 20:35 WIB

Penemuan Artefak Zaman Dinasti Ming di Situs Dwarapala Malang

Penemuan Artefak Zaman Dinasti Ming di Situs Dwarapala Malang

Foto | Selasa, 05 Juli 2022 | 10:00 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×