Suara.com - Lelaki terkadang sulit dimengerti. Mereka merupakan golongan yang rumit untuk ditebak bahkan tak membiarkan orang lain mengetahui diri mereka sebenarnya. Ada beberapa mitos tentang lelaki yang ternyata tak selamanya benar. Apa saja?
1. Lelaki takut berkomitmen
Lelaki diharapkan selalu tegas terutama dalam hal komitmen. Nyatanya, banyak lelaki yang takut berkomitmen. Tapi bukan berarti mereka tak jatuh hati pada perempuan yang didekatinya. Mereka hanya takut cinta mereka akan bertepuk sebelah tangan. Tipsnya, tunjukkan bahwa Anda benar-benar mencintainya, agar rasa takut yang membayanginya sirna seketika.
2. Lelaki tak doyan basa-basi
Ini mungkin mitos yang santer terdengar. Berbeda dengan perempuan, lelaki lebih senang menjadi seorang pendengar dibanding pembicara. Mereka akan terbuka untuk mendengarkan Anda tanpa harus basa-basi dengan kondisi yang dihadapinya.
3. Lelaki hanya memikirkan seks
Siapa sih yang tak pernah mendengar mitos ini. Bahkan penelitian menyebut bahwa hormon testosteron yang dimiliki lelaki 20 kali lebih besar dibanding perempuan. Ditambah dengan hipotalamus besar , tidak mengherankan jika nafsu birahi lelaki lumayan besar. Tapi itu bukan berarti mereka tak bisa hidup sesaat tanpa memikirkan seks. Mereka juga menghargai emosi, keintiman, dan hubungan yang kuat terhadap kekasihnya. Mereka rindu untuk mendapatkan belahan jiwa dan menemukan cinta sejati.
4. Tak ada yang bisa mengubah lelaki
Ini mitos yang salah. Lelaki bisa mengubah diri mereka untuk Anda jika memang alasannya untuk hal yang positif. Di balik ketegasan yang dimiliki lelaki, mereka juga akan menerima kritik dan berubah menjadi lebih baik.
5. Lelaki hanya jatuh hati pada perempuan yang cantik
Lelaki mungkin sulit mengabaikan pandangannya pada perempuan cantik. Tapi bukan berarti penampilan menjadi segalanaya di mata mereka. Lelaki lebih menghargai perempuan yang mandiri, cerdas, baik terlepas dari penampilannya. Kesetiaan juga akan menjadi poin penting bagi lelaki saat mencari pasangan yang akan menghabiskan waktu bersamanya. (Magforwomen)