Cara Menghindarkan Anak dari Generasi "Home Service"

Esti Utami

Rabu, 07 Oktober 2015 | 08:12 WIB
Cara Menghindarkan Anak dari Generasi "Home Service"
Ilustrasi anak. (shutterstock)

Melindungi buah hati menjadinaluri semua ibu. Namun tak jarang langkah yang diambil justru membuat si anak menjadi generasi “Home service". Yakni generasi yang selalu minta dilayani.

Ini terjadi pada anak-anak yang hidupnya selalu dilayani oleh orangtuanya atau orang yang membantunya. Menurut psikolog Bertha Sekunda, hal ini terjadi sejak lahir generasi  sudah diurus baik oleh pembantu ataupun babysitter yang selama 24 jam siap di samping sang anak.

Dalam keseharian generasi Home service ini tak dilibatkan dalam kegiatannya. Semua pekerjaan rumah tangga dikerjakan orang lain. Saat si anak membuat kamarnya berantakan, asisten  langsung dipanggil untuk merapihkan kembali. Anak menumpahkan air di lantai, di lap sendiri oleh ibunya. Anak membuang sampah sembarangan, dibiarkan saja menunggu ART menyapu nanti.

"Dalam hal belajar saat anak sulit belajar, orangtua telpon guru les untuk privat di rumah. Bahkan ketika si anak melanggar hukum, seperti misalnya menabrak orang, orangtuanya turun tangan agar si anak tidak diperkarakan dan dipenjarakan," ujar Psikolog lulusan Fakultas Psikologi UGM ini.

Jadi selama ada orang tua, maka semua urusan anak menjadi masalah orang tuanya. Bertha mengingatkan, generasi seperti inilah yang nantinya akan melahirkan orang dewasa yang tidak bertanggungjawab.

"Badannya dewasa tapi pikirannya selalu anak-anak, karena tak pernah bisa memutuskan sesuatu yang terbaik buat dirinya," tegasnya.

Lalu bagaimana mencegah hal ini terjadi? Bertha memeberikan tipsnya: Ajaklah anak bermain pada tujuh tahun pertama, disiplinkanlah anak pada tujuh tahun kedua dan bersahabatlah pada anak usia tujuh tahun ketiga.
 
Jadi, jelasnya, anak umur 7 tahun ke bawah memang dididik sambil bermain. Berikan tanggungjawab pada mereka meski masih harus didampingi seperti misalnya mandi sendiri, membereskan mainan, makan sendiri, membuang sampah dan lain-lain.

Untuk anak usia 7-14 tahun mulailah mengajarkan disiplin. Misalnya menyuruhnya shalat tepat waktu, belajar berpuasa, mengerjakan PR sepulang sekolah, menyiapkan buku untuk esok pagi, membantu mencuci piring yang kotor, menyapu halaman rumah dan sebagainya.

"Apabila anak umur 7 sd 14 tahun itu tidak melakukan kewajibannya maka perlu diingatkan agar dia menjadi terbiasa dan disiplin," ujar Bertha.

Sedangkan untuk anak usia 14 sd 21 tahun maka orangtua harusnya bisa bersikap sebagai sahabat atau teman akrab. Orang tua perlu menolong anak untuk belajar bagaimana menggunakan waktunya, dan mengajari anak tentang skala prioritas. 

Dalam hal ini terkadang orangtua sering merasa kasihan. Semakin besar usia anak, maka semakin banyak sibuk dia dengan kegiatan akademiknya. Anak ikut les ini dan itu, kerja kelompok, kegiatan ekstrakulikuler yang menyita waktu dan sebagianya.

"Merasa anaknya tidak punya waktu, banyak orang tua, membebaskan anak dari pekerjaan rumah tangga. Padahal skill yang terpenting dalam kehidupan itu bukan hanya dari sisi akademik saja tapi bagaimana dia menghadapi rutinitas yang ada dengan segala keterbatasan waktunya," ujar Bertha mengingatkan.

Ia menambahkan, mereka yang sudah menjadi orangtua pasti merasakan bagaimana seorang Ibu harus membagi waktunya yang hanya 24 jam itu untuk bisa mengelola sebuah rumah tangga. Pekerjaan yang tiada habisnya.  Jadi penting bagi orang tua untuk menanamkan kepada anak untuk mengelola waktu dengan baik.

Mengutip perkataan seorang Psikolog dari Stanford University, Carol Dweck, Bertha mengatakan “Hadiah terpenting dan terindah dari orangtua pada anak-anaknya adalah tantangan”.

Jadi ketimbang membanjiri si kecil dengan berbagai hadiah yang belum tentu bermanfata bagi si anak, mulai sekarang mulailah memberi tantangan dan tangung jawab untuk menghindarkan anak dari generasi home service ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Health | Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB

3 Buku Parenting Rekomendasi Nikita Willy, Sukses Didik Anak Tumbuh Optimal

3 Buku Parenting Rekomendasi Nikita Willy, Sukses Didik Anak Tumbuh Optimal

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 16:40 WIB

Jangan Asal Larang! Ini 5 Langkah Ajarkan Aturan agar Anak Paham dan Disiplin

Jangan Asal Larang! Ini 5 Langkah Ajarkan Aturan agar Anak Paham dan Disiplin

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 16:37 WIB

Green Mothers' Club: Obsesi pada Anak Berprestasi dalam Standar Parenting

Green Mothers' Club: Obsesi pada Anak Berprestasi dalam Standar Parenting

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 12:00 WIB

Anak Sering Minta Jajan? 6 Cara Cerdas Ubah Permintaannya Jadi Pelajaran Uang

Anak Sering Minta Jajan? 6 Cara Cerdas Ubah Permintaannya Jadi Pelajaran Uang

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:00 WIB

Nilai, Profesi, dan Ambisi: Ketika Anak Kehilangan Hak Memilih

Nilai, Profesi, dan Ambisi: Ketika Anak Kehilangan Hak Memilih

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 06:40 WIB

Apa Itu Eggshell Parents? Tipe Orang Tua yang Bikin Anak Hidup dalam Kecemasan Kronis

Apa Itu Eggshell Parents? Tipe Orang Tua yang Bikin Anak Hidup dalam Kecemasan Kronis

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 10:41 WIB

Ulasan Captain Fantastic dan Ilusi Hidup di Luar Sistem

Ulasan Captain Fantastic dan Ilusi Hidup di Luar Sistem

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 12:45 WIB

Syarat Utama Menjadi Orang Tua Adalah Menyembuhkan Diri Sendiri

Syarat Utama Menjadi Orang Tua Adalah Menyembuhkan Diri Sendiri

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Parenting di Era Digital: Ketika Gawai Menjadi Pengasuh Anak

Parenting di Era Digital: Ketika Gawai Menjadi Pengasuh Anak

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:50 WIB

Terkini

Tudingan Uang Korupsi Rp480 M ke Muktamar NU, Gus Ipul: Silakan Buktikan atau Kita Proses Hukum!

Tudingan Uang Korupsi Rp480 M ke Muktamar NU, Gus Ipul: Silakan Buktikan atau Kita Proses Hukum!

News | Rabu, 30 September 2026 | 19:57 WIB

Bukan Sekadar Nonton Musik, Soundrenaline Hadirkan Sensasi Festival Garden di Tepi Danau

Bukan Sekadar Nonton Musik, Soundrenaline Hadirkan Sensasi Festival Garden di Tepi Danau

Entertainment | Rabu, 30 September 2026 | 19:56 WIB

Matcha Uji Kyoto Dipadukan dengan Yogurt, Jadi Dessert Baru yang Creamy

Matcha Uji Kyoto Dipadukan dengan Yogurt, Jadi Dessert Baru yang Creamy

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 19:55 WIB

Aparat TNI/Polri Bakal Blusukan ke RT/RW Himpun Data Penerima Bansos 2027

Aparat TNI/Polri Bakal Blusukan ke RT/RW Himpun Data Penerima Bansos 2027

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 19:46 WIB

Profil Nanang Hendarno, Dirut Telkom yang Gantikan Dian Siswarini

Profil Nanang Hendarno, Dirut Telkom yang Gantikan Dian Siswarini

Tekno | Rabu, 30 September 2026 | 19:45 WIB

Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek, Tanggung Jawab Jangan Berhenti di Masinis

Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek, Tanggung Jawab Jangan Berhenti di Masinis

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 19:41 WIB

Urutan Zodiak dari yang Paling Rapi dan Teratur sampai yang Paling Berantakan

Urutan Zodiak dari yang Paling Rapi dan Teratur sampai yang Paling Berantakan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 19:35 WIB

9 Cara Mudah Atasi Mata Kedutan Sebelum Berubah Jadi Penyakit Serius

9 Cara Mudah Atasi Mata Kedutan Sebelum Berubah Jadi Penyakit Serius

Health | Rabu, 30 September 2026 | 19:35 WIB

Yanuar Arif Wibowo Kecewa soal CCTV Bangunan Mewah Lapas Cibinong: Kurang Ajar

Yanuar Arif Wibowo Kecewa soal CCTV Bangunan Mewah Lapas Cibinong: Kurang Ajar

Bogor | Rabu, 30 September 2026 | 19:30 WIB

The Love Hypothesis: Cinta Tumbuh Karena Sering Bersama

The Love Hypothesis: Cinta Tumbuh Karena Sering Bersama

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 19:30 WIB

×