Uniknya Kerajinan Tohoku Jepang

Esti Utami

Rabu, 17 Februari 2016 | 14:55 WIB
Uniknya Kerajinan Tohoku Jepang
Ilustrasi tembikar Jepang. (shutterstock)

Suara.com - Sebanyak 56 karya kerajinan tradisional Jepang dipamerkan di Galeri Seni "House of Sampoerna" (HoS) Surabaya, 16-25 Februari 2016. Pameran bertajuk "Beautiful Handicrafts of Tohoku, Japan" itu dibuka oleh Konsul Jenderal Jepang untuk Indonesia di Surabaya Yoshiharu Kato di HoS Surabaya, Senin (15/2/2016) malam.

Puluhan karya yang dipamerkan antara lain tembikar, anyaman keranjang, karya logam, kerajinan kayu, tekstil, kerajinan bambu, maupun lacquerware (perabotan berpernis).

Pameran yang diselenggarakan HoS bekerja sama dengan Japan Foundation dan Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya itu merupakan pameran "roadshow" ke berbagai negara dan tahun ini di Indonesia. Surabaya menjadi kota pertama sebelum  Jakarta.

Sebagian karya seni yang dipamerkan itu merupakan karya seni baru dan sebagian lainnya sudah berusia puluhan tahun dengan menonjolkan detail teknik pembuatan maupun keindahan fungsional dari peralatan sehari-hari yang digunakan sejak zaman Jepang tempo dulu.

"Pameran itu digagas untuk memperingati gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Tohoku pada lima tahun lalu," tutur kurator pameran, Ryuichi Matsubara.

Menurut dia, keunikan dari kerajinan Tohoku adalah bahan yang dipergunakan dalam pembuatan kerajinan anyaman keranjang yang menggunakan bahan dari bambu, tanaman rambat anggur atau akebi.

Lain halnya dengan lacquerware yang menggunakan getah sebagai bahan pernis tradisional yang disebut "urushi-kaki".

Kerajinan perkakas dan tekstil tradisional yang indah dalam pameran ini menghadirkan karya-karya dari seniman-seniman seniman Mingei (seni kerajinan rakyat) ternama dari Jepang.

Seniman dimaksud antara lain Shiko Munakata (1903 - 1975) yang merupakan seorang pelukis dan seniman cukil kayu. Selain itu juga seniman tembikar Shoji Hamada (1894 - 1978), seniman tekstil Keisuke Serizawa (1895 - 1984), dan seniman tembikar Kanjiro Kawai (1890 - 1966).

Karya-karya yang diciptakan terinspirasi dari teknik dan keindahan kerajinan rakyat yang merefleksikan iklim budaya dan semangat yang berkembang di Tohoku.

Negara lain yang sudah menjadi persinggahan pameran karya kerajinan tradisional Jepang adalah Filipina, dan Thailand, Korea.

"Pameran ini kami selenggarakan dengan harapan dapat menghubungkan apresiasi terhadap sensitivitas estetik Jepang dan penguasaan keahlian kerajinan pada masyarakat di seluruh dunia," ujar Ryuichi Matsubara.

Pameran itu juga diharapkan akan menginspirasi masyarakat untuk terus menghargai dan melestarikan kerajinan tradisional, selain juga sebagai sarana pertukaran seni dan budaya yang memberi edukasi. (Antara)


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengudar Jejak 70 Tahun Srihadi Berkarya

Mengudar Jejak 70 Tahun Srihadi Berkarya

Lifestyle | Jum'at, 12 Februari 2016 | 10:21 WIB

Pasar Mebel dan Kerajinan di Indonesia Dikuasai Asing 60 Persen

Pasar Mebel dan Kerajinan di Indonesia Dikuasai Asing 60 Persen

Bisnis | Kamis, 28 Januari 2016 | 20:17 WIB

Mengintip Foto KILAS BALIK 2015

Mengintip Foto KILAS BALIK 2015

Foto | Kamis, 28 Januari 2016 | 18:01 WIB

Mengais Rejeki Melimpah dari 'Emas Hijau' Bambu

Mengais Rejeki Melimpah dari 'Emas Hijau' Bambu

Bisnis | Sabtu, 23 Januari 2016 | 10:36 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×