Ini Metode Baru Untuk Atasi Disfungsi Ereksi

Rabu, 24 Februari 2016 | 15:07 WIB
Ini Metode Baru Untuk Atasi Disfungsi Ereksi
Ilustrasi. (Shutterstock).

Suara.com - Masalah disfungsi ereksi (DE) merupakan momok bagi kaum lelaki karena dapat memengaruhi keharmonisan hubungan dengan pasangan. Dan untuk mengembalikan kejantanannya, kaum lelaki rela melakukan segala cara.

Salah satunya dengan mengonsumsi obat-obatan oral seperti pil biru atau dengan tindakan pembedahan. Meski hasilnya bisa dirasakan secara langsung, pengobatan disfungsi ereksi yang konvensional ini belakangan terungkap memiliki efek samping.

"Penggunaan obat oral untuk disfungsi ereksi hanya bekerja saat Anda meminum obat tersebut, namun kerusakan jaringan erektil yang memicu DE menjadi pulih. Efek sampingnya juga sangat banyak seperti nyeri kepala, nyeri pinggang serta tekanan darah menurun," ujar dr. Nouval  Shahab,Sp.U, PhD dari RS Premier Jatinegara belum lama ini.

Ia menambahkan bahwa satu-satunya cara mengatasi masalah disfungsi ereksi adalah mengobati hingga ke akarnya. Dalam artian, kerusakan jaringan erektil dalam organ penis harus dipulihkan sehingga aliran darah menuju penis bisa kembali normal.

Metode terkini yang bisa menyelamatkan kehidupan seksual penderita disfungsi ereksi, tambah dia, adalah  metode 'Extracorporeal Shock Waves for Sexual Therapy atau ESST.

ESST merupakan terobosan terkini terapi non invasive, yang mampu memperbaiki peredaran darah yang masuk ke dalam penis. Cara pengobatannya pun tidak menyakitkan, yaitu dengan menempelkan alat ESST di lima titik penis, yaitu batang, puncak, tengah hingga akar.

Waktu yang dibutuhkan untuk metode ini, bisa dibilang tak sebentar yakni 9 minggu. Namun, pasien disfungsi ereksi sudah dapat melihat hasilnya pada minggu keempat. Bahkan dengan metode ini pasien tak harus lagi menggunakan obat-obatan oral untuk mempertahankan ereksi.

"Dengan perawatan 12 kali selama 9 minggu, kerusakan jaringan erektil akan dipulihkan sehingga pasien harapannya tak lagi tergantung dengan obat-obatan. Kepuasan seksual pun meningkat," imbuhnya.

Namun, Nouval mengingatkan agar pasien yang telah melakukan terapi ESST tetap menjaga pola hidup sehat dan menghindari faktor risiko disfungsi ereksi.

"Memang tidak ada jaminan setelah melakukan perawatan ini disfungsi ereksi tak akan kambuh lagi. Oleh karena itu pasian harus tetap menjalani gaya hidup sehat seperti makan-makanan sehat, tidak merokok atau minum alkohol, dan melakukan aktivitas fisik," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI