Array

Kiat 'Mendidik' Anak Berkebutuhan Khusus

Jum'at, 03 Juni 2016 | 12:57 WIB
Kiat 'Mendidik' Anak Berkebutuhan Khusus
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Peran seorang ibu sangat berpengaruh pada masa depan anak-anaknya. Ibu yang hebat, akan melahirkan anak-anak yang hebat pula. Untuk itu, tentunya setiap ibu memerlukan keahlian mengembangkan dirinya, untuk bekal mendidik dan membesarkan anak-anak mereka, terutama bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Indria Laksmi Gamayanti, M.Si, seorang psikolog yang juga Ketua Kemuning Kembar mengatakan,  seorang ibu haruslah memiliki keahlian komunikasi yang baik. Apalagi jika mereka memiliki anak berkebutuhan khusus. Pasalnya, anak-anak berkebutuhan khusus, cenderung tak bisa menyampaikan perasaan negatif mereka, sehingga sering mengekspresikannya dengan mengamuk atau dalam istilah medis sering disebut tantrum.

"Anak-anak ini kan belum bisa menyampaikan keinginannya secara langsung. Biasanya mereka akan tantrum, marah, ngambek, merajuk. Inilah pentingnya komunikasi untuk seorang ibu, agar bisa lebih memahami anaknya," ungkap dia dalam acara 'Nivea #SentuhanIbu' di Jakarta, Kamis (2/6/2016).

Selain itu, ibu juga harus bisa mengajarkan anaknya untuk mandiri, meski mereka berkebutuhan khusus. Ajari mereka melakukan segala halnya secara bersama-sama. Misalnya saat mengenakan kaos kaki, jangan memakaikannya, melainkan membantunya memakaikan.

Kemandirian adalah hal yang sering dilupakan oleh orangtua berkebutuhan khusus. Terlalu sayang dan tak tega melihat anak mengerjakan hal-hal secara sendiri adalah beberapa alasannya.

"Mereka gak mau anaknya melakukan apa-apa. Padahal anak ini harus dimandirikan dan diberdayakan. Bantu mereka, kerjakan segala sesuatu bersama-sama," lanjutnya.

Selanjutnya adalah keahlian dalam mengarahkan. Keahlian ini penting, khususnya saat anak sedang menunjukkan emosi negatifnya. Seorang ibu bisa mengalihkannya dengan cara-cara menyenangkan. Misalnya dengan bernyanyi atau mendongeng.

"Yang paling penting adalah mereka harus memahami diri mereka sendiri, baru bisa lebih memahami anak-anaknya. Karena ada sesuatu yang berbeda pada anak berkebutuhan khusus," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI