Karier Mentok Bukan Alasan untuk Pindah Kerjaan

Angelina Donna

Selasa, 26 Juli 2016 | 21:00 WIB
Karier Mentok Bukan Alasan untuk Pindah Kerjaan
Ilustrasi (shutterstock)

Suara.com - Begitu banyak alasan untuk pindah kerjaan. Salah satu yang paling sering dipakai adalah karier mentok. Alasan itu terdengar lucu, sih, sebenarnya. Soalnya, bisa saja karier mentok itu hanya ungkapan emosi sesaat.

Apalagi jika tiap hari hasil kerjanya gak signifikan. Iya, kerjaan selesai, tapi nggak sesuai dengan kriteria atasan. Akhirnya kita hanya dinilai sebagai karyawan yang prestasinya rata-rata, nggak outstanding alias luar biasa. Walhasil, posisi ya bakal gitu-gitu saja, nggak ada kenaikan. Beda ceritanya kalau kita sudah berkontribusi pada kemajuan perusahaan, tapi bos cuek-cuek saja.

Bahkan orang lain yang biasa-biasa saja malah diangkat lebih dulu. Berarti ada yang nggak beres dengan manajemen perusahaan itu. Tapi, apakah ini artinya bisa langsung pindah kerjaan? Nggak juga.

Pindah kerjaan bukan masalah sepele. Akan ada banyak perubahan dalam kehidupan. Jika nggak siap akan perubahan itu, yang ada posisi malah tambah ambles.

Sebelum memutuskan pindah kerjaan, kita patut berkontemplasi dulu. Coba tanyakan hal-hal ini ke diri sendiri dengan pikiran jernih:

1. Mana rencananya?

Orang kalau mau melangkah ke hal baru kudu punya rencana. Ada lho orang yang ngebet resign, tapi pikirannya, “Yang penting resign dulu.” Terus, kalau sudah resign, mau ngapain? Itu yang menjadi pertanyaan. Jadi, matangkan dulu rencana setelah resign. Apakah kerja di tempat lain? Atau mau buka usaha sendiri?

Jika masih mau jadi karyawan, sebaiknya sebelum resign sudah memastikan diterima dulu di tempat kerja itu. Bukan habis resign terus kelimpungan cari kerja ke mana-mana.

Jika mau buka usaha, siapkan modal. Hitung sedetail mungkin untuk memilih usaha apa yang cocok. Jangan sampai usaha sudah buka, tapi usianya cuma sebulan-dua bulan. Atau malah mau buka nggak jadi-jadi lantaran rencananya gak matang.

2. Sudah curhat?

Punya masalah jangan dipendam, apalagi di tempat kerja. Jika merasa perusahaan nggak adil memperlakukan kita selaku karyawan, kita bisa kok menanyakan hal itu ke atasan. Atasan yang baik pasti akan menerima masukan. Tanyakan dengan baik-baik soal karier yang kamu anggap mentok itu. Bisa jadi dari jawaban si bos ada pencerahan, juga motivasi agar kita bertahan di situ.

Namun sebaiknya tidak perlu minta saran ke rekan kerja, apalagi yang sedivisi dan selevel. Bukan mau negative thinking, tapi bisa jadi kita malah dikompori. Kalau kita keluar, otomatis pesaingnya untuk naik karier berkurang, dong. Betul nggak?

Toh, akan lebih efektif meminta saran dari atasan. Bahkan dengan membicarakan soal karier dengan atasan bakal menunjukkan bahwa kita peduli akan pekerjaan dan perusahaan. Bos yang perhatian pasti akan menangkap sinyal ini dan lebih memperhitungkan keberadaan kita.

3. Jangan-jangan baper doang

Baper alias bawa perasaan memang bisa merugikan. Siapa tahu kita hanya baper saat memutuskan mau resign. Atau hanya ada godaan sesaat dari kantor lain. Ini berlaku khususnya buat mereka yang mendadak dihubungi kantor lain untuk diminta datang wawancara kerja. Nggak apa-apa kalau kantor itu lebih oke. Kalau sebaliknya? Dapat zonk kita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Manfaat Uang Receh Besar Lho, Nih Buktinya

Manfaat Uang Receh Besar Lho, Nih Buktinya

Bisnis | Jum'at, 03 Juni 2016 | 10:44 WIB

Kena PHK Bukan Kiamat, Bangkit dengan Cara Mustajab Ini

Kena PHK Bukan Kiamat, Bangkit dengan Cara Mustajab Ini

Bisnis | Kamis, 02 Juni 2016 | 11:45 WIB

Terkini

10 Sisi Terang dan Gelap Zodiak Cancer, Diklaim Jadi Zodiak Paling Banyak di Indonesia

10 Sisi Terang dan Gelap Zodiak Cancer, Diklaim Jadi Zodiak Paling Banyak di Indonesia

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:01 WIB

Darurat Algoritma, Saat Anak Jadi Alat Promosi Vape di YouTube

Darurat Algoritma, Saat Anak Jadi Alat Promosi Vape di YouTube

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Ketika Orang Hilang Tak Segera Dicari, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Ketika Orang Hilang Tak Segera Dicari, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Korban Selamat KM Mutiara Sentosa II Tiba di Surabaya

Korban Selamat KM Mutiara Sentosa II Tiba di Surabaya

Foto | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Berangkat Dari Kalimantan, Om Basri Siap Hadapi Penyidik Polda Sulsel

Berangkat Dari Kalimantan, Om Basri Siap Hadapi Penyidik Polda Sulsel

Sulsel | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:49 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar

4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:37 WIB

5 Alasan Kenapa Hotel Bersejarah Ini Bakal Jadi Spot Hits Terbaru di Bangkok

5 Alasan Kenapa Hotel Bersejarah Ini Bakal Jadi Spot Hits Terbaru di Bangkok

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Mengenal Kecanggihan Honda NX500 Motor Crossover Terbaru Pengganti CB500X

Mengenal Kecanggihan Honda NX500 Motor Crossover Terbaru Pengganti CB500X

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:09 WIB

Qatar Ungkap Kemajuan Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen

Qatar Ungkap Kemajuan Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:05 WIB

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

×