Menpar: Kita Harus Jadi Nomor Satu!

Madinah

Minggu, 07 Agustus 2016 | 16:03 WIB
Menpar: Kita Harus Jadi Nomor Satu!
Menteri Pariwisata, Arief Yahya (Puskompublik Kemenpar).

Suara.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya berjanji membangun corporate culture (budaya korporasi) di kementeriannya, spirit Ikhsan merupakan dasar yang harus menjadi panduan. Landasan moral yang kokoh akan memperkuat spirit bekerja dan menghidupkan mimpi.

“Saya sudah pelajari, semua agama mengajarkan hal yang esensinya sama, spirit Ikhsan!” katanya, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Motivator ESQ, Ary Ginanjar, menggunakan tiga angka, yakni 1-6-5, yang memiliki arti. Satu berarti Ikhsan, enam adalah Rukun Iman, dan lima merupakan Rukun Islam. Jadi, simbol 165 menempatkan Ikhsan sebagai nomor satu dalam 3I, Ikhsan, Iman, dan Islam.

“Baik saja tidak cukup, kita harus menjadi yang terbaik! Bekerja yang terbaik, menjadi nomor satu, itu adalah spirit Ikhsan. Saya minta Kemenpar (Kementerian Pariwisata) menjadi nomor wahid,” pintanya.

Berikut, transkrip lengkap pesan chief executive officer (CEO) atau CEO Message, yang ditulis menpar:

CEO Message #6
Jadi yang Terbaik

“Baik itu tidak cukup baik, kita harus selalu menjadi yang terbaik.”

Menjadi yang terbaik adalah sebuah keyakinan dasar (basic belief), yang harus dimiliki setiap insan Kemenpar, untuk selalu memberikan yang terbaik dalam setiap pekerjaan yang dilakukan. Dengan sikap mental dasar untuk menjadi yang terbaik, maka kita bisa mendedikasikan dan mempersembahkan yang terbaik pula kepada kementerian yang kita cintai ini, kepada bangsa dan negara, dan lebih universal lagi, kepada seluruh umat manusia (rahmatan lil ‘alamin).

Standar Tertinggi
Untuk bisa menjadi yang terbaik, maka kita harus memiliki standar kinerja tertinggi (highest standard of performance) yang diterapkan kepada dirinya maupun kepada anak buah, kalau kita adalah pemimpin. Standar tertinggi berlaku baik dari sisi nilai-nilai (values), perilaku (behaviour), ataupun kapabilitas/kompetensi. Di samping itu, standar tertinggi juga harus diraih dari sisi hasil-hasil yang ingin kita capai (achievement/result). Bila ingin menjadi world class player, gunakan world class standard.

Dari sisi nilai-nilai dan perilaku misalnya, saya menuntut setiap insan Kemenpar untuk memiliki standar integritas tertinggi, standar kejujuran tertinggi, atau standar daya juang dan keuletan tertinggi, nggak gampang loyo dan menyerah. Dari sisi kapabilitas dan kompetensi, saya menuntut ekspertis terbaik, yang dapat dibentuk dengan cara membangun (build), kalau tidak bisa dicukupi dari dalam terpaksa sementara harus meminjam (borrow) atau membeli (buy) ekspertis dari luar. Sementara dari sisi hasil, saya menuntut capaian-capaian terbaik, nomor 1, nomor 2, atau nomor 3.

Itu artinya, kita harus membentuk dan menempa dirinya mencapai kualitas personal tertinggi (highest personal quality). Kalau keyakinan dasar ini sudah dimiliki, maka pada gilirannya kita akan menjadi pribadi yang selalu high demanding (menuntut lebih), high achiever (mencapai lebih), dan memiliki sense of perfection (rasa kesempurnaan). Kita akan menuntut standar tertinggi tersebut tanpa pandang bulu dan tanpa pernah berkompromi.

Pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang “kejam” terhadap dirinya maupun anak buah, kalau sudah menyangkut standar kinerja. Ia tetapkan standar kinerja yang sangat tinggi, kemudian ia paksa dan lecut dirinya dan anak buahnya untuk mencapai standar tinggi tersebut. Begitu standar tersebut bisa dicapai, maka ia naikkan lagi standar itu lebih tinggi lagi, agar potensi dirinya dan anak buahnya keluar. Demikian seterusnya, hingga akhirnya ia mampu mencapai hasil kerja tertinggi.

Dengan me-leverage (meningkatkan) diri secara terus-menerus, pada akhirnya, ia dan anak buahnya akan menjadi pribadi-pribadi yang hebat (great), bukan cuma baik (good). Ingat, baik saja tidak cukup, kita harus menjadi orang hebat.

Never-Ending Journey
Upaya untuk mencapai yang terbaik (excellence) adalah sebuah perjalanan yang tak pernah mencapai titik akhir (a never ending journey). Secara sederhana, saya sering mengistilahkannya dengan “menciptakan bukit kemenangan satu ke bukit kemenangan berikutnya”.

Karena itu, menjadi yang terbaik juga harus disikapi secara dinamis sebagai sebuah sikap mental untuk tidak mudah berpuas diri terhadap setiap hasil kerja yang dicapai. Sikap mental inilah yang memungkinkan perusahaan selalu memiliki sense of urgency dan tak mudah terjebak dalam zona kenyamanan (comfort zone) dalam mencapai prestasi terbaik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jaga Destinasi Wisata, Kemenpar Gandeng Basarnas

Jaga Destinasi Wisata, Kemenpar Gandeng Basarnas

Lifestyle | Minggu, 07 Agustus 2016 | 14:15 WIB

Aceh Siap Rebut Best Halal Destination 2016

Aceh Siap Rebut Best Halal Destination 2016

Lifestyle | Minggu, 07 Agustus 2016 | 13:43 WIB

Ada Once di "Festival Bunga Tomohon"

Ada Once di "Festival Bunga Tomohon"

Entertainment | Jum'at, 05 Agustus 2016 | 18:40 WIB

Raisa dan Tulus Bakal Ramaikan "Banyuwangi Beach Jazz Festival"

Raisa dan Tulus Bakal Ramaikan "Banyuwangi Beach Jazz Festival"

Entertainment | Jum'at, 05 Agustus 2016 | 12:49 WIB

Terkini

CPNS 2026 untuk Lulusan Apa? Intip Bocorannya

CPNS 2026 untuk Lulusan Apa? Intip Bocorannya

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 11:22 WIB

UMKM Menjamur, Pekerjaan Layak Menghilang: Ironi Sistem Kerja di Indonesia

UMKM Menjamur, Pekerjaan Layak Menghilang: Ironi Sistem Kerja di Indonesia

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 11:10 WIB

Pemain Takut, Rizky Ridho Ungkap Alasan Timnas Indonesia Batal Away ke Yordania

Pemain Takut, Rizky Ridho Ungkap Alasan Timnas Indonesia Batal Away ke Yordania

Bola | Minggu, 08 November 2026 | 11:09 WIB

Arti Telinga Terasa Panas atau Memerah Berdasarkan Jam Menurut Primbon, Ini Tafsirnya

Arti Telinga Terasa Panas atau Memerah Berdasarkan Jam Menurut Primbon, Ini Tafsirnya

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 11:07 WIB

Pengekspor Pakaian Terbesar, Gaji Buruh Garmen di Negara Ini Tak Cukup untuk Sekali Makan Sehari

Pengekspor Pakaian Terbesar, Gaji Buruh Garmen di Negara Ini Tak Cukup untuk Sekali Makan Sehari

News | Minggu, 08 November 2026 | 11:05 WIB

Presiden Setuju Tanah Wakaf Blang Padang Dikembalikan ke Masjid Raya Baiturrahman Aceh

Presiden Setuju Tanah Wakaf Blang Padang Dikembalikan ke Masjid Raya Baiturrahman Aceh

Sumut | Minggu, 08 November 2026 | 11:02 WIB

Masuk Daftar Pejabat yang Diduga Disadap, Erick Thohir: Saya Nomor 36

Masuk Daftar Pejabat yang Diduga Disadap, Erick Thohir: Saya Nomor 36

Bola | Minggu, 08 November 2026 | 10:57 WIB

Dana Korban Penipuan Rp967,5 Miliar Berhasil Diblokir

Dana Korban Penipuan Rp967,5 Miliar Berhasil Diblokir

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 10:56 WIB

Mengupas Luka Batin Masa Kecil Lewat Buku 'Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero'

Mengupas Luka Batin Masa Kecil Lewat Buku 'Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero'

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 10:55 WIB

Kasus Pembakaran Warung Mi Babi Sukoharjo: Polisi Tangkap DPO di Solo, Mantan Napiter

Kasus Pembakaran Warung Mi Babi Sukoharjo: Polisi Tangkap DPO di Solo, Mantan Napiter

Jawa Tengah | Minggu, 08 November 2026 | 10:54 WIB

×