52 Persen Warga Jakarta Jadikan "Junk Food" Alternatif Sarapan

Ririn Indriani

Rabu, 17 Agustus 2016 | 07:40 WIB
52 Persen Warga Jakarta Jadikan "Junk Food" Alternatif Sarapan
Ilustrasi junk food. (Shutterstock)

Suara.com - Sarapan memegang peranan penting untuk memulai hari, pengendalian berat badan dan konsentrasi otak. Namun faktanya sebanyak 52 persen warga Jakarta menjadikan junk food sebagai alternatif sarapan mereka. Apakah Anda salah satunya?

Secara harafiah junk food berarti makanan sampah atau makanan nir-nutrisi atau dalam kata lain junk food adalah makanan yang tidak memiliki nilai gizi yang cukup bagi tubuh. Menurut survei yang Qraved lakukan kepada 13,890 koresponden, sebanyak 92 persen orang sadar bahwa junk tidak memiliki nilai gizi dan manfaat bagi tubuh, tapi mereka terus mengonsumsi makanan tersebut karena beberapa hal.

Sebanyak 62 persen koresponden mengaku mengonsumsi junk food karena praktis dan mudah untuk mendapatkannya. Kemudian 19 persen mengaku menyantap junk food, karena rasanya yang enak. Terakhir sebanyak 18 persen mengaku melahap junk food, karena kesibukan kerja mereka.

Kurangnya pemahaman warga mengenai apa itu junk food menjadi salah satu alasan tingginya jumlah konsumsi junk food di Jakarta. Banyak orang yang terkecoh dengan arti junk food. Setidaknya ada 57 persen koresponden mengartikan junk food sebagai makanan dari restoran cepat saji (fast food) seperti burger dan ayam tepung.

Selain itu 89 persen orang juga tidak melakukan pengecekan tentang kandungan nutrisi dalam tabel nutrisi pada kemasan junk food yang dikonsumsi.

World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa junk food adalah yang mengandung jumlah lemak yang besar, garam, gula, kalori dan rendah nutrisi, vitamin, mineral dan serat. Makanan tersebut seperti fast food, gorengan, makanan kaleng, soft drink, permen, asinan hingga snacks (makanan ringan).

Berdasarkan jenis makanannya sendiri fast food menempati peringkat teratas sebagai makanan junk food yang paling sering dikonsumsi dengan jumlah 71 persen. Selanjutnya gorengan dan makanan ringan menjadi junk food kedua yang sering dikonsumsi dengan jumlah 26 persen.

Ketiga adalah makanan kaleng dan soft drink (minuman bersoda) dengan jumlah 2 persen dan terakhir adalah makanan jenis permen dan asinan dengan jumlah 1 persen.

Membatasi konsumsi junk food tentu bukan tanpa alasan. Pasalnya  junk food memiliki dampak buruk bagi kesehatan seperti obesitas, jantung, diabetes, stroke, kecanduan dan melemahkan sistem kekebalan tubuh. Berdasarkan hasil survei, 45 persen orang mengonsumsi junk food tiga kali per minggu.

Kemudian sebanyak 20 persen mengaku mengonsumsi junk food dua kali per minggu, 18 persen koresponden mengonsumsi hanya satu kali junk food per minggu, lalu 9 persen mengonsumsi junk food lebih dari lima kali per minggu, terakhir 8 persen koresponden menyatap 4 kali junk food dalam seminggu.

Tidak mudah memang menghindari godaan junk food, walau kita semua tahu bahwa makan tersebut tidak mengandung zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Sebaiknya seimbangkan pola makan dengan olahraga rutin, perhatikan cara masak dari junk food yang Anda konsumsi, baca kandungan nutrisi pada kemasan junk food dan mengatur asupan junk food.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Food Waste Makin Mengkhawatirkan, Mengapa Sampah Makanan Bisa Picu Pemanasan Global?

Food Waste Makin Mengkhawatirkan, Mengapa Sampah Makanan Bisa Picu Pemanasan Global?

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:20 WIB

BPS: Inflasi September 2026 Naik 0,30 Persen, Harga Makanan Jadi Biang Kerok

BPS: Inflasi September 2026 Naik 0,30 Persen, Harga Makanan Jadi Biang Kerok

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:25 WIB

7 Cara Menghilangkan Noda Minyak dan Lemak Makanan di Baju yang Sudah Kering

7 Cara Menghilangkan Noda Minyak dan Lemak Makanan di Baju yang Sudah Kering

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:05 WIB

Crying in H Mart, Ketika Makanan Menjadi Cara untuk Mengingat

Crying in H Mart, Ketika Makanan Menjadi Cara untuk Mengingat

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Keracunan MBG: Antara Kelalaian, Pengawasan, dan Tanggung Jawab Pidana

Keracunan MBG: Antara Kelalaian, Pengawasan, dan Tanggung Jawab Pidana

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 10:05 WIB

Dari Halal ke Sehat: Standar Pangan Indonesia Sudah Sampai Mana?

Dari Halal ke Sehat: Standar Pangan Indonesia Sudah Sampai Mana?

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 16:44 WIB

Mr. Vet Luncurkan Kemasan 7 kg dan Keepo untuk Mudahkan Stok Makanan Hewan

Mr. Vet Luncurkan Kemasan 7 kg dan Keepo untuk Mudahkan Stok Makanan Hewan

Lifestyle | Minggu, 06 September 2026 | 12:50 WIB

Bakom RI Sebut Lamine Yamal Saat Bicara MBG, Publik: Takut Nanti Yamal Keracunan

Bakom RI Sebut Lamine Yamal Saat Bicara MBG, Publik: Takut Nanti Yamal Keracunan

News | Senin, 28 September 2026 | 20:55 WIB

Bahaya Makanan Ultra-Proses Bagi Gen Z: Bikin Kenyang Sesaat, Merusak Mental Kemudian

Bahaya Makanan Ultra-Proses Bagi Gen Z: Bikin Kenyang Sesaat, Merusak Mental Kemudian

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 14:18 WIB

Hidden Gem Sarapan di Tangerang! Wajib Coba Nikmatnya Katupek Pitalah di Bopet Nan Katuju

Hidden Gem Sarapan di Tangerang! Wajib Coba Nikmatnya Katupek Pitalah di Bopet Nan Katuju

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 14:56 WIB

Terkini

One of a Kind Romance Tayang 9 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

One of a Kind Romance Tayang 9 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kemenkeu Ungkap Jurus RI Keluar dari Jebakan Middle Income Trap

Kemenkeu Ungkap Jurus RI Keluar dari Jebakan Middle Income Trap

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:59 WIB

Pertamina Perkuat Komitmen Menjaga Ketahanan Energi Nasional di Hari Kesaktian Pancasila

Pertamina Perkuat Komitmen Menjaga Ketahanan Energi Nasional di Hari Kesaktian Pancasila

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Kenapa Zodiak Gemini Sering Banget Dibenci? Ini 5 Alasan Utamanya!

Kenapa Zodiak Gemini Sering Banget Dibenci? Ini 5 Alasan Utamanya!

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Menteri Mukhtarudin Dorong Lulusan Poltekkes Jadi Tenaga Kesehatan Profesional di Dunia

Menteri Mukhtarudin Dorong Lulusan Poltekkes Jadi Tenaga Kesehatan Profesional di Dunia

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:33 WIB

Polisi Sebut Tak Temukan Unsur Pungli dan Pemerasan di Kasus Bolosego Alkid Yogyakarta

Polisi Sebut Tak Temukan Unsur Pungli dan Pemerasan di Kasus Bolosego Alkid Yogyakarta

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:33 WIB

JARI98 Ungkap Peran Strategis Listyo Sigit di KSP, 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo?

JARI98 Ungkap Peran Strategis Listyo Sigit di KSP, 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo?

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Setelah Sukses di Musim Pertama, Anime Draw This Then Die Lanjut Musim ke-2

Setelah Sukses di Musim Pertama, Anime Draw This Then Die Lanjut Musim ke-2

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:30 WIB

PERADI Profesional Gandeng UI, Dorong PKPA Tak Sekadar Formalitas Calon Advokat

PERADI Profesional Gandeng UI, Dorong PKPA Tak Sekadar Formalitas Calon Advokat

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Pakar Hukum UMJ: Nusron Wahid Cukup Bukti untuk Diproses KPK

Pakar Hukum UMJ: Nusron Wahid Cukup Bukti untuk Diproses KPK

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:24 WIB

×