Inspiratif, Seorang Pilot Asuh Anak-anak Terlantar di Kupang

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Rabu, 16 November 2016 | 09:38 WIB
Inspiratif, Seorang Pilot Asuh Anak-anak Terlantar di Kupang
Budi Soehardi meraih penghargaan sebagai Inspirational Health Promotor dari Brand's Health Award 2016 di Jakarta, Selasa (15/11/2016). (Suara.com/Firsta Nodia)

Suara.com - Budi Soehardi, mendengar namanya saja mungkin terasa asing di telinga kita, namun jika Anda berkunjung ke daerah Penfei Timur di Kupang, Nusa Tenggara Timur, jangan kaget jika masyarakat setempat menyebut Budi sebagai malaikat.

Ya, lelaki yang menyudahi profesinya sebagai pilot maskapai penerbangan Singapore Airlines pada 2015 ini memilih mendedikasikan hidupnya untuk mengurus anak-anak asuhnya di panti asuhan yang diberi nama 'Roslin'.

Ketertarikannya mendirikan panti asuhan Roslin bermula ketika Kapten Budi menyaksikan tayangan televisi tentang situasi Timor-Timur pasca jajak pendapat 1999. Tayangan tersebut menunjukkan kondisi para pengungsi yang menyedihkan.

Mereka tinggal di rumah yang terbuat dari kardus dan kekurangan makanan. Budi yang saat itu berdomisili di Singapura lantas mengajak istri dan anak-anaknya untuk hijrah ke Penfei Timur pada 2000 dan mendirikan panti asuhan untuk merawat bayi-bayi terlantar.

Ia dan sang istri berniat membesarkan dan menyekolahkan bayi-bayi tersebut untuk mendapat pendidikan dan kebutuhan gizi terbaik.

Biaya yang ia kucurkan untuk membesarkan anak asuh korban konflik tersebut berasal dari kocek pribadi Budi. Beruntung teman-temannya turut mengulurkan bantuan untuk meringankan beban Budi dan keluarga.

Tantangan yang diterima Budi saat pindah ke Kupang dimulai ketika ia mendapati bahwa tanah di daerah setempat sangat gersang dan tandus. Hal ini pula yang menyebabkan anak-anak di daerah tersebut dilanda kekurangan gizi.

Tak mau menyerah begitu saja, Budi pun mencoba berbagai macam teknik bercocok tanam agar bisa menghasilkan berbagai macam tanaman sebagai sumber pangan. Hingga akhirnya ia membuktikan bahwa tanah yang kering kerontang layaknya batu bisa ditanami berbagai sayur mayur dan buah-buahan.

"Selama 16 tahun tinggal di sana, kami bisa buktikan bahwa kami bisa bercocok tanam di atas batu walau untuk menanamnya kita buat media sendiri," ujar Budi yang menerima penghargaan sebagai Inspirational Health Promotor dari Brand's Health Award 2016 di Jakarta, Selasa (15/11/2016).

Lewat tanah seluas satu hektar yang ditanami tanaman sumber pangan, Budi bisa mencukupi kebutuhan makanan 150 anak asuhnya tiga kali sehari. Hebatnya lagi tanaman yang dihasilkannya adalah tanaman organik yang bebas penggunaan pestisida.

"Saya berusaha untuk memberikan gizi terbaik bagi mereka," ungkapnya.

Kini Budi sedang menyiapkan lahan seluas 53 hektar untuk membuat desa organik dan mendirikan asrama bagi 1000 anak asuh. Anak asuh tersebut nantinya akan disekolahkan, dan diharapkan setelah lulus dapat berkontribusi membangun desa organik melalui pengetahuan yang dimilikinya.

Meski demikian Budi mengakui bahwa keterlibatan pemerintah dalam menjangkau daerah terpencil di Timur Indonesia masih sangat minim. Ia pun tak bisa berharap banyak bantuan dari pemerintah dalam mendukung upayanya mengentaskan masalah kekurangan gizi di daerah tersebut.

"Kami berusaha untuk swasembada, yang kami lakukan disini adalah merubah pandangan masyarakat akan panti asuhan. Kami membuktikan bahwa dengan pemenuhan pendidikan dan professional skill, anak panti asuhan juga bisa bersaing. Anak asuh kami ada yang lulus menjadi dokter, insinyur," tambah dia.

Atas upaya tulusnya di bidang kemanusiaan, Budi dianugerahi penghargaan 'The Real Heroes' dari CNN, media nasional Amerika Serikat pada 2009. Budi menjadi satu-satunya warga Indonesia yang menerima penghargaan bergengsi tersebut. Sebuah capaian yang sangat mulia, membanggakan dan patut diacungi jempol.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perempuan Ini Ubah Ampas Jus Jadi Campuran Makanan

Perempuan Ini Ubah Ampas Jus Jadi Campuran Makanan

Lifestyle | Kamis, 03 November 2016 | 19:14 WIB

15 Tahun Berkarya, Barli Asmara Berbagi Kisah Inspiratif

15 Tahun Berkarya, Barli Asmara Berbagi Kisah Inspiratif

Lifestyle | Selasa, 25 Oktober 2016 | 19:46 WIB

Tung Desem Waringin, Motivator dan 'Peternak Uang' Handal

Tung Desem Waringin, Motivator dan 'Peternak Uang' Handal

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 18:14 WIB

Terkini

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Kalbar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:14 WIB

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:03 WIB

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:48 WIB

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Banten | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:37 WIB

×