Awas! Suku Ini Bakal Serang Pendatang dengan Panah Api

Dythia Novianty | Risna Halidi | Suara.com

Senin, 03 April 2017 | 20:17 WIB
Awas! Suku Ini Bakal Serang Pendatang dengan Panah Api
Wilayah keberadaan suku Sentinel. [Dailymail]

Suara.com - Sebuah rekaman langka mengenai suku adat Sentinel yang terletak di Pulau Sentinel Utara, Samudera Hindia, muncul. Dalam rekaman itu terlihat, suku tersebut begitu memusuhi pengunjung.

Bahkan, sejak jaman dulu berbagai upaya melakukan kontak dengan mereka selalu berakhir dengan kekerasan. Dua nelayan dibantai suku Sentinelese pada 2006 karena dianggap terlalu dekat.

Selain itu, suku Sentinel juga dikenal dengan panah api dan serta lemparan batu ke arah pesawat yang terbang rendah atau helikopter pada saat melakukan misi pengintaian.

Dalam koleksi cuplikan dari mini-film dokumenter yang telah disaksikan dua juta kali di YouTube tersebut, terlihat anggota suku bertingkah secara agresif kepada juru kamera yang berharap berinteraksi dengan mereka.

Sentinel sendiri dianggap sebagai keturunan langsung dari manusia pertama yang muncul dari Afrika dan telah tinggal di pulau Sentinel Utara selama lebih dari 60.000 tahun.

Hampir mustahil untuk mengatakan berapa banyak jumlah penduduk suku Sentinel di daratan seluas Manhattan tersebut. Pulau Sentinel Utara sendiri merupakan bagian dari rantai Kepulauan Andaman di India.

"Tidak peduli apakah Anda seorang teman atau musuh, apakah Anda tiba di tujuan atau karena terjadi kecelakaan, penduduk setempat akan menyambut Anda dengan cara yang sama, yakni dengan tombak dan panah. Hadiah makanan dan pakaian tidak penting bagi mereka," tutur narator video seperti yang dikutip Dailymail.

Setelah kejadian tsunami pada 2004 yang melanda beberapa daerah di Samudera Hindia, helikopter dari India Coast Guard dikirim untuk membantu suku Sentinele dan menyumbang paket makanan. Bukannya menerima saluran bantuan, suku Sentinel malah menanggapi kedatangan pihak pemberi bantuan dengan menembakkan panah ke arah tim penyelamat.

Diketahui, pada 1967, pemerintah India mulai membuat upaya menghubungi suku Sentinel, yang dipimpin oleh antropolog T. N. Pandit. Pada Maret 1970, kelompok Pandit terpojok di kapal setelah datang terlalu dekat ke arah pantai.

"Mereka semua mulai menteriaki beberapa kata yang tidak bisa dimengerti. Kami berteriak kembali dan memberi isyarat yang menunjukkan bahwa kami ingin menjadi teman," jelas Pandit.

Tak lama kemudian, kejadian aneh terjadi, perempuan dan prajurit lelaki berpasangan dan duduk di pasir sambil berpelukan penuh gairah.

"Tindakan ini ditiru perempuan lain, masing-masing mengklaim seorang prajurit lelaki untuk dirinya sendiri, semacam kawin massal," katanya.

Pada akhir 1980-an, beberapa penduduk Sentinel tewas dalam pertempuran dengan orang bersenjata yang ingin mengambil besi dan barang-barang dari kapal karam yang tak jauh dari pulau Sentinel Utara.

Masalah lain yang dihadapi suku Sentinel adalah mereka digambarkan sebagai ‘masyarakat paling rentan di planet’ karena cenderung tidak memiliki kekebalan terhadap penyakit umum seperti flu dan campak. Karena masalah isolasi, sangat besar kemungkinan jika kelak Suku Sentinel akan hilang karena epidemi suatu penyakit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Apakah Ada Sunscreen Waterproof? 6 Produk Andalan Ini Bisa Dipakai Seharian

Apakah Ada Sunscreen Waterproof? 6 Produk Andalan Ini Bisa Dipakai Seharian

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:32 WIB

Sunscreen Amaterasun untuk Kulit Apa? Ini 7 Pilihan Variannya

Sunscreen Amaterasun untuk Kulit Apa? Ini 7 Pilihan Variannya

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:28 WIB

Apa Itu LCC 4 Pilar MPR RI? Ajang Cerdas Cermat Pelajar Nasional yang Tengah Viral

Apa Itu LCC 4 Pilar MPR RI? Ajang Cerdas Cermat Pelajar Nasional yang Tengah Viral

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15 WIB

Apa Itu Gaslighting? Ramai Dibahas gegara Ucapan MC Lomba Cerdas Cermat MPR

Apa Itu Gaslighting? Ramai Dibahas gegara Ucapan MC Lomba Cerdas Cermat MPR

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15 WIB

4 Rekomendasi CC Cream Mengandung SPF, Cocok untuk Makeup Simpel Harian

4 Rekomendasi CC Cream Mengandung SPF, Cocok untuk Makeup Simpel Harian

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15 WIB

Butter Tteok Jadi Tren Baru Kuliner Korea di Indonesia

Butter Tteok Jadi Tren Baru Kuliner Korea di Indonesia

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:37 WIB

Siapa MC Lomba Cerdas Cermat MPR? Ini Profilnya, Kini Kena Sanksi Tegas

Siapa MC Lomba Cerdas Cermat MPR? Ini Profilnya, Kini Kena Sanksi Tegas

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:37 WIB

Bolehkah Menggabungkan Kurban dan Aqiqah dalam Satu Hewan Sembelihan? Simak Hukumnya

Bolehkah Menggabungkan Kurban dan Aqiqah dalam Satu Hewan Sembelihan? Simak Hukumnya

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:34 WIB

Tak Selalu Berhasil, Peneliti Soroti Tantangan Gang Hijau di Kota Padat Penduduk

Tak Selalu Berhasil, Peneliti Soroti Tantangan Gang Hijau di Kota Padat Penduduk

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:27 WIB

Berapa Kekayaan Kamaruddin Simanjuntak? Kondisi Kesehatan Pengacara Brigadir J Jadi Sorotan

Berapa Kekayaan Kamaruddin Simanjuntak? Kondisi Kesehatan Pengacara Brigadir J Jadi Sorotan

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:15 WIB