Di Sini Para Ibu Saling Menguatkan Agar Tak Depresi

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Sabtu, 22 April 2017 | 10:33 WIB
Di Sini Para Ibu Saling Menguatkan Agar Tak Depresi
Tak hanya konseling, Komunitas Mother Hope Indonesia juga kerap melakukan edukasi melalui berbagai kegiatan seperti seminra, talkshow untuk para perempuan calon ibu dan ibu rumahtangga. (Foto: Dok. Nur Yanariyah)

Suara.com - Kebanyakan orang beranggapan bahwa melahirkan merupakan pertaruhan hidup dan mati bagi kaum hawa.

Tantangan yang harus dihadapi belum berhenti sampai di situ. Setelah mendapat gelar 'ibu', perempuan masih harus menghadapi risiko depresi setelah melahirkan.

Dalam istilah medis, kondisi depresi pascamelahirkan disebut Postpartum Depression. Mereka dengan kondisi ini mengalami guncangan emosi yang sangat besar.

Tak sedikit dari mereka yang memutuskan untuk mengakhiri hidup, karena tak tahan dengan gejala yang dialami.

Hal yang sama dialami pula oleh perempuan bernama Nur Yanayirah. Pernah dalam kondisi depresi berat pascamelahirkan pada 2011, perempuan yang akrab disapa Yana ini memutuskan untuk membuat Komunitas Mother Hope Indonesia. Ide mendirikan komunitas ini muncul karena Yana ingin menguatkan sesama ibu melahirkan.



Kisah bermula ketika ia harus menerima kenyataan bahwa putra pertamanya meninggal dalam kandungan saat usia 26 minggu. Ujian kehidupan ini membuat Yana terguncang dan kehilangan harapan hidup.

"Saya mengalami guncangan emosi yang sangat besar yang membuat mental saya ambruk, roboh, saya merasa putus asa, saya merasa kehilangan semangat hidup, saya juga beberapa kali mendengar suara bayi atau menggendong bantal atau guling seakan-akan bayi saya," ujarnya ketika ditemui dalam temu media beberapa waktu lalu.

Trauma yang dialami Yana memang serius pascakeguguran, berhasilkah ia melalui fase hidupnya yang berat  itu? Semuanya dia ungkapkan di bagian selanjutnya.

Berawal dari Pengalaman Pahit
Belum hilang trauma pascakeguguran, Yana kembali hamil. Hal ini membuatnya takut kehilangan calon buah hatinya untuk kedua kalinya. Ia mengaku sering mengalami serangan panik, jantung berdetak kencang, keringat dingin dan sesak napas.

"Saya hamil dalam kondisi mental belum siap. Saya masih dalam kondisi depresi, cemas, trauma, dan sering mimpi buruk," cerita Yana.

Kondisi kehamilan yang tak prima, karena depresi membuat janin dalam kandungan Yana pun ikut stres, air ketuban keruh dan hampir habis sehingga bayi perempuan bernama Hana Nabila harus dikeluarkan melalui operasi caesar.

Tindakan persalinan yang ditempuh Yana mendapat stigma negatif dari lingkungan. Ia dianggap belum sempurna menjadi ibu, karena tidak melalui proses persalinan normal. Lagi-lagi Yana tenggelam dalam emosi negatif.

"Mereka bilang kedekatan saya dengan anak kurang, badan saya yang 'melar' usai melahirkan dikomentari orang-orang, mereka juga terus mengusik pilihan saya memberi susu formula. Saya merasa buruk menjadi ibu," ujar Yana.

Tak tahan dengan komentar negatif dari orang-orang disekitarnya mengantarkan Yana pada pilihan untuk mengakhiri hidup. Sebelumnya ia telah beberapa kali menyakiti diri bahkan bunuh diri di sebuah danau dengan membawa bayi perempuan yang dinanti-nantinya selama ini.

"Waktu saya mau bunuh diri, saya dengar suara-suara yang menyuruh saya untuk mati. Pikiran saya, saya ibu yang buruk sehingga harus pergi dari dunia ini. Alhamdulillah banyak yang menggagalkan," lanjut dia.

Apa yang dilakukan Yana setelah urung bunuh diri? Simak kisah selanjutnya.

Para Ibu Saling Menguatkan
Suami Yana yang saat itu menggagalkan percobaan bunuh dirinya melihat ada sesuatu yang salah dengan sang istri. Dia mengajak Yana untuk mengikuti konseling dengan Komunitas Peduli Trauma.

Di komunitas itu Yana merasa lebih tenang. Ia bertemu dengan sesama penderita depresi. Singkat cerita, di komunitas itulah Yana merasa mendapat dukungan, tidak dihakimi dan mulai terbuka dengan kondisi yang dialaminya.

Yana merasa lebih baik dan tidak lagi punya pikiran untuk bunuh diri. "Saya lihat suami saya, saya lihat anak saya dari situ saya baru sadar dan saya ingin bisa sembuh. Kurang lebih dua tahun pergi ke komunitas ikut terapi psikolog baru akhirnya saya sudah mulai bisa jalan-jalan, ngobrol sama tetangga, ikatan dengan anak kuat," katanya.

Melihat betapa tingginya risiko depresi yang dialami perempuan saat hamil dan setelah melahirkan, Yana memutuskan untuk mendirikan komunitas Mother Hope Indonesia (MHI) bersama psikolog yang membantunya keluar dari jeratan depresi.

MHI juga bergabung dengan tiga komunitas kesehatan jiwa seperti Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI), Bipolar Care Indonesia (BCI) dan Into the Light dan membentuk Aliansi Kesehatan Jiwa Indonesia (AKJI).

Kegiatan yang dilakukan Mother Hope Indonesia, seputar edukasi melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, Email dan juga mengadakan seminar untuk para ibu. Anggota komunitas MHI sendiri sudah mencapai empat ribu orang.

Lewat komunitas yang dibentuknya Yana berharap, bisa membantu lebih banyak perempuan untuk menghadapi perubahan fisik maupun mental saat hamil, pascamelahirkan dan menyusui agar merasa didengar dan tidak dihakimi.

"Saya ingin terus memberi dukungan pada ibu hamil dan menyusui, untuk mencegah risiko depresi saat hamil atau setelah melahirkan sehingga tidak mengalami apa yang saya rasakan," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Komunitas Fotografi 105 Signal Bukan Sekadar Jeprat-jepret

Komunitas Fotografi 105 Signal Bukan Sekadar Jeprat-jepret

Lifestyle | Sabtu, 15 April 2017 | 14:24 WIB

Dukung Anies-Sandi, Ini Tiga Poin Sikap Komunitas Kristiani

Dukung Anies-Sandi, Ini Tiga Poin Sikap Komunitas Kristiani

News | Selasa, 11 April 2017 | 19:07 WIB

Yang Suka Teater Musikal, Yuk Gabung di Komunitas Ini!

Yang Suka Teater Musikal, Yuk Gabung di Komunitas Ini!

Lifestyle | Sabtu, 08 April 2017 | 11:53 WIB

Terkini

Contoh Ikrar Syawalan Bahasa Jawa Singkat dan Artinya, Bikin Momen Halalbihalal Makin Khidmat

Contoh Ikrar Syawalan Bahasa Jawa Singkat dan Artinya, Bikin Momen Halalbihalal Makin Khidmat

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 20:42 WIB

Waspada! 5 Ciri Kolesterol Tinggi pada Wanita yang Sering Diabaikan Usai Lebaran

Waspada! 5 Ciri Kolesterol Tinggi pada Wanita yang Sering Diabaikan Usai Lebaran

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 19:59 WIB

Jadwal Lengkap Ganjil Genap, One Way, dan Contra Flow Tol Arus Balik Lebaran 2026

Jadwal Lengkap Ganjil Genap, One Way, dan Contra Flow Tol Arus Balik Lebaran 2026

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 19:02 WIB

Konsumen Korea Selatan Mulai Tinggalkan Plastik, Kemasan Aluminium Jadi Pilihan Baru?

Konsumen Korea Selatan Mulai Tinggalkan Plastik, Kemasan Aluminium Jadi Pilihan Baru?

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 17:20 WIB

8 Tips Kembali Produktif dan Semangat Kerja Usai Libur Panjang Lebaran

8 Tips Kembali Produktif dan Semangat Kerja Usai Libur Panjang Lebaran

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 17:00 WIB

7 Tinted Sunscreen Terbaik untuk Hilangkan Flek Hitam Membandel

7 Tinted Sunscreen Terbaik untuk Hilangkan Flek Hitam Membandel

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 16:35 WIB

7 Penyakit yang Sering Muncul Pasca Lebaran dan Cara Sederhana Mengatasinya

7 Penyakit yang Sering Muncul Pasca Lebaran dan Cara Sederhana Mengatasinya

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 16:10 WIB

5 Rekomendasi Sunscreen untuk Anak Usia 12 Tahun yang Aman

5 Rekomendasi Sunscreen untuk Anak Usia 12 Tahun yang Aman

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 15:25 WIB

10 Sepatu Adidas Diskon di Sneakers Dept, Seri Samba Jadi Ratusan Ribu Rupiah

10 Sepatu Adidas Diskon di Sneakers Dept, Seri Samba Jadi Ratusan Ribu Rupiah

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 15:15 WIB

Tak Banyak yang Tahu! Diam-diam Spons Cuci Piring Melepaskan Mikroplastik: Adakah Solusinya?

Tak Banyak yang Tahu! Diam-diam Spons Cuci Piring Melepaskan Mikroplastik: Adakah Solusinya?

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 15:10 WIB