Wah, Lebih Dari 2 Ribu Traveler AS Terjangkit Malaria

Rizki Nurmansyah | Dinda Rachmawati | Suara.com

Selasa, 02 Mei 2017 | 20:09 WIB
Wah, Lebih Dari 2 Ribu Traveler AS Terjangkit Malaria
Ilustrasi pencegahan Malaria [Shutterstock]

Suara.com - Lebih dari dua ribu traveler Amerika Serikat (AS) menderita malaria setelah mereka kembali dari kunjungan ke luar negeri, menurut sebuah laporan terbaru.

Laporan tersebut mendukung data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) yang menunjukkan bahwa malaria terus meningkat di AS dan harus menjadi peringatan bagi mereka yang ingin mengunjungi negara-negara di mana penyakit ini umum terjadi, kata para ahli.

"Malaria, saat ini di dunia masih merupakan penyebab kematian utama akibat penyakit parasit. Penting bagi setiap orang untuk melakukan tindakan pencegahan," kata Ahli Epidemiologi Fielding School of Public Health di University of California, Los Angeles, Diana Khuu.

Selama beberapa dekade terakhir, intervensi agresif di negara-negara dengan nyamuk pembawa malaria telah mengurangi kasus baru penyakit ini dan, yang lebih penting, kematian juga berkurang.

Namun, pada tahun 2015, 438 ribu orang meninggal karena penyakit ini di seluruh dunia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia WHO.

Di AS, malaria endemik, atau malaria yang ditularkan oleh populasi nyamuk lokal, telah dieliminasi pada awal tahun 1950an.

Namun laporan tentang traveler yang kembali ke AS, dengan kasus malaria baru-baru ini malah terus meningkat.

Mereka menemukan bahwa antara tahun 2000 sampai 2014, 22.029 orang dirawat di rumah sakit karena mereka memiliki tanda-tanda malaria. Angka ini sama dengan sekitar 2.100 orang per tahun.

Dari jumlah tersebut, setidaknya 4.823 terdiagnosis dengan kasus berat, yang berarti mereka mengalami gagal ginjal, koma atau gangguan pernapasan akut. Dari 4.823 pasien, 182 orang meninggal dunia.

Jumlah kasus rata-rata per tahun ini sedikit lebih tinggi dari angka CDC sebelumnya, namun para peneliti mengatakan bahwa mereka tidak dapat memverifikasi setiap kasus untuk mengkonfirmasi diagnosis, sehingga jumlah sebenarnya bisa sedikit lebih tinggi atau lebih rendah, menurut temuan yang dipublikasikan minggu ini.

Di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene, Khuu mengatakan bahwa jumlah tersebut mungkin mengindikasikan bahwa banyak traveler yang pergi ke negara-negara di mana malaria umum terjadi, tidak menggunakan obat antimalaria, atau menggunakan obat nyamuk dan kelambu saat berada di luar negeri.

Karenanya Dr. Paul Arguin, Kepala Unit Respon Domestik di CDC Cabang Malaria, merekomendasikan agar para traveler bisa memeriksa situs web CDC untuk melihat apakah negara yang mereka akan kunjungi punya kasus malaria yang tinggi atau tidak.

Jika termasuk, mereka harus mengunjungi penyedia layanan kesehatan terlebih dahulu untuk mendapatkan resep obat antimalaria.

"Ini penyakit yang bisa dicegah. Jika Anda akan bepergian ke negara di mana terdapat malaria endemik, ada beberapa langkah pasti yang dapat Anda lakukan untuk mencegahnya," kata dia.

Rincian lain dari studi Khuu juga menjelaskan populasi orang dan bagian negara yang paling terkena dampak cukup tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perkembangan Teknologi Picu Perubahan Karakter Traveling

Perkembangan Teknologi Picu Perubahan Karakter Traveling

Lifestyle | Minggu, 23 April 2017 | 07:08 WIB

Traveling Berkualitas Sekali Setahun atau Sering Tapi Seadanya?

Traveling Berkualitas Sekali Setahun atau Sering Tapi Seadanya?

Lifestyle | Kamis, 20 April 2017 | 19:32 WIB

Cinta Terlarang, Kain Tenun, dan Nenek Buaya di Danau Asmara

Cinta Terlarang, Kain Tenun, dan Nenek Buaya di Danau Asmara

Lifestyle | Kamis, 20 April 2017 | 17:39 WIB

Virus Zika Juga Ditemukan Dalam Nyamuk Jenis Ini

Virus Zika Juga Ditemukan Dalam Nyamuk Jenis Ini

Health | Kamis, 20 April 2017 | 14:12 WIB

4 Hal Ini Wajib Dimiliki Agen Travel Terpercaya

4 Hal Ini Wajib Dimiliki Agen Travel Terpercaya

Lifestyle | Jum'at, 21 April 2017 | 00:01 WIB

Di Halmahera Selatan, Sakit Malaria Disangka Kena 'Diguna-Guna'

Di Halmahera Selatan, Sakit Malaria Disangka Kena 'Diguna-Guna'

Health | Selasa, 18 April 2017 | 07:31 WIB

Terkini

5 Rekomendasi Jam Tangan Wanita Jims Honey, Tampil Elegan di Bawah Rp100 Ribu

5 Rekomendasi Jam Tangan Wanita Jims Honey, Tampil Elegan di Bawah Rp100 Ribu

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 14:00 WIB

4 Sunscreen SPF Tinggi Alternatif Somethinc Holyshield untuk Kulit Sensitif hingga Berminyak

4 Sunscreen SPF Tinggi Alternatif Somethinc Holyshield untuk Kulit Sensitif hingga Berminyak

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 13:56 WIB

4 Loose Powder Wardah untuk Makeup Matte dan Wajah Tampak Lebih Halus

4 Loose Powder Wardah untuk Makeup Matte dan Wajah Tampak Lebih Halus

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 13:54 WIB

Menjaga Nostalgia Hogwarts Tetap Hidup Lewat Indo Harry Potter

Menjaga Nostalgia Hogwarts Tetap Hidup Lewat Indo Harry Potter

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 13:30 WIB

5 Serum Foundation Biar Wajah Flawless dan Tetap Sehat

5 Serum Foundation Biar Wajah Flawless dan Tetap Sehat

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Zodiak yang Hidupnya Diprediksi Membaik setelah 18 Mei 2026

3 Zodiak yang Hidupnya Diprediksi Membaik setelah 18 Mei 2026

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 12:49 WIB

Body Cream Fungsinya untuk Apa? Ini 5 Pilihan untuk Kulit Kering dan Kusam

Body Cream Fungsinya untuk Apa? Ini 5 Pilihan untuk Kulit Kering dan Kusam

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 12:46 WIB

Kolagen Jadi Kunci Kulit Awet Muda, Perawatan Pengencangan Non Invasif Hadir Lebih Nyaman

Kolagen Jadi Kunci Kulit Awet Muda, Perawatan Pengencangan Non Invasif Hadir Lebih Nyaman

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 12:46 WIB

Kapan Pengumuman Hasil UTBK SNBT 2026 ? Simak Jadwal dan Cara Ceknya

Kapan Pengumuman Hasil UTBK SNBT 2026 ? Simak Jadwal dan Cara Ceknya

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 12:22 WIB

5 Maskara Anti Badai yang Bikin Bulu Mata Panjang Seharian

5 Maskara Anti Badai yang Bikin Bulu Mata Panjang Seharian

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 12:21 WIB