Komunitas Ini Dukung Orangtua dengan Anak Berpenyakit Langka

Chaerunnisa, Firsta Nodia

Sabtu, 13 Mei 2017 | 11:21 WIB
Komunitas Ini Dukung Orangtua dengan Anak Berpenyakit Langka
Komunitas pendukung orangtua dengan anak berpenyakit langka (Dok Indonesian Rare Disorders)

Suara.com - Kanker, stroke, diabetes, saat ini termasuk jenis penyakit yang umum didengar. Namun, pernahkah Anda sebelumnya mendengar penyakit Mukopolisakaridosis, Treacher-Collins, Joubert Syndrome?

Jika Anda baru mendengar penyakit ini, Yola Tsagia, justru memiliki anak perempuan dengan diagnosis Treacher-Collins Syndrome (TCS). Yola sebelumnya tak pernah mendengar, bahkan mengetahui gejala dari penyakit TCS ini.

Menurut dokter, kelainan yang dialami buah hatinya, Odilia Queen Lyla, merupakan penyakit langka yang merusak susunan tulang di area kepala. Karena penyakit tersebut, kepala putri Yola jadi lebih kecil tanpa tulang pipi. Bahkan, rahang tidak berkembang dan tulang telinga tengah tidak terbentuk.

Minimnya informasi mengenai penyakit langka ini membuat para dokter terlambat mendiagnosis kelainan tersebut.

"Aku baru tahu Odil mengalami TCS ketika dia berusia enam tahun. Awalnya demam sampai beberapa hari nggak turun, aku langsung cek dokter. Dokternya melihat kondisi telinga odil yang kecil, dan mengira Odil demam karena kondisi telinganya sehingga aku dirujuk ke THT," kata dia.

Oleh dokter THT, perempuan berusia 36 tahun ini disarankan membawa Odil menjalani tes Brainstem Evoked Response Audiometry (BERA). Hingga akhirnya dokter THT mengatakan putrinya mengalami TCS.

Setelah cari tahu ke sana kemari, barulah Yola menyadari bahwa apa yang dialami buah hatinya bukan penyakit sederhana. Sebagai orangtua, Yola sempat mengalami syok, dan penolakan.

Beruntung, dia memiliki suami yang mendukungnya untuk tetap tegar.

baca juga

"Waktu itu aku nangis sejadi-jadinya. Aku denial, marah, nggak bisa terima kenapa Odil yang mengalaminya. Padahal di riwayat keluarga aku dan suami tidak ada satupun yang mengalaminya," jelas dia.

Kondisi pendengaran Odil yang mengalami gangguan cukup berat membuatnya membutuhkan alat bantu dengar bernama Bont Ancord Hearing Ad (BAHA). Selain ketersediaannya yang terbatas, harga alat bantu dengar ini pun sangat mahal, yaitu Rp100 juta.

Beruntung, ada seorang donatur yang mau membiayai separuh dari harga alat bantu dengar tersebut. Odil pun akhirnya mendengar bagaimana riuhnya dunia untuk pertama kali.

"Itu momen menakjubkan buat aku. Detik itu aku yakin bahwa kesadaran akan penyakit langka di Indonesia harus ada supaya banyak ibu yang merasakan seperti apa yang aku rasakan," papar dia.

Sejak saat itu, Yola aktif mencari informasi mengenai penyakit langka di media sosial. Hingga akhirnya dia bertemu dengan Wynanda B.S. Wibowo dan Koko Prabu, orangtua yang memiliki anak dengan penyakit langka.

"Dari sana akhirnya sepakat untuk membuat Indonesia Rare Disorders pada 24 September 2015. Sekarang sudah 117 orang tua yang punya anak kelainan langka yang bergabung," tutur dia.

Menurut dia, komunitas bagi para orangtua penyandang penyakit langka harus ada untuk saling menguatkan. Ketika orangtua tegar, dan bisa menerima kondisi buah hatinya, mereka tahu apa yang harus dilakukan untuk mengoptimalkan sang buah hati.

"Aku berharap kesadaran masyarakat dan tenaga medis mengenai penyakit langka semakin tinggi. Yang kasihan itu kalau mereka tinggal di daerah yang tidak tersentuh, akses ke rumah sakit besar sulit. Karena kapan saja anak-anak ini bisa terancam nyawanya kalau tidak segera ditangani," ungkap dia.

Selain sesi sharing antar-orangtua dan para dokter, komunitas Indonesia Rare Disorders memiliki serangkaian kegiatan lain. Salah satunya, kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit langka di kawasan Car Free Day Sudirman. Bahkan, mereka baru-baru ini menggandeng komunitas Indorunners untuk menularkan semangat sehat pada penyandang penyakit langka.

Yola pun berharap masyarakat tidak menganggap penyakit langka sebagai sebuah kutukan atau penyakit menular. Menurutnya, dukungan dan penerimaan di lingkungan sosial yang dibutuhkan penyandang penyakit langka.

Bagi Anda yang ingin mengikuti kegiatan Indonesia Rare Disorders, bisa mengunjungi akun media sosial mereka di Instagram maupun Facebook @IndonesiaRareDisorders.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Pelihara Anjing Kurangi Risiko Stres Anak

Studi: Pelihara Anjing Kurangi Risiko Stres Anak

Health | Jum'at, 12 Mei 2017 | 08:23 WIB

Studi: Anak yang Dekat dengan Ayahnya Cerdas

Studi: Anak yang Dekat dengan Ayahnya Cerdas

Health | Kamis, 11 Mei 2017 | 18:30 WIB

Salah Kaprah! Sering Makan Keju Berisiko Terserang Penyakit Ini

Salah Kaprah! Sering Makan Keju Berisiko Terserang Penyakit Ini

Health | Kamis, 11 Mei 2017 | 14:00 WIB

Studi: Anak Bungsu Paling Lucu

Studi: Anak Bungsu Paling Lucu

Health | Kamis, 11 Mei 2017 | 09:11 WIB

Perempuan Ini Tetap Pede Sekujur Tubuhnya Dihiasi Bintik-bintik

Perempuan Ini Tetap Pede Sekujur Tubuhnya Dihiasi Bintik-bintik

Health | Rabu, 10 Mei 2017 | 07:54 WIB

Anies Baswedan Punya Tambahan Nama dari Komunitas Sikh

Anies Baswedan Punya Tambahan Nama dari Komunitas Sikh

News | Minggu, 07 Mei 2017 | 19:41 WIB

Komunitas Fotografi 105 Signal Bukan Sekadar Jeprat-jepret

Komunitas Fotografi 105 Signal Bukan Sekadar Jeprat-jepret

Lifestyle | Sabtu, 15 April 2017 | 14:24 WIB

Dukung Anies-Sandi, Ini Tiga Poin Sikap Komunitas Kristiani

Dukung Anies-Sandi, Ini Tiga Poin Sikap Komunitas Kristiani

News | Selasa, 11 April 2017 | 19:07 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×