alexametrics

Cari Oleh-oleh Tanjungpinang? Batik Motif Keong Gonggong Aja

Chaerunnisa | Risna Halidi
Cari Oleh-oleh Tanjungpinang? Batik Motif Keong Gonggong Aja
Batik keong gonggong khas Tanjungpinang (Suara.com/Risna)

Jika Anda tengah berada di Tanjungpinang dan ingin mencari oleh-oleh, kenapa tidak membeli batik motif keong gonggong.

Suara.com - Berada di wilayah pesisir membuat kehidupan masyarakat Kota Tanjungpinang, Propinsi Kepulauan Riau, terikat dengan kehidupan bahari. Mulai dari mata pencaharian hingga kuliner unggulan, laut, dan segala isinya merupakan andalan masyarakat sekitar.

Para penghuni laut juga menjadi satu hal yang menginspirasi salah satu penduduk asli Tanjungpinang membuat batik dengan motif hewan laut, terutama si siput gurih, gonggong.

Gonggong atau (Strombus Turturella) adalah salah satu jenis siput laut yang banyak terdapat di wilayah perairan Pulau Bintan Kepulauan Riau.

Adalah Efiyar M. Amin, sosok kreatif di balik batik gonggong, dan merupakan pemilik sekaligus pembuat desain batik gonggong. Tak sendiri, dia mengajak sang sahabat, Onny, turut serta membantu membuat dan mematenkan beberapa motif lain. Toko resmi batik gonggong sendiri hanya berada di Jalan RH Fisabilillah, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Baca Juga: Kolaborasi Budaya dalam Batik Iwan Tirta

Batik gonggong terbilang baru dalam dunia desain Tanah Air karena baru terlahir dari tangan Efiyar dan Onny pada 2010 silam.

Meski baru tujuh tahun berdiri, batik gonggong sudah mulai dilirik desainer nasional sekelas Ivan Gunawan, dan menjadi identitas Kota Tanjungpinang sebagai cinderamata khas Kota Gurindam tersebut.

"Meski belum diwajibkan, tapi sudah banyak PNS (Kota Tanjungpinang) yang menggunakan batik gonggong sebagai seragam," ungkap salah satu pegawai di gerai Batik Gonggong, Anggi.

Batik gonggong diproduksi dalam bentuk kain, baju, syal, dan produk lainnya. Sayangnya, karena kualitas air Kepulauan Riau yang cenderung mengandung bauksit atau biji almunium, maka proses produksi kain batik motif gonggong masih berada di tanah batik, Pekalongan.

"Pernah dicoba, tapi tidak cocok," jelas Anggi mengomentari kualitas air di Tanjungpinang.

Baca Juga: Gandeng Luna Maya, Koleksi Batik Ini Terinspirasi Satria Garuda

Selain motif gonggong, batik gonggong yang dibanderol mulai Rp150 ribu hingga Rp170 ribu juga memiliki beragam motif, seperti kerang atau binatang laut lainnya. Warnanya yang cerah, membuat si pemakai batik gonggong semakin ceria.