Keren! Tas Asal Indonesia Ini Telah Mendunia

Ririn Indriani, Dinda Rachmawati

Selasa, 22 Agustus 2017 | 19:20 WIB
Keren! Tas Asal Indonesia Ini Telah Mendunia
Fara Shahab dan Riza Assegaf, pendiri tas merek Doris Dorothea. (Suara.com/Dinda Rachmawati)

Suara.com - Tak kalah dengan merek tas mancanegara yang sudah mendunia, Indonesia juga memiliki Doris Dorothea. Merek tas satu ini dikenal karena keunikannya, yang hanya menggunakan kulit reptil dengan kualitas terbaik, yang telah disahkan oleh Konvensi perdagangan International Spesies Langka Fauna dan Flora Liar (CITES).

Doris Dorothea didirikan oleh suami isteri Riza Assegaf dan Fara Shahab. Memiliki sebuah misi untuk mempromosikan merek lokal asal Indonesia ke mancanegara, Doris Dorothea memulainya dengan memasuki pasar international Timur Tengah dan Eropa.

"Kami memasarkannya pertama kali di pasar international, karena saya pikir orang luar banyak yang beli bahan dasar kulit di Indonesia, untuk dibuat sesuatu di sana. Lalu kami coba membuat tas dan tanggapannya baik," ungkap Fara dalam jumpa pers New York Fashion Week (NYFW): First Stage di Jakarta, Senin (21/8/2017).

Belum puas dengan kesuksesannya di Timur Tengah dan Eropa, Doris Dorothea akan kembali mengembangkan pasarnya ke Amerika dengan mengikuti NYFW: First Stage yang akan berkolaborasi dengan lima desainer busana Indonesia.

Untuk ajang fesyen bergengsi ini, lanjut Farah, Doris Dorothea sengaja mengeluarkan koleksi terbarunya yang bertajuk 'Polymorph' yang diambil dari terminologi Yunani, yang artinya objek yang memiliki banyak bentuk.

Koleksi Polymorph, kata dia, terinspirasi dari objek-objek keseharian, seperti bentuk-bentuk geometrik, yaitu hexagonal, silinder, segitiga dan lainnya. Masih sama dengan koleksi sebelumnya, Doris Dorothea masih menggabungkan sisi modern tanpa meninggalkan sentukahn klasi dalam koleksi terbarunya ini.

Dalam koleksi yang dibuat khusus untuk edisi Spring/Summer 2018, warna-warna yang dihadirkan dalam berbagai koleksi Doris Dorothea ialah warna-warna metalik dan cerah.

Merek tas yang juga sering mengikuti berbagai macam pameran dan fashion show untuk luxury dan eksklusif brand ini, kata Fara diproduksi di kawasan Tangerang. Meski begitu, ia selalu memastikan produknya menggunakan bahan baku pilihan dengam kualitas terbaik.

"Kami juga selalu melakukan quality control di dalam berbagai tahap produksi, agar pelanggan selalu dapat kualitas terbaik," ujar dia

Selain tas, Doris Dorothea juga memproduksi berbagai aksesoris lain seperti dompet, ikat pinggang hingga scarf. Fara mengungkap, tas yang dijual berkisar antara Rp8,6 juta-Rp17 juta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Baca Kepribadian Lewat Cara Mengenakan Tas

Baca Kepribadian Lewat Cara Mengenakan Tas

Lifestyle | Rabu, 09 Agustus 2017 | 11:40 WIB

Tas Neil Armstrong Dilelang Seharga Rp23 Miliar

Tas Neil Armstrong Dilelang Seharga Rp23 Miliar

Tekno | Sabtu, 22 Juli 2017 | 20:41 WIB

Cara Membedakan Tas LV Asli dan Palsu

Cara Membedakan Tas LV Asli dan Palsu

Lifestyle | Senin, 08 Mei 2017 | 10:34 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×