Array

Tak Selalu Menyedihkan, Ini Lima Keuntungan Melajang

Selasa, 19 September 2017 | 15:54 WIB
Tak Selalu Menyedihkan, Ini Lima Keuntungan Melajang
Ilustrasi perempuan lajang. (Shutterstock)

Suara.com - Membuat keputusan untuk menjadi lajang sementara atau seumur hidup bukan suatu hal yang salah. Ada banyak keuntungan atau manfaat yang bisa dirasakan mereka yang melajang hingga usia pertengahan.

Bahkan sosiolog dari New York University, Eric Klineberg mengatakan dalam bukunya "Going Solo" bahwa status lajang sering menjadi cambuk kesuksesan bagi sebagian orang. Berikut beberapa manfaat menjadi lajang seperti diungkapkan Eric yang dilansir dari laman Independent.co.uk.

1. Cenderung lebih banyak teman
Penelitian menunjukkan bahwa, dibandingkan dengan orang yang sudah menikah, mereka yang lajang cenderung lebih banyak teman, menjaga hubungan dengan keluarga serta lebih aktif dalam kegiatan sukarelawan.

Menurut survei orang lajang menghabiskan rata-rata 12 menit sehari untuk tetap berhubungan dengan orang lain dengan menelepon, chat atau email. Sedangkan orang yang sudah menikah menghabiskan rata-rata 7,8 menit sehari untuk tetap berhubungan dengan teman atau keluarga mereka.

2. Cenderung punya lebih banyak waktu untuk dirinya sendiri
Klinenberg juga percaya bahwa di era perluasan media digital seperti sekarang, menjadi lajang menawarkan keuntungan yang jelas bagi diri sendiri. Waktu yang lebih membantu mereka menemukan siapa mereka dan tujuan hidup mereka.

"Hidup sendiri membantu kita mengejar nilai-nilai modern yang sakral, kebebasan individu, kontrol pribadi, dan realisasi diri," tulis Klinenberg.

3. Cenderung menghabiskan lebih banyak waktu untuk bersantai
Keuntungan lain dari melajang adalah memiliki banyak waktu untuk rekreasi dibandingkan mereka yang sudah menikah. Survei menyebut orang lajang menghabiskan rata-rata 5,56 jam sehari untuk keseluruhan aktivitas rekreasi, dibandingkan dengan mereka yang menikah menghabiskan rata-rata 4,87 jam sehari untuk bersantai.

4. Gaji lebih besar
Sebuah studi baru-baru ini yang dilakukan tim dari University of Virginia menemukan bahwa perempuan lajang usia 28-30 tahun memperoleh penghasilan Rp 17.8 juta lebih tinggi per tahunnya dibandingkan mereka yang menikah. Sedangkan perempuan lajang usia 44-46 tahun menghasilkan pendapatan Rp 19.5 juta lebih tinggi per tahunnya ketimbang perempuan yang sudah menikah pada rentang usia yang sama.

5. Cenderung lebih sering olahraga
Peneliti dari University of Maryland menemukan bahwa lelaki dan perempuan usia 18 hingga 64 tahun yang lajang cenderung lebih sering olahraga setiap minggunya daripada mereka yang sudah menikah atau telah bercerai. Studi lain menemukan bahwa lelaki yang menikah 25 persen lebih mungkin mengalami kelebihan berat badan atau obesitas dibandingkan lelaki lajang.


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI