Anda Penyuka Jengkol? Menu Serba Jengkol di Sini, Rasanya 'Juara'

Ririn Indriani, Risna Halidi

Jum'at, 24 November 2017 | 10:51 WIB
Anda Penyuka Jengkol? Menu Serba Jengkol di Sini, Rasanya 'Juara'
Di 'Republik Jengkol' ada tongseng Jengkol, nasi goreng jengkol, jengkol lada hitam, balado jengkol dan masih banyak lagi menu lainnya yang menggoda selera. (Suara.com/Risna Halidi)

Suara.com - Anda penyuka jengkol? Jangan malu-malu untuk mengakuinya, karena jika Anda memang penggemar masakan eksotis ini, Suara.com punya satu tempat yang cocok untuk Anda sambangi.

Ya, tidak jauh dari Pusat Grosir Cililitan atau PGC di Jalan Karya Bakti, Ciracas, Jakarta Timur, ada sebuah rumah makan sederhana yang lagi nge-hits namanya Republik Jengkol.

Sesuai namanya, warung makan ini menyajikan berbagai macam menu berbahan utama jengkol, mulai dari semur jengkol, balado jengkol, sampai tongseng jengkol.

Sudah mulai tertarik? Suara.com mengerti, banyak dari Anda merasa antipati atau enggan mengonsumsi jengkol lantaran aromanya yang 'semerbak'. 

Tapi di sini, sang pemilik menjamin  jengkolnya tidak akan terlalu mengeluarkan bau, baik saat dimakan maupun setelah buang air kecil atau buang air besar, asyik kan!  

Seniman yang Banting Stir Jadi Wirausahawan
Adalah Fatoni, seniman asal Yogyakarta yang memilih mengundurkan diri dari pekerjaannya di sebuah perusahaan periklanan dan menjadi wirausaha di Jakarta. Dimulai pada 2012, Republik Jengkol awalnya hanya sebuah kedai Soto Betawi.

"Awalnya itu jual Soto Betawi. Tapi saya pikir tidak mungkin setiap hari orang makan santan. Kepikiran buka warung jengkol, buat deh nasi goreng jengkol," kata Fatoni saat ditemui Suara.com di kedai miliknya.

Saat pertama muncul dan memasang spanduk dengan tulisan 'Jengkol' yang besar-besar, Fatoni mengaku kerap menjadi  bahan tertawaan orang-orang. Namun belakangan , kata dia, pelan-pelan orang mulai penasaran dan tak kuasa untuk mencicipi beragam menu jengkol yang ditawarkannya.

"Saya yakin dengan konsep awal berbahan dasar jengkol. Lalu saya mulai coba menu-menu lain seperi Tongseng Jengkol atau Mie Ayam Jengkol," kata lelaki yang hijrah ke Jakarta pada 1991 itu.

Untuk olahan Tongseng Jengkol, tak berbeda jauh dengan tongseng pada umumnya yang kaya santan dan sayuran, serta tambahan daging. Bedanya, Anda akan menemukan potongan-potongan besar 'kancing Bonaparte' pada sepiring tongseng yang Anda terima.

Tak hanya itu, rasa jengkol yang diracik menjadi tongseng ini dijamin tidak akan mengecewakan. Pasalnya, saat suara.com mencicipi Tongseng Jengkol racikan Fathoni ini cita rasanya manis gurih seperti tongseng pada umumnya. Itu berarti, tekstur jengkol yang lembut ini memang cocok juga diolah menjadi tongseng.

Rahasia Membuat Jengkol Legit Tak Berbau
Untuk olahan lain seperti Balado, Semur, dan Rendang Jengkol, masing-masing bumbunya tidak berubah. Hanya saja, daging diganti dengan kepingan-kepingan buah yang memiliki nama latin Archidendron Pauciflorum tersebut.

Hal yang menarik dari olahan jengkol di Republik Jengkol adalah, baunya yang cenderung tidak terlalu menyengat dan ukuran serta tekstur jengkol yang legit.

Fatoni mengaku tidak sembarang memilih jengkol untuk diolah di kedainya.

"Kami mengutamakan jengkol Jepara, karena rasanya paling enak. Kalau sedang tidak musim, cari dari Sulawesi dan opsi ketiga dari Lampung. Kalau tidak ada juga, cari jengkol tua yang bentuknya bulat-bulat. Itu sudah pasti legit," kata Fatoni.

Untuk proses pengolahan, jengkol yang sudah dibeli kemudian direndam sehari semalam. Hal itu dilakukan agar zat kapur yang menyumbang bau pada jengkol berkurang, serta membuat proses pengelupasan kulit jengkol semakin mudah.

"Kemudian proses perebusan juga berbeda. Untuk menyingkat waktu, jengkol kami presto selama satu jam," ujarnya lagi.

Saat dipresto, jengkol diberi campuran lengkuas yang sudah dimemarkan, dan salam, daun jeruk, serta sereh.

Proses terakhir, jengkol melalui proses penumisan juga. Alasanya, proses penumisan mampu membuat jengkol lebih legit saat dimakan.

Selama sehari penuh, kedai kecil yang hanya mampu menampung 20 orang tersebut membutuhkan rata-rata 50 kg jengkol sehari.

Sementara soal harga di Republik Jengkol, menu-menunya seperti Soto Betawi, Tongseng Jengkol, Balado Jengkol, Jengkol Lada Hitam, Nasi Goreng Jengkol, Rendang Jengkol dibanderol pada kisaran Rp 20 ribu per porsi.

Meski harga jengkol naik-turun tak tentu arah, Fatoni mengaku biasa mensiasatinya dengan porsi yang dikurangi atau ditambah bila surplus jengkol. Menarik ya? Yuk ajak sahabat kopi darat makan jengkol di sana!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Memanjakan Lidah dengan Ragam Menu Mie Instan Kekinian

Memanjakan Lidah dengan Ragam Menu Mie Instan Kekinian

Lifestyle | Jum'at, 17 November 2017 | 11:49 WIB

Rindu "Street Food" Thailand yang Bikin Nagih, di Sini Tempatnya!

Rindu "Street Food" Thailand yang Bikin Nagih, di Sini Tempatnya!

Lifestyle | Jum'at, 10 November 2017 | 09:29 WIB

Ini 'Surganya' Pecinta Wine di Jakarta

Ini 'Surganya' Pecinta Wine di Jakarta

Lifestyle | Jum'at, 27 Oktober 2017 | 09:31 WIB

Terkini

4 Cushion yang Tidak Luntur saat Berkeringat, Cocok untuk Aktivitas Seharian

4 Cushion yang Tidak Luntur saat Berkeringat, Cocok untuk Aktivitas Seharian

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:05 WIB

30 Kata-Kata Hari Ayah Sedunia dalam Bahasa Inggris untuk Caption dan Story, Penuh Makna

30 Kata-Kata Hari Ayah Sedunia dalam Bahasa Inggris untuk Caption dan Story, Penuh Makna

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:06 WIB

Membaca, Menjelajah Kota, dan Bertemu Orang Baru Bersama LiteraTOUR

Membaca, Menjelajah Kota, dan Bertemu Orang Baru Bersama LiteraTOUR

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 09:59 WIB

25 Ucapan Hari Ayah Sedunia 2026 yang Menyentuh Hati dan Penuh Makna

25 Ucapan Hari Ayah Sedunia 2026 yang Menyentuh Hati dan Penuh Makna

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 09:48 WIB

4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil

4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 09:38 WIB

Tren Perawatan Non-Bedah Meningkat, Ini Manfaat dan Risikonya

Tren Perawatan Non-Bedah Meningkat, Ini Manfaat dan Risikonya

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 09:35 WIB

Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya

Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 09:26 WIB

4 Shio yang Diramal Bernasib Baik pada Hari Ini 21 Juni 2026

4 Shio yang Diramal Bernasib Baik pada Hari Ini 21 Juni 2026

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:54 WIB

Cara agar Sunscreen Tidak Luntur Saat Berkeringat? Ini 3 Pilihan yang Sweatproof Lengkap Ulasannya

Cara agar Sunscreen Tidak Luntur Saat Berkeringat? Ini 3 Pilihan yang Sweatproof Lengkap Ulasannya

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:27 WIB

Mengapa Pengetahuan Masyarakat Adat Penting untuk Mengatasi Krisis Iklim?

Mengapa Pengetahuan Masyarakat Adat Penting untuk Mengatasi Krisis Iklim?

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:15 WIB