Mengapa Seks Bisa Menyakitkan untuk Perempuan?

Chaerunnisa, Risna Halidi

Kamis, 30 November 2017 | 21:00 WIB
Mengapa Seks Bisa Menyakitkan untuk Perempuan?
Ilustrasi pasangan akan bercinta, hubungan seks (Shutterstock)

Suara.com - Satu dari 10 perempuan dilaporkan memiliki hubungan seksual yang menyakitkan.

Menurut ahli fisioterapi dari Pelvic Health Solution, Nelly Faghani, rasa sakit itu bisa berasal dari berbagai alasan dan bisa memengaruhi hubungan romantis.

Berikut, beberapa penyebab paling umum dari rasa sakit seksual pada perempuan menurut Faghani seperti dikutip dari Globalnews:

1. Takut

"Jika kita mengantisipasi rasa sakit atau takut, otot dasar panggul kita menjadi kelompok otot pertama yang tegang," ungkap Faghani.

Ini juga bisa terjadi bila seseorang merasa stres atau merasa cemas, depresi, memiliki kekhawatiran tentang penampilan fisik, takut akan keintiman atau bahkan sedang memiliki masalah dalam hubungan.

2. Kering

Menurut eMedicineHealth, kekeringan vagina disebabkan oleh rangsangan yang tidak mencukupi. Hal itu bisa menghambat gairah sekaligus melakukan hubungan intim yang tidak nyaman.

"Kekeringan bisa terjadi karena kurangnya foreplay atau bisa juga karena alasan hormonal seperti menopause di mana Anda mendapatkan beberapa gejala kemih pada genital termasuk kekeringan," kata Faghani.

Dalam hal masalah hormonal, kasus ini sering melibatkan penurunan kadar estrogen setelah menopause, setelah melahirkan atau saat menyusui.

3. Otot panggul terlalu banyak aktivitas

"Ini berarti otot-ototnya pendek dan kencang. Pada penetrasi apapun, otot dasar panggul harus rileks. Mereka perlu memperpanjang dan mencapai umur maksimal mereka untuk dapat mengakomodasi apa pun yang masuk ke dalam," jelasnya.

Jadi jika otot terasa pendek dan kencang atau terlalu aktif, hal itu akan memberi kontribusi pada rasa sakit saat melakukan hubungan seksual.

4. Jaringan parut

"Mungkin ada bekas luka dari episiotomi, misalnya, atau robek," Faghani menunjukkan. "Bekas luka itu mungkin tidak mudah dibentuk atau cukup lunak dan itu bisa menyebabkan sedikit rasa sakit," paparnya.

Menurut BabyCentre Canada, episiotomi adalah luka bedah di daerah otot antara vagina dan bagian belakang. Meskipun dulu metode episiotomi banyak dilakukan, tapi tidak untuk saat ini.

Meski begitu, dokter kerap menyarankan metode tersebut bila bayi menjadi tertekan dan perlu dilahirkan dengan cepat.

Nah, pada perempuan yang pertama kali melakukan hubungan intim setelah prosedur tersebut dapat membangkitkan perasaan sakit dan sesak.

5. Trauma

Menurut Faghani, trauma, luka atau iritasi merupakan sumber nyeri yang umum. Trauma bisa terjadi akibat dari kecelakaan atau beberapa jenis operasi.

Menurut Medical News Today, hubungan intim yang menyakitkan juga umum terjadi setelah persalinan. Bahkan 45 persen perempuan mungkin mengalami dispareunia postpartum. Lantas, bagaimana mengelolanya?

Dari segi kekeringan, Faghani mengatakan perempuan seharusnya tidak menggunakan sabun pada bagian vagina saat dibersihkan karena dapat menyebabkan kekeringan dan ketidaknyamanan. Perempuan juga perlu lebih sadar akan otot dasar panggul mereka.

"Kita perlu memastikan agar membiarkannya santai sehingga kita tidak tegang seperti menghentikan aliran urin, tapi justru sebaliknya, melepaskan atau memperpanjang otot dasar panggul," imbuhnya.

Selain itu, komunikasi dengan pasangan juga dianggap sangat penting. "Kita perlu berkomunikasi dengan mitra kita sehingga ada foreplay dan pelumasan yang bagus. Jika karena alasan hormonal perempuan tidak cukup dilumasi, maka mereka perlu menggunakan pelumas yang sesuai," jelas dia.

Faghani menunjukkan, perempuan juga tidak boleh takut mengatakan pernah mengalami trauma pada alat kelamin mereka kepada pasangannya. Berbicaralah kepada seseorang yang memiliki pengalaman dengan hal ini dan ini akan membantu perempuan mengelola perasaan atau ketidaknyamanan.

"Harapan akan rasa sakit pasti akan memberi rasa sakit. Perempuan perlu memastikan bahwa mereka mempercayai pasangannya dan komunikasi yang baik sehingga jika ada rasa sakit, maka Anda berhenti. Ada beberapa terapis seks yang hebat yang bisa membantu dengan itu," tandasnya.

Namun, penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika ada masalah yang berkaitan dengan hubungan seksual yang sangat menyakitkan. (Globalnews)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Begini Petualangan Seks Anda Sesuai Zodiak

Begini Petualangan Seks Anda Sesuai Zodiak

Lifestyle | Rabu, 29 November 2017 | 21:37 WIB

Kondom Ini Bisa Ukur Kinerja Seksual Lelaki

Kondom Ini Bisa Ukur Kinerja Seksual Lelaki

Lifestyle | Rabu, 29 November 2017 | 21:00 WIB

Duh, Semakin Banyak Lelaki Bercinta dengan Robot Seks

Duh, Semakin Banyak Lelaki Bercinta dengan Robot Seks

Lifestyle | Rabu, 29 November 2017 | 20:00 WIB

Menyemprot Precum Sebabkan Kehamilan?

Menyemprot Precum Sebabkan Kehamilan?

Lifestyle | Kamis, 23 November 2017 | 21:00 WIB

Bercinta Dua Kali Seminggu, Ini Manfaat yang Dirasakan Lelaki

Bercinta Dua Kali Seminggu, Ini Manfaat yang Dirasakan Lelaki

Lifestyle | Rabu, 22 November 2017 | 21:15 WIB

Awas, Risiko Mengerikan Ini Bisa Terjadi Bila Anda Seks Oral!

Awas, Risiko Mengerikan Ini Bisa Terjadi Bila Anda Seks Oral!

Lifestyle | Rabu, 22 November 2017 | 21:57 WIB

Terkini

Apa Sunblock yang Bagus? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga

Apa Sunblock yang Bagus? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:05 WIB

4 Sunscreen yang Tidak Mengandung Alkohol dan Parfum untuk Meminimalkan Risiko Iritasi

4 Sunscreen yang Tidak Mengandung Alkohol dan Parfum untuk Meminimalkan Risiko Iritasi

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:10 WIB

4 Pensil Alis Waterproof yang Bagus dan Tahan Lama, Hasil Natural Sepanjang Hari

4 Pensil Alis Waterproof yang Bagus dan Tahan Lama, Hasil Natural Sepanjang Hari

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:05 WIB

7 Sepatu Lari Diskon di Foot Locker, Potongan Harga hingga 30 Persen

7 Sepatu Lari Diskon di Foot Locker, Potongan Harga hingga 30 Persen

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:49 WIB

Ramalan Zodiak Juli 2026 Lengkap, Siapa yang Paling Beruntung Bulan Ini?

Ramalan Zodiak Juli 2026 Lengkap, Siapa yang Paling Beruntung Bulan Ini?

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:35 WIB

Penyandang Diabetes Indonesia Tembus 20,4 Juta, Terapi DM Tipe 2 Bertambah

Penyandang Diabetes Indonesia Tembus 20,4 Juta, Terapi DM Tipe 2 Bertambah

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:12 WIB

Apa Zodiak Tahta Tertinggi? Bintang Ini Juaranya

Apa Zodiak Tahta Tertinggi? Bintang Ini Juaranya

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:10 WIB

5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian

5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:02 WIB

Merek Sepatu Lari Lokal yang Bagus Apa? Ini 5 Rekomendasi Seri Terlarisnya sesuai Review Pembeli

Merek Sepatu Lari Lokal yang Bagus Apa? Ini 5 Rekomendasi Seri Terlarisnya sesuai Review Pembeli

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:55 WIB

3 Sepatu Trail Running Lokal Terbaik, Ini Harga dan Review Pembeli setelah Dipakai

3 Sepatu Trail Running Lokal Terbaik, Ini Harga dan Review Pembeli setelah Dipakai

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:25 WIB

×