Array

Menyemprot Precum Sebabkan Kehamilan?

Kamis, 23 November 2017 | 21:00 WIB
Menyemprot Precum Sebabkan Kehamilan?
Ilustrasi pasangan bercinta. (Shutterstock)

Suara.com - Salah satu metode pencegahan kehamilan, di mana pasangan tidak membiarkan precum (cairan pra ejakulasi) masuk ke dalam vagina semakin banyak dilakukan akhir-akhir ini.

Konsepnya, lelaki akan segera menarik Mr. P mereka sebelum mereka berejakulasi. Namun, setelah studi baru tentang precum, metode ini tampaknya memiliki banyak area abu-abu yang perlu disorot.

Apakah benar precum bebas dari sperma? Dapatkah metode ini benar-benar tidak membuat perempuan hamil?

Precum mengacu pada cairan yang lolos dari Mr. P sebelum ejakulasi. Ini adalah cairan bening yang 'bocor' dan biasanya berada ujung Mr. P. Cairan ini disemprotkan untuk menetralkan sifat asam uretra.

Precum membantu sperma bertahan di dalam tubuh perempuan. Selain itu, precum bekerja sebagai pelumas dan membantu dalam penetrasi.

Penelitian terbaru menunjukkan, precum biasanya mengandung sperma yang tidak bergerak dan mati. Namun, ini tidak sesederhana itu. Banyak penelitian bahwa precum juga memiliki sperma hidup.

Sebuah studi mengungkapkan, beberapa lelaki secara teratur membocorkan sperma di precum mereka. Ini adalah fenomena umum dan kita masih tidak tahu faktor apa yang berkontribusi terhadapnya.

Nah, jika Anda melakukan metode 'penarikan' Mr. P untuk memcegah kehamilan, mungkin penjelasan di atas bisa membuat Anda berhenti melakukannya. Meski metode ini masih dapat dilakukan, karena peluang kehamilan cukup rendah karena jumlah sperma yang hadir di precum sedikit, tapi peluang kehamilan tetap masih ada.

Banyak yang percaya jika pasangan melakukan sesi seks kedua, jumlah sperma dalam air mani akan berkurang. Akan tetapi, jika lelaki Anda tidak buang air kecil setelah ejakulasi pertamanya, ada kemungkinan residu sperma hadir di precum-nya yang tersangkut di uretra. Ini membawa risiko kehamilan.

Baca Juga: Duh, Polusi Bisa Bahayakan Kualitas Sperma Lho!

Seringkali sulit untuk menarik garis antara keduanya, karena Anda tidak dapat benar-benar tahu kapan seseorang memulai dan yang lainnya berakhir. Keduanya dapat dengan mudah tercamlur dan jika Anda menerapkan metode penarikan, bahkan sepersekian detik pun dapat membuat perbedaan dan membuat Anda hamil. (TimesofIndia)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI