Kopi Luwak dengan Banyak Manfaat, Sepadankah Bila Dijual Murah?

Fabiola Febrinastri

Kamis, 21 Desember 2017 | 12:19 WIB
Kopi Luwak dengan Banyak Manfaat, Sepadankah Bila Dijual Murah?
Ilustrasi kopi luwak. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Jika mendengar kata “kopi luwak”, maka yang ada dalam benak kebanyakan orang adalah jenis kopi mahal yang hanya bisa dikonsumsi oleh mereka yang berkantung tebal. Konon jenis kopi yang satu ini harganya bisa mencapai Rp200 ribu per cangkir.

Fakta ini mungkin saja benar, sebab kopi luwak memang memerlukan proses khusus yang tidak dilalui kopi konvensional. Sejumlah proses rumit, plus keberadaan binatang luwak yang memfermentasi biji-biji kopi di dalam perutnya, sangat mungkin menjadikannya mahal.

Mengapa?

Proses produksi kopi luwak tak sama dengan kopi biasa. Sebelum dikemas dan disajikan, biji-biji kopi pilihan harus difermentasi di dalam perut luwak selama beberapa waktu, hingga kemudian dipanen dan melalui sejumlah proses selanjutnya.

Di Indonesia, kopi luwak masih diproduksi secara terbatas. Ada beberapa kawasan sentra produksi kopi jenis ini, sebut saja beberapa diantaranya, Lampung, Mandailing, Priangan, Bondowoso, dan Bali.

Di kawasan-kawasan penghasilnya inilah, kopi luwak harus melalui serangkaian proses manual, yaitu pemetikan biji kopi, fermentasi di dalam perut luwak, pemanenan setelah dibuang dalam bentuk kotoran luwak, pengeringan, dan penggilingan.

Luwak yang diikutkan dalam proses ini pun tidak sembarangan, karena harus dipilih yang sehat dan tak bercacat. Kondisi luwak yang prima diyakini mampu menghasilkan kopi yang terbaik pula.

Selain sejumlah proses rumit dalam menghasilkan kopi luwak premium dan adanya standar kesehatan bagi luwaknya sendiri, harga kopi luwak pun akan melonjak lebih tinggi jika ditambah beberapa faktor lain.
Faktor-faktor itu adalah;
1. Lokasi pembelian
Jika membeli kopi luwak di lokasi-lokasi elite, seperti hotel berbintang atau cafe, tentu harganya sangat mahal. Hal ini terkait dengan harga jual dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang harus dibayarkan.

2. Bentuk dan kemasan
Jangan terkecoh dengan kemasan yang menarik dan sangat bagus, sebab harga kopi luwak dalam kemasan demikian akan membuat harganya meroket tajam. Kemasan seperti ini biasanya ditujukan pada konsumen yang ingin memberikannya kepada kolega atau klien.

3. Nikmat dan mengurangi risiko kanker
Kalau kopi biasa dinikmati karena kelezatannya, maka kopi luwak memiliki manfaat lain yang terkait kesehatan. Salah satunya adalah mengurangi risiko kanker pada mereka yang rutin mengonsumsinya.

Sebuah penelitian yang pernah diterbitkan di The Journal Nutrition, menyebut, jika mengonsumsi empat cangkir kopi luwak sehari akan menurunkan risiko kanker payudara sebesar 38 persen, dan untuk bisa mendapat hasil yang maksimal pada kesehatan kulit, sebaiknya kopi luwak dikonsumsi dua cangkir sehari.

Dengan banyaknya manfaat tersebut, rasanya sepadan kalau kopi luwak dibanderol dengan harga yang tinggi/mahal, dan bukan seperti harga kopi sachetan.

Buat Anda yang belum rutin mengonsumsinya, maka inilah saatnya untuk mendapatkan manfaat maksimal dari kopi luwak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kopi Luwak Punya Banyak Keunggulan, Mungkinkah Dijual Murah?

Kopi Luwak Punya Banyak Keunggulan, Mungkinkah Dijual Murah?

Lifestyle | Selasa, 12 Desember 2017 | 11:50 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×