Jangan Sering Bertemu saat Baru Memulai Hubungan, Mengapa?

Kamis, 28 Desember 2017 | 20:15 WIB
Jangan Sering Bertemu saat Baru Memulai Hubungan, Mengapa?
Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Saat memulai berkencan, Anda dan pasangan mungkin akan sering bertemu dan tidak bisa menahan rindu satu sama lain. Hubungan yang sedang hangat-hangatnya ini tentu membuat Anda dan pasangan tidak ingin melewatkan satu hari pun tanpa bersama.

Tapi, tahukah Anda bahwa ini mungkin tidak dianjurkan. Para ahli mengklaim, saat memulai hubungan, Anda dan pasangan mungkin justru harus mengurangi jumlah waktu yang Anda berdua habiskan bersama.

Scott Carroll, psikiater dan penulis Do not Settle: How to Marry the Man You Were Meant For percaya bahwa kunci untuk memulai sebuah hubungan yang bahagia, terletak pada intensitas bertemu satu sama lain yakni dua kali seminggu.

"Penting untuk Anda dan pasangan menahan rindu untuk bertemu dua kali seminggu, agar Anda memiliki banyak waktu pada kencan baru Anda dan memberi perasaan terdalam yang berasal dari alam bawah sadar Anda," katanya dilansir Independent.

Dr. Seth Meyers, seorang psikolog dan penulis klinis berlisensi, baru-baru ini menulis tentang hubungan romantis baru yang terlalu sering bertemu dapat mempengaruhi hubungan Anda secara negatif dalam jangka panjang.

"Sebagai seorang psikolog yang bekerja dengan klien dalam masalah hubungan, saya dapat membagikan informasi anekdotal bahwa, satu faktor yang merusak banyak hubungan di awal adalah kecenderungan untuk mempercepat banyak hal," tulisnya di Psychology Today.

Menurut Meyers, beberapa pasangan mungkin bisa menghabiskan setiap malam bersama di awal hubungan. Kondisi ini berhasil pada mereka, tapi bukanlah formula yang akan menghasilkan kesuksesan romantis untuk jangka panjang.

"Perasaan dalam ini penting karena akan membantu Anda melihat masalah dengan minat cinta baru Anda," tambah dia.

Meyers menjelaskan bagaimana dia melihat pasangan baru bersama sepanjang waktu, meningkatkan keinginan untuk intim secara fisik dan seksual, yang dapat membuat Anda berisiko mengalami emosi yang terlalu cepat.

"Masalah dengan dinamika ini adalah, melihat satu sama lain terlalu sering pada awalnya akan menempa ilusi keintiman dan ketergantungan, meskipun setiap orang tahu bahwa dibutuhkan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk benar-benar mengenal seseorang," kata dia.

Namun Meyers mengakui bahwa jika pasangan benar-benar bermaksud untuk tetap bersama, saling bertemu beberapa kali dalam seminggu seharusnya tidak membuat perbedaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI