Michael Howard, Mantan Gangster di AS yang Kini Jadi Motivator

Ririn Indriani, Dinda Rachmawati

Selasa, 08 Mei 2018 | 09:15 WIB
Michael Howard, Mantan Gangster di AS yang Kini Jadi Motivator
Michael Howard yang juga piawai memainkan piano ini pernah meluncurkan single bertajuk 'Satu Mata Hatiku. (michaelhowardreturn/Instagram)

Masuk Penjara Anak di AS
Di usia 14 tahun, Micahel pun mulai berteman dengan geng jalanan dan bergabung menjadi anggota gangster di usia 16 tahun. Sejak saat itulah, hidupnya semakin hancur. Parahnya lagi ia bahkan pernah dijebloskan ke penjara anak-anak akibat narkoba dan sepak terjangnya yang melawan hukum.

Menurut Michael, menjadi anggota geng memang mengharuskannya untuk berani melakukan perbuatan yang melawan hukum, seperti penyalahgunaan narkoba dan bertarung dengan teman-teman sebayanya. Setelah itu, dia juga diharuskan untuk menyerang orang yang ditunjuk bosnya secara acak di jalan.

“Saya sebenarnya ingin menghabiskan waktu dengan keluarga, namun tidak mendapatkannya. Nah, akhirnya saya cari itu di luar, masuk geng. Moto geng di Amerika itu 'we are family'," tutur Michael.

Saat menjadi anggota geng, Michael mengaku semakin mudah mendapatkan narkoba. Bukan hanya sebagai pemakai, dia juga menjadi seorang bandar. Dari sanalah ia mulai mendapatkan uang yang membuatnya kaya raya dan tidak merasa kekurangan.

Dari kegiatan ilegal ini, ia bahkan bisa mendapatkan 8-11 ribu dolar AS per bulan. Michael bisa membeli apapun dan melakukan apapun untuk kesenangannya, seperti karaoke, judi dan pergaulan bebas.

"Walaupun jadi bandar, polisi nggak pernah curiga. Karena kemana-mana saya pakai mobil mewah, pakaian rapi. Padahal kalau dibuka kap mobil saya isinya narkoba sama pistol semua,” ungkapnya yang juga pernah bisnis senjata ilegal.

Narkoba, lanjut Michael, benar-benar mengendalikan dirinya. Berkali-kali ia harus berurusan dengan kepolisian hingga akhirnya salah satu teman dekatnya, sesama pengedar ditembak mati polisi.

Kejadian itu membuatnya terpukul dan menjadi lebih sering berdiam diri di rumah. Ia juga mulai mengurangi pemakaian narkoba.

"Saya mulai berpikir, minum setiap hari, bisa makan yang enak, bisa beli apa saja, tapi kok saya masih merasa tidak bahagia. Sesuatu yang saya cari dari kecil itu, seperti masih belum bisa saya temukan. Di tambah lagi satu persatu teman saya di geng itu meninggal, lama-lama saya mulai berpikir," ceritanya panjang lebar.

baca juga

Dilarang Masuk AS Seumur Hidup dan Bertobat
Tekad bulatnya untuk benar-benar berubah dan keluar dari 'lubang hitam' tersebut muncul saat kali ketiga Michael dijebloskan ke dalam penjara. Kali ini kasusnya penyerangan terhadap salah satu anggota saudaranya.

Ia terpicu emosi ketika disindir mengenai latar belakangnya sebagai pecandu narkoba. Michael kemudian dijebloskan ke penjara San Quentin dan sempat beberapa kali dipindahkan, karena terlibat dalam pertengkaran.

Menjalani hari di penjara Amerika yang lebih ketat peraturannya ini bagi Michael seperti hidup di neraka.

"Setahun setelah saya menerima bahwa saya berada di dalam penjara, saya mulai bertanya kenapa saya ada di sini? Jawabannya simpel, apa yang kamu tabur, pasti itu kamu tuai. Kamu banyak menabur kejahatan, jual narkoba, jual pistol, jadi jangan heran kalau kamu menuai penjara. Jadi jangan menangis," ujar dia yang juga pernah masuk dalam agama satanis di Amerika.

Tak lama, Michael pun mendapatkan vonis deportasi. Pada 2014, kepulangannya ke Indonesia didampingi aparat keamanan dari U.S. Marshals yang ditugaskan untuk memastikannya benar-benar sampai di Indonesia.

Ia harus menerima vonis tersebut, karena tindakan kriminal yang sudah sangat keterlaluan. Michael bahkan tidak diizinkan lagi untuk kembali ke AS seumur hidupnya.

"Jadi di dalam penjara mulai pelan-pelan untuk bertobat. Saat dideportasi saya sudah punya tujuan bahwa saya mau hidup benar, apapun, gimanapun caranya, saya sudah berjanji sama Tuhan bahwa saya tidak akan mengambil jalan yang salah dengan cara cari uangnya," ujarnya.

Menjalani hidup seorang diri di Indonesia dan harus memulainya dari nol membuat Michael merasa sangat ketakutan. Ia mengaku sangat membutuhkan bimbingan.

Namun lelaki yang jago main piano ini tak patah arang dan terus berjuang. Ia mulai rajin memberikan kesaksian hidupnya di hadapan para narapidana di rumah tahanan.

Semua kisah perjalanan hidupnya lantas Michael tulis menjadi sebuah buku berjudul 'Return'. Sejak itu kiprahnya menjadi seorang motivator Indonesia mulai melebar.

Dia pun mendapat kesempatan untuk satu panggung dengan para motivator kenamaan, di antaranya Merry Riana, Tung Desem Waringin dan James Gwee.

Michael percaya bahwa Tuhanlah yang membawanya sampai ke titik ini. Dia benar-benar tahu maksud Tuhan dalam hidupnya.

"Hidup ini pilihan, simpel, pilihan Anda akan menentukan masa depan. Untuk keluar dari dunia seperti itu perjuangannya susah sekali seperti merangka dari liang kubur. Tapi saya tidak pernah menyerah," tutup Michael, yang pernah menelurkan Single bertajuk Satu Mata Hatiku.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Choirul Mahpuduah, Sosok di Balik Terkenalnya Kampung Kue Rungkut

Choirul Mahpuduah, Sosok di Balik Terkenalnya Kampung Kue Rungkut

Lifestyle | Senin, 23 April 2018 | 11:12 WIB

Lia Karina Mansur, Taekwondoin Hijab Berprestasi dari Yogyakarta

Lia Karina Mansur, Taekwondoin Hijab Berprestasi dari Yogyakarta

Lifestyle | Senin, 16 April 2018 | 09:46 WIB

Jadi Petani, Adi Pramudya Ekspor Lengkuas ke Shanghai

Jadi Petani, Adi Pramudya Ekspor Lengkuas ke Shanghai

Lifestyle | Senin, 12 Maret 2018 | 10:22 WIB

Terkini

Meski Lolos dari Frontier Market, IHSG Tetap Merah Pagi ini di level 6.300

Meski Lolos dari Frontier Market, IHSG Tetap Merah Pagi ini di level 6.300

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:18 WIB

Red Riding Hood Jadi Detektif, Adaptasi Anime TV Dijadwalkan Tayang 2027

Red Riding Hood Jadi Detektif, Adaptasi Anime TV Dijadwalkan Tayang 2027

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:15 WIB

5 Shade Bedak untuk Kulit Cerah agar Wajah Tidak Pucat dan Makeup Flawless

5 Shade Bedak untuk Kulit Cerah agar Wajah Tidak Pucat dan Makeup Flawless

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:15 WIB

Amplop Suhardiman Amby, KPK Berpeluang Periksa Kapolres Kuansing dan Ajudan Raja Juli

Amplop Suhardiman Amby, KPK Berpeluang Periksa Kapolres Kuansing dan Ajudan Raja Juli

Riau | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:08 WIB

Pemegang Saham Waspada, CPIN dan GOTO Hengkang dari MSCI Global Standar Indexes

Pemegang Saham Waspada, CPIN dan GOTO Hengkang dari MSCI Global Standar Indexes

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Chery Indonesia Catat Lonjakan Pemesanan di GIIAS 2026

Chery Indonesia Catat Lonjakan Pemesanan di GIIAS 2026

Otomotif | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:04 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Makin Pedas, Rawit Merah Tembus Rp61.700/Kg

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Makin Pedas, Rawit Merah Tembus Rp61.700/Kg

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:03 WIB

Waspada WhatsApp Kena 'Account in Review', Segera Atur Privasi Grup Biar Orang Asing Tak Bisa Add

Waspada WhatsApp Kena 'Account in Review', Segera Atur Privasi Grup Biar Orang Asing Tak Bisa Add

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Kejagung Tahan 2 Tersangka Korupsi Pajak Pulp PT TPL, Kerugian Capai Rp2 Triliun

Kejagung Tahan 2 Tersangka Korupsi Pajak Pulp PT TPL, Kerugian Capai Rp2 Triliun

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:01 WIB

Huawei Pura 90s Series Siap Masuk Indonesia Pamer AI dan Kamera Telephoto 200MP

Huawei Pura 90s Series Siap Masuk Indonesia Pamer AI dan Kamera Telephoto 200MP

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:58 WIB

×