Empat Cara Agar Memanggang Makanan Lebih Sehat

Ririn Indriani | Risna Halidi
Empat Cara Agar Memanggang Makanan Lebih Sehat
Memanggang makanan bersama keluarga. (Shutterstock)

Menyantap makanan yang dipanggang memang begitu lezat, tapi Anda perlu tahu cara memanggang yang lebih sehat agar terhindar dari risiko kesehatan.

Suara.com - Memanggang makanan bersama keluarga bisa jadi merupakan salah satu tradisi keluarga Anda saat menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri, tapi Anda juga perlu tahu cara memanggang makanan yang lebih sehat agar tak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Nah, dilansir dari Time.com, berikut adalah empat cara memanggang makanan yang lebih sehat yang bisa Anda praktikkan.

1. Grill seperti pescatarian
Pescatarian adalah istilah yang digunakan untuk orang yang tidak mengonsumsi daging tetapi tetap memakan ikan.

Membakar daging sendiri dapat menghasilkan zat kimia penyebab kanker yang disebut heterocyclic amines (HCA).

Meski kebanyakan jenis ikan menghasilkan HCA yang sama seperti daging ketika dimasak pada suhu tinggi, namun hal tersebut tidak berlaku pada udang, kerang, tiram, udang karang, dan lobster.

Pun pada buah-buahan dan sayuran seperti jagung, persik, cabai, terong, nanas, labu dan semangka saat dimasak sepert barbekyu.

2. Jangan terlalu lama
Selain menghasilkan senyawa karsinogenik atau penyebab kanker, ada racun lain yang dihasilkan saat memanggang daging terlalu lama yaitu senyawa yang meningkatkan risiko terkena diabetes Tipe 2.

Kata seorang peneliti nutrisi pascadoktoral di Harvard T.H. Chan School of Public Health, Gang Liu, cara kerjanya adalah dengan mengganggu proses yang mengatur peradangan dan sensitivitas insulin. "Hindari memasak daging sampai hangus atau lakukan dengan sangat baik," kata Liu.

3. Berpikir di luar daging merah
Studi telah menemukan fakta bahwa mengonsumsi daging merah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, kanker, diabetes, dan kematian dini.

Bahkan daging olahan seperti sosis, bacon, dan hot dog tampaknya memiliki dampak yang lebih buruk lagi.

Ketika dimasak pada suhu tinggi, pengawet nitrit dan nitrat yang terdapat pada daging olahan bisa memicu pembentukan racun yang disebut nitrosamin. Seperti halnya HCA, racun ini juga dianggap karsinogenik.

Untuk alasan tersebut, unggas, ikan atau protein nabati merupakan pilihan yang lebih cerdas daripada daging merah untuk dipanggang.

Tetapi jika Anda tak ada pilihan lain, coba daging steak merah yang belum diolah. Ini terjadi karena daging tak diolah masih memiliki banyak zat besi, protein, dan vitamin B, sehingga bagi kebanyakan orang, tidak masalah untuk mengonsumsinya sesekali.

4. Buat bumbu pelindung
Panggang daging dengan bumbu perendam yang terbuat dari minyak, air, cuka dan rempah-rempah kaya antioksidan seperti rosemary, oregano, dan thyme selama sekitar 30 menit sebelum dimasak.

Tindakan ini dianggap mampu memblok sebagian formasi senyawa HCA. Lada bubuk dan bawang putih juga sangat baik.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS