Minyak Zaitun Bisa Mencegah Kenaikan Kolesterol Pasca Lebaran

Kamis, 07 Juni 2018 | 09:24 WIB
Minyak Zaitun Bisa Mencegah Kenaikan Kolesterol Pasca Lebaran
Minyak zaitun (shutterstock)

Suara.com - Perayaan Lebaran di Indonesia identik dengan sajian serba santan yang berpotensi menaikkan kadar kolesterol, seperti opor, rendang, dan sambal goreng. Tak heran jika terjadi peningkatan kunjungan ke rumah sakit pasca Lebaran dengan keluhan pusing hingga stroke.

Masakan kaya santan dan minyak memang sering dituding sebagai biang keladi banyak penyakit tidak menular. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pola makan tidak sehat adalah salah satu faktor risiko utama untuk berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes, dan kondisi lain yang terkait dengan obesitas.

Namun belakangan diketahui bahwa penggunaan minyak zaitun ternyata bisa membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Minyak zaitun kaya akan vitamin E, mengandung nol kolesterol, dan 77 persen kandungan lemaknya adalah jenis lemak tak jenuh. Minyak zaitun biasa digunakan untuk menggoreng, menumis, atau memanggang hidangan penutup seperti kue Red Velvet.

Dengan sederet kandungannya tersebut, penelitian menyebutkan bahwa minyak zaitun dapat membantu mengelola kadar kolesterol, darah tinggi, atau penyakit arteri koroner melalui perbaikan pola makan.

"Proses menggoreng telah menjadi bagian dari kebiasan masak yang tidak dapat dipisahkan. Dengan menggunakan minyak zaitun, masyarakat dapat menggoreng dan menikmati makanan yang lezat dengan sehat," ungkap Head of Asia Bertolli, Alberto Perez Martin.

Alberto berharap, perayaan Idul Fitri kali ini juga sekaligus dapat merayakan kesehatan bersama orang tersayang. Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah memikirkan jenis makanan sehat yang akan disajikan sebagai langkah kecil yang mengarah pada perubahan yang lebih besar.

Salah satu perubahan sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan mengganti minyak masak yang digunakan. "Minyak zaitun menguntungkan bagi kesehatan. Ketika memasak untuk diri sendiri dan keluarga kita, tentu kita harus memilih yang terbaik. Berinvestasi dalam kesehatan merupakan jenis investasi terbaik," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI