Pesan Anne-Birgitte Albrectsen, Pejuang Hak Anak Segala Bangsa

Vania Rossa, Risna Halidi

Senin, 02 Juli 2018 | 12:48 WIB
Pesan Anne-Birgitte Albrectsen, Pejuang Hak Anak Segala Bangsa
Anne-Birgitte Albrectsen, pejuang hak anak. (Suara.com/Risna Halidi)

Suara.com - Kesetaraan bagi anak perempuan memberi kontribusi yang besar bagi ekonomi dan sosial masyarakat. Hal tersebut diungkapkan oleh Chief Executive Officer Plan International, Anne-Birgitte Albrectsen, saat melakukan wawancara khusus dengan beberapa media di Jakarta.

Plan International sendiri merupakan organisasi pengembangan masyarakat dan kemanusiaan international yang berpusat pada pemenuhan hak anak dan kesetaraan anak perempuan.

Kata perempuan yang akrab disapa Abby (AB), permasalah seperti perkawinan anak, khususnya pada anak perempuan, terjadi bukan hanya di negara berkembang seperti Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia.

"Ini (perkawinan anak) bukan hanya di Indonesia, tapi juga di bagian dunia yang lain. Banyak anak menikah terlalu dini, anak hamil terlalu dini. Kami berkomitmen melakukan apa saja untuk mengurangi perkawinan anak sampai 2030," terang Abby.

Abby kini menjabat posisi sebagai Chief Executive Officer Plan International sejak September 2015 lalu.

Sebelum bergabung dengan Plan International, AB pernah menjabat sebagai Asisten Sekretaris General PBB dan Deputi Direktur Eksekutif untuk Manajemen di United Nations Population Fund (UNFPA).

Di sela-sela kunjungan Abby di Indonesia, ia menjelaskan bagaimana kondisi dan fakta-fakta mengenai perkawinan anak.

Diambil dari data PBB dan BPS tahun 2016, setiap jam, ada 16 anak perempuan Indonesia yang menikah sebelum usia 18 tahun.

Menurut Abby, ada beberapa faktor yang mendorong terjadinya perkawinan anak, seperti tidak mendapatkan akses pendidikan seksual yang komprehensif, perilaku berisiko, kemiskinan, ketidaksetaraan gender, nilai budaya, agama, dan kehamilan yang tidak diinginkan.

baca juga

"Ini keadaan yang menyedihkan. Kita memerlukan edukasi seks yang benar," tambahnya.

Meski begitu, Abby berpendapat bahwa faktor perkawinan anak karena agama sudah sangat jarang terjadi.

"Perkawinan anak terjadi di negara Islam maupun Kristen, jadi tidak ada kaitan dengan agama. Pada akhirnya pernikahan, saya tidak ingin menghakimi, tapi lelaki sejati tidak akan menikahi anak-anak," tutup Abby.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perkawinan Anak Dapat Merugikan Ekonomi Dunia

Perkawinan Anak Dapat Merugikan Ekonomi Dunia

Health | Minggu, 01 Juli 2018 | 07:12 WIB

Posting Foto Anak Perempuan, Mengapa Hamish Daud Banjir Pujian?

Posting Foto Anak Perempuan, Mengapa Hamish Daud Banjir Pujian?

Your Say | Rabu, 06 Juni 2018 | 13:57 WIB

Sosisalisasi di Sekolah Dapat Mencegah Perkawinan Anak

Sosisalisasi di Sekolah Dapat Mencegah Perkawinan Anak

Health | Kamis, 22 Maret 2018 | 06:20 WIB

Terkini

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

Sebut Hotspot Karhutla Kalbar Turun, Raja Juli: Kondisi Kalbar Tidak Sedang Baik-baik Saja

Sebut Hotspot Karhutla Kalbar Turun, Raja Juli: Kondisi Kalbar Tidak Sedang Baik-baik Saja

Kalbar | Kamis, 03 September 2026 | 22:30 WIB

Sherina Rasakan Langsung Tantangan Padamkan Karhutla Kalimantan

Sherina Rasakan Langsung Tantangan Padamkan Karhutla Kalimantan

Video | Kamis, 03 September 2026 | 22:20 WIB

×