Masa Depan Anak-anak Lereng Merapi di Sekolah Gunung Merapi

RR Ukirsari Manggalani

Rabu, 12 September 2018 | 19:00 WIB
Masa Depan Anak-anak Lereng Merapi di Sekolah Gunung Merapi
Gunung Merapi [Instagram/@btngunungmerapi].

Suara.com - Tak jauh dari lokasi pemantauan Gunung Merapi yang terletak di Pangukrejo terdapat sebuah sekolah yang dahulu merupakan Sekolah Dasar Negeri Pangukrejo. Sayangnya, tak lagi bisa digunakan karena dampak erupsi Gunung Merapi 2010.

Seiring berjalannya waktu, pada Desember tahun 2015 sekolah itu dihidupkan kembali. Namun konsep yang digunakan tidak lagi mengikuti sistem pemerintah. Namanya pun berganti menjadi Sekolah Gunung Merapi (SGM).

Seorang perempuan berparas blasteran Indonesia dan Inggris keluar dari dalam Sekolah Gunung Merapi. Namanya Yasmin Winnett, kelahiran Jakarta, 1988. Hidupnya dihabiskan di Inggris, dan kuliah jurusan kajian Sastra Indonesia dan Geografi di Universitas School of Oriental African Studies (SOAS), London.

Pada 2010 ia mendapatkan program belajar di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Di waktu yang bersamaan terjadilah erupsi Gunung Merapi.

Pada 2015 ia kembali ke Indonesia, membuat sebuah sekolah yang bisa digunakan anak-anak di lereng Gunung Merapi untuk belajar serta membantu masyarakat agar bisa memulihkan perekonomian mereka kembali, dinamai Sekolah Gunung Merapi.

“Pada awal bencana banyak sekali bantuan, para donatur semangat sekali membantu, akan tetapi beberapa bulan setelah erupsi sudah jarang ada bantuan, satu sisi warga masih krisis karena tidak banyak yang bantu. Setelah tidak ditetapkan lagi sebagai bencana darurat, ternyata banyak hal yang bisa dikerjakan, termasuk membuat sekolah itu,’’ tutur Yasmin.

Ia mengungkapkan kondisi di Gunung Merapi berbeda dengan sekolah yang lain. Dirinya tidak ingin membuat sebuah konsep pendidikan yang sama seperti daerah perkotaan pada umumnya atau mengikuti pola pendidikan pemerintah Indonesia. Pertimbangannya bukan karena tidak menghargai pemerintah, melainkan karena secara geogarfis dan kultur serta mekanisme yang diinginkan Yasmin berbeda.

Dampak abu vulkanis Gunung Merapi di Wonolelo, Sawangan, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (1/6).
Dampak abu vulkanis Gunung Merapi di Wonolelo, Sawangan, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (1/6).

“Anak-anak harus siap untuk menyongsong masa depan, selain itu mereka juga harus bisa beradaptasi dengan cepat usai bencana itu terjadi lagi. Apa yang kami berikan melalui kegiatan di sini untuk menyiapkan anak-anak agar masa depan mereka ceria. Saya berharap mereka membuat kreativitas, mampu berbahasa inggris, bisa menggunakan komputer dari semua itu tujuannya supaya mereka membuat usahanya sendiri dengan membuat sesuatu yang menarik dan konsep baru,’’ ujarnya.

Ada empat konsep yang diusungnya dalam menerapkan pendidikan bagi anak-anak dan masyarakat yaitu Mitigasi, Toleransi, Ekologi dan Nutrisi.

baca juga

“Konsep yang kami usung tidak jauh tidak jauh melepaskan kearifan lokal dan letak geografis di Gunung Merapi, sisi Pariwisata, Ekologi, Mitigasi dan Toleransi serta hidup dengan makanan yang sehat menjadi konsep dasar pendidikan ini,’’ ungkap Yasmin.

Salah satu hal positif yang ditanamkan Yasmin adalah tidak ingin anak didiknya menjadi takut dengan dirinya sendiri, bahkan menjadi tidak punya kreativitas hanya karena sistem pendidikan yang diajarkan tidak membantu mereka bisa belajar mandiri dan menjunjung tinggi independensi. Sekolah Gunung Merapi ada untuk membuat anak bisa bebas menentukan keinginannya.

“Dari usia paling kecil sudah diperkenalkan kepada perbedaan agama, suku, etnis, dan tidak boleh ada diskriminasi, harus terbuka antar sesama. Saya pikir kalau mengerti itu sejak kecil akan terbawa sendirinya ketika sudah dewasa bahkan seumur hidupnya. Ini prioritas besar saya sekarang. Dari perubahan iklim hingga ketidakdamaian karena intoleransi harusnya semua orang bisa fokus ke situ. Anak-anak dibebaskan untuk memilih dan menerima apa yang kami sampaikan,’’ papar Yasmin secara detail.

Kontributor : Abdus Somad

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jazz Gunung Ijen 2018 Hanya 1 Hari, Ini Jadwal dan Harga Tiketnya

Jazz Gunung Ijen 2018 Hanya 1 Hari, Ini Jadwal dan Harga Tiketnya

Lifestyle | Senin, 10 September 2018 | 20:30 WIB

5 Gunung Ini Jadi Lokasi Upacara Hari Kemerdekaan RI

5 Gunung Ini Jadi Lokasi Upacara Hari Kemerdekaan RI

Lifestyle | Jum'at, 17 Agustus 2018 | 20:15 WIB

Status Gunung Merapi Waspada, Jalur Pendakian Ditutup

Status Gunung Merapi Waspada, Jalur Pendakian Ditutup

Lifestyle | Rabu, 15 Agustus 2018 | 15:51 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×