Tren Cetak Foto Meningkat di Era Digital, Ini Alasannya

Vania Rossa | Firsta Nodia
Tren Cetak Foto Meningkat di Era Digital, Ini Alasannya
Foto cetak dan album foto. (Shutterstock)

Kembali ke zaman dulu, generasi milenial suka membuka album untuk lihat foto, lho.

Suara.com - Tren cetak foto kembali meningkat di era digital , setelah sebelumnya hasil foto selalu diabadikan di hard disk komputer atau memori ponsel. Menyimpan foto secara digital, meski terkesan praktis, berisiko tinggi hilang karena rusaknya media penyimpanan.

Seperti yang dirasakan oleh selebritis Zaskia Adya Mecca. Istri dari Hanung Bramantyo ini pernah mengalami kesedihan luar biasa ketika harus merelakan foto-foto spesial yang disimpan di hard disk hilang karena rusak. Padahal, di situ tersimpan semua kenangan mulai dari proses pernikahannya dengan sang suami hingga kelahiran buah hatinya.

"Aku nggak pernah tahu kalau hard disk jatuh bisa bikin data hilang. Aku datang ke semua orang yang ngerti, karena semua foto itu aku simpan di sana. Dari kenangan dekat sama Mas Hanung sampai proses lahiran, hilang dalam sekejap. Nggak ada back up sama sekali. Sedih nggak karuan," ujar Zaskia dalam temu media Pesta 10.10 ID Photo Book di Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Melihat fenomena serupa yang banyak terjadi di era digital seperti sekarang, Afrig Wasiso hadir dengan inovasinya melalui Id Photo Book. Usaha yang dirintisnya sejak dua tahun lalu membantu banyak orang untuk mengabadikan kenangan lewat album fisik yang sering dilakukan orang dulu.

"Sebenarnya, ini terinspirasi dari kakek saya yang hobi foto kalau traveling dan selalu mencetak foto dan menyimpannya di album. Terus di beri catatan ini sedang di daerah mana. Jadi, ketika kita buka album foto , jadi teringat kenangan masa lalu. Akhirnya terpikir untuk membuat Id Photo Book," kata Afrig, CEO Id Photo Book.

Lewat Id Photo Book, Afrig mengatakan, masyarakat hanya perlu mengirimkan foto yang ingin dicetak dalam bentuk album melalui website. Dalam sehari, Id Photo Book bisa mencetak hingga 1000 album foto.

"Tren cetak foto kita lihat tren ini sempat stop. Kalau dulu orang pakai kamera, harus isi film untuk mengabadikan momen. Jadi, mau nggak mau harus dicetak untuk lihat hasilnya. Tapi sekarang, dengan ponsel, mereka bisa lihat foto kapan saja. Cuma akhir-akhir ini kita lihat tren cetak foto semakin bagus, apalagi sudah mulai booming usaha cetak foto digital," ujar Afrig.

Ia optimis bahwa tren cetak foto semakin meningkat karena kini melihat album foto bisa menjadi salah satu cara untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga. Hal ini didukung oleh data yang dihimpun Id Photo Book dimana 90 persen pelanggannya adalah ibu-ibu.

"Yang paling banyak itu cetak foto momen bersama anak. Perjalanan dari hamil sampai lahir, foto USG, sampai anaknya belajar jalan, itu paling sering kita terima. Jadi walau era digital, tren cetak foto akan terus meningkat," tambah dia.

Dalam perayaan dua tahun ini, Id Photo Book, kata Afrig, mengadakan Pesta 10.10 dengan menawarkan berbagai promo. Hanya dengan membeli paket cetak foto Queen Series sebesar Rp 99 ribu, pelanggan berkesempatan mendapatkan dua undian yang akan diundi mingguan hingga grand prize emas, ponsel, TV, hingga liburan ke Singapura, Bali, dan Yogyakarta.

"Promo spesial ini berlangsung mulai 10 Oktober hingga 10 November 2019. Pelanggan hanya perlu membeli paket promo queen series Rp 99 ribu dan bisa berkesempatan mendapat hadiah undian tersebut," tandas dia.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS