Bagaimana Nasib Profesi Pustakawan di Era Digital?

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Kamis, 12 Juli 2018 | 21:36 WIB
Bagaimana Nasib Profesi Pustakawan di Era Digital?
Perpustakaan Nasional RI yang memiliki 24 lantai ini berlokasi di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta. (Suara.com/Firsta Nodia)

Suara.com - Jika dulu kita harus berusah payah untuk mengunjungi perpustakaan, kini di era digital hanya dengan sentuhan jari di layar ponsel pintar kita bisa mendapatkan informasi melalui jurnal online maupun e-book.

Lalu bagaimana nasib para pustakawan di era digital seperti sekarang? Akademisi, Prof. Sulistyo Basuki mengatakan bila tak mengikuti perubahan zaman, bukan tak mungkin profesi pustakawan akan hilang ditelan zaman pada 2030.

"Sekarang terjadi perubahan pada pekerjaan pustakawan karena teknologi. Dulu kan katalogisasi pakai mesin ketik, harus buka halaman, judul, pengarang berapa panjang buku harus diketik. Sekarang nggak perlu, tinggal pakai komputer bisa mengurutkan otomatis," ujar Prof Sulistyo pada Gelar Wicara Memperingati 45 Tahun Ikatan Pustakawan Indonesia di Perpustakaan Nasional, Kamis (12/7/2018).

Bahkan ia memprediksi bahwa sebutan pustakawan yang merujuk pada ahli perpustakaan bisa saja berubah seiring dengan digitalisasi. Begitu pula dengan peran yang akan diemban para pustakawan di masa mendatang.

"Fungsi mungkin akan berubah. Penamaannya juga mungkin akan berubah jadi pustakawan web atau pustakawan cyber. Ada tugas-tugas yang dulu hilang atau ada sebagian yang muncul," ujar Prof Sulistyo.

Gelar Wicara Memperingati 45 Tahun Ikatan Pustakawan Indonesia di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Kamis (12/7/2018). (Suara.com/Firsta Nodia)
Gelar Wicara Memperingati 45 Tahun Ikatan Pustakawan Indonesia di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Kamis (12/7/2018). (Suara.com/Firsta Nodia)

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Roy Sembel menambahkan, untuk bisa bertahan di era digital seperti sekarang pustakawan harus memperbarui kemampuan. Gali potensi lain yang tidak bisa digantikan oleh mesin yang diberi kecerdasan artifisial seperti yang sudah dilakukan di beberapa negara.

"Bukan tidak mungkin nanti di perpustakaan bakal ada robot yang bisa menjawab pertanyaan pengunjung. Nah sebagai manusia, wisdom atau kebijaksanaan ini tak bisa diganrikan oleh robot. Jadi harus dikembangkan lebih lanjut, harus pro aktif dan mengikuti perkembangan zaman," terangnya.

Selain menggelar gelar wicara, Ikatan Perpustakaan Indonesia juga meluncurkan website ipi.perpusnas.go.id Kepala Perpustakaan Nasional Drs. Muh Syarif Bando, MM mengatakan situs ini bisa menjadi media bagi pustakawan Indonesia untuk menampilkan karya mereka.

"Tahun 2019 ini kita targetkan menjadi pustaka berkarya. Saya Harap pustakawan bisa mengirimkan hasil karyanya di situs ini sehingga dapat menjadi kesempatan bagi pustakawan untuk mempromosikan hasil karyanya ke masyarakat," jelasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Media Online yang Membangun Merek Hadir di Era Digital

Media Online yang Membangun Merek Hadir di Era Digital

Your Say | Kamis, 22 Maret 2018 | 15:00 WIB

Pustakawan Nasional Terbaik Akan Bertanding di Myanmar

Pustakawan Nasional Terbaik Akan Bertanding di Myanmar

Lifestyle | Senin, 12 Maret 2018 | 17:03 WIB

Layanan Digital Segara Kuasai Indonesia

Layanan Digital Segara Kuasai Indonesia

Tekno | Selasa, 13 Februari 2018 | 19:33 WIB

Terkini

Alfred Young Sugiri Pianis Klasik Asal Bandung Tur Eropa, Titik Pertama Pecah di Hungaria

Alfred Young Sugiri Pianis Klasik Asal Bandung Tur Eropa, Titik Pertama Pecah di Hungaria

Entertainment | Rabu, 30 September 2026 | 16:15 WIB

Kenapa Langit Berwarna Biru, Bukan Hijau atau Merah? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Kenapa Langit Berwarna Biru, Bukan Hijau atau Merah? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Tekno | Rabu, 30 September 2026 | 16:15 WIB

Gugat Syarat Pendidikan Gibran, Denny Indrayana Tegaskan Tak Ada Bukti Tamat SMA

Gugat Syarat Pendidikan Gibran, Denny Indrayana Tegaskan Tak Ada Bukti Tamat SMA

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:12 WIB

Cuma Rp3 Jutaan! Ini 3 Rekomendasi Sepeda Listrik Terbaik dan Awet untuk Harian

Cuma Rp3 Jutaan! Ini 3 Rekomendasi Sepeda Listrik Terbaik dan Awet untuk Harian

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 16:12 WIB

Orangtua WNI Tentara Bayaran Rusia: Rendi Apriyanto Tewas Tak Bisa Hindari Bom Drone Ukraina

Orangtua WNI Tentara Bayaran Rusia: Rendi Apriyanto Tewas Tak Bisa Hindari Bom Drone Ukraina

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:10 WIB

Antrean Panjang BBM di Kaltim, Jam Operasional SPBU Disebut Jadi Pemicu

Antrean Panjang BBM di Kaltim, Jam Operasional SPBU Disebut Jadi Pemicu

Kaltim | Rabu, 30 September 2026 | 16:10 WIB

Day Cream Wardah Crystal Secret Bisa Hempas Flek Hitam? Ini Manfaatnya dan Review Pengguna

Day Cream Wardah Crystal Secret Bisa Hempas Flek Hitam? Ini Manfaatnya dan Review Pengguna

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 16:10 WIB

Populasi Mobil Listrik Melonjak Kebijakan Bebas Ganjil Genap Mulai Dilematis

Populasi Mobil Listrik Melonjak Kebijakan Bebas Ganjil Genap Mulai Dilematis

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 16:10 WIB

Malaysia Geram dengan Tuduhan Anak Buah Prabowo Soal Main Mata Lawan Singapura

Malaysia Geram dengan Tuduhan Anak Buah Prabowo Soal Main Mata Lawan Singapura

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 16:09 WIB

10 Tahun Ganjil Genap, Dishub DKI Kaji Ulang: Macet Turun, Ekonomi Terganggu?

10 Tahun Ganjil Genap, Dishub DKI Kaji Ulang: Macet Turun, Ekonomi Terganggu?

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:08 WIB

×