Heboh Guru SMA Doktrin Anti-Jokowi, Psikolog: Ini Bahaya

Ade Indra Kusuma | Suara.com

Kamis, 11 Oktober 2018 | 11:17 WIB
Heboh Guru SMA Doktrin Anti-Jokowi, Psikolog: Ini Bahaya
Ilustrasi simbol anti hate speech atau ujaran kebencian. [Shutterstock]

Suara.com - Oknum guru SMAN 87 Jakarta bikin geger lantaran diduga melakukan ujaran kebencian dan mendoktrin siswanya untuk anti-Jokowi. Meski melalui pihak sekolah sang guru berinisial N dikabarkan telah meminta maaf, namun aduan para orangtua yang keberatan dengan aksi guru tersebut kadung viral.

Dalam aduannya orangtua murid menyebut beberapa siswa SMAN 87 lainnya dikumpulkan sang guru N, lalu ia menunjukkan video gempa di Palu, Sulawesi Tengah. Sang guru N menyebut banyaknya korban bergelimpangan akibat gempa adalah salah dari Presiden Jokowi.

Dari sinilah aduan bermunculan kalau tindakan guru N tersebut dianggap telah melakukan ujaran kebencian doktrin anti-Jokowi.

Menyikapi kasus ini, Psikolog anak dan remaja Erna Marina Kusuma M.Psi. C. Ft, menjelaskan seorang anak akan mendapat pengetahuan dari lingkungannya. Keluarga dan sekolah merupakan tempat utama di mana anak mendapat pendidikan dan wawasan.

"Ini bahaya ya, sekolah dan pendidikan di rumah wajib berjalan berkesinambungan dan mendukung satu sama lain," seru Erna saat dihubungi Suara.com, Kamis (11/10/2018) melalui Whatsapp.

"Karena sekolah dan rumah merupakan tempat utama anak mendapat pendidikan maka perlu di perhatikan pembinaan karakter anak. Jika sejak kecil anak sudah menerima hal hal yang negatif maka akan mengembangkan karakter yang negatif pula," lanjutnya.

Banyaknya konten negatif yang menyebar di media sosial, banyaknya ujaran kebencian, berita bohong dan sentimen bernada SARA (suku, ras dan agama), berdampak besar pada pola pikir maupun sikap generasi muda.

"Masa remaja adalah masa pencarian identitas diri dan masa usia kelompok dimana anak lebih dekat dengan guru dan teman sekolah atau kelompok bermainnya di banding keluarga. Jika remaja di sekolah mendapat informasi yang negatif apalagi yang menekankan rasis dan sebagainya, maka mereka akan dengan mudah menyerap informasi sebagai wujud solidaritas. Karena itu perlu di hindari hal yang negatif dalam pengajaran,"

"Seorang anak remaja yang sering terpapar hate speech, itu bisa memiliki sikap yang intoleran terhadap orang-orang. Ujaran kebencian memiliki dampak yang besar bagi anak-anak muda untuk bertindak intoleransi dan diskriminasi," beber Erna.

Jadi pantaskah ujaran kebencian disebar oleh oknum-oknum di sebuah sekolah SMA?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pelapor Prabowo cs Bawa Barang Bukti soal Hoaks Ratna Sarumpaet

Pelapor Prabowo cs Bawa Barang Bukti soal Hoaks Ratna Sarumpaet

News | Senin, 08 Oktober 2018 | 12:41 WIB

Sebut Pilih Jokowi Masuk Surga, Farhat Abbas Dipolisikan Lagi

Sebut Pilih Jokowi Masuk Surga, Farhat Abbas Dipolisikan Lagi

Entertainment | Sabtu, 06 Oktober 2018 | 19:49 WIB

Terkini

30 Contoh Undangan Syawalan dan Halal Bihalal: Gratis dan Bisa Langsung Edit

30 Contoh Undangan Syawalan dan Halal Bihalal: Gratis dan Bisa Langsung Edit

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 09:15 WIB

5 Efek Samping Makanan Bersantan untuk Kesehatan Tubuh yang Perlu Diwaspadai

5 Efek Samping Makanan Bersantan untuk Kesehatan Tubuh yang Perlu Diwaspadai

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 09:03 WIB

7 Sunscreen Terbaik untuk Kulit Kusam, Wajah Fresh dan Cerah Setelah Lebaran

7 Sunscreen Terbaik untuk Kulit Kusam, Wajah Fresh dan Cerah Setelah Lebaran

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 08:38 WIB

7 Sepatu Lari Sekelas Nike Air Zoom Pegasus 41 Versi Lokal yang Lebih Murah

7 Sepatu Lari Sekelas Nike Air Zoom Pegasus 41 Versi Lokal yang Lebih Murah

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 07:54 WIB

Rahasia Kaki Bebas Pegal Saat Libur Lebaran: Intip Kolaborasi Ikonik Melissa x Scholl Terbaru

Rahasia Kaki Bebas Pegal Saat Libur Lebaran: Intip Kolaborasi Ikonik Melissa x Scholl Terbaru

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 07:51 WIB

Saat Kelestarian Hutan Menjadi Kunci, PNM Mengajak Menjaga Bersama Kehidupan

Saat Kelestarian Hutan Menjadi Kunci, PNM Mengajak Menjaga Bersama Kehidupan

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 07:44 WIB

Wisata Bus Tanpa Atap di PIK: Pengalaman Menikmati Jakarta dari Perspektif Baru yang Tak Biasa!

Wisata Bus Tanpa Atap di PIK: Pengalaman Menikmati Jakarta dari Perspektif Baru yang Tak Biasa!

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 07:39 WIB

5 Moisturizer Vitamin C untuk Mencerahkan Kulit Setelah Mudik, Wajah Kembali Glowing

5 Moisturizer Vitamin C untuk Mencerahkan Kulit Setelah Mudik, Wajah Kembali Glowing

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 07:16 WIB

Terpopuler: 11 Kontroversi Irawati Puteri, Viral Azab Korupsi MBG di Lombok

Terpopuler: 11 Kontroversi Irawati Puteri, Viral Azab Korupsi MBG di Lombok

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 06:50 WIB

7 Rekomendasi Kran Wastafel Cuci Piring Terbaik, Air Tidak Nyiprat

7 Rekomendasi Kran Wastafel Cuci Piring Terbaik, Air Tidak Nyiprat

Lifestyle | Minggu, 22 Maret 2026 | 20:35 WIB