Tombol Darurat, Solusi Mencegah Pelecehan Seksual di Ruang Publik

Ade Indra Kusuma | Firsta Nodia | Suara.com

Sabtu, 13 Oktober 2018 | 21:00 WIB
Tombol Darurat, Solusi Mencegah Pelecehan Seksual di Ruang Publik
Ilustrasi tombol darurat atau panik (Shutterstock).

Suara.com - Survei yang dilakukan oleh Yayasan Plan International Indonesia pada 1398 anak perempuan berusia 15 sampai 17 tahun, menemukan fakta bahwa 64 persen responden mengaku tidak aman karena tindakan dan pelecehan seksual di fasilitas publik.

Parahnya, 29,1 persen responden menyatakan pernah menyaksikan kejadian pelecehan seksual di fasilitas publik. Dari persentase itu, sebanyak 47,3 persen mengaku pernah menyaksikan pelecehan seksual di fasilitas publik lebih dari 5 kali.

Untuk mencegah pelecehan seksual di ruang publik, Hendra Syahputra selaku Kepala Bidang Infrastruktur Pelayaran Rakyat, Kemenko Bidang Kemaritiman mengatakan tampaknya perlu menerapkan tombol darurat di ruang publik. Tombol ini bisa digunakan untuk melaporkan kasus pelecehan hingga kekerasan seksual yang dialami kaum hawa.

"Mungkin perlu ada tombol emergency untuk mempercepat reaksi menanggulangi hal-hal yang urgent seperti kekerasan seksual. Menurut saya perlu ada tombol emergency di beberapa tempat," ujar Hendra di sela-sela peringatan Hari Anak Perempuan Internasional di Stasiun Gambir, Sabtu (13/10/2018).

Hendra menambahkan, pemerintah sebelumnya juga telah meningkatkan pelayanan demi mewujudkan keamanan dan kenyamanan yang merata terutama bagi kaum hawa. Dari sektor transportasi misalnya, sudah ada gerbong khusus perempuan di commuter line dan area khusus perempuan di transjakarta. Ia berharap hal ini bisa diikuti dengan program-program lainnya sehingga dapat menjadikan Indonesia sebagai kota yang ramah perempuan.

"Mungkin salah satunya masalah stasiun atau terminal sebagai fasilitas penunjang sarana dan prasarana infrastruktur transportasi agar penerangan kalau bisa harus cukup kemudian juga kalau perlu dipasang beberapa CCTV supaya bisa terpantau kejadian yang kurang baik atau mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," tambah dia.

Dalam kesempatan yang sama Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Yayasan Plan lnternational Indonesia, mengatakan, untuk menampung ide-ide dari seluruh anak perempun Indonesia demi menjadikan Indonesia sebagai negara yang ramah anak perempuan, pihaknya menghelat kegiatan 'Sehari Jadi Pemimpi. Kegiatan ini dihelat untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak perempuan agar setara dengan anak laki-laki.

"Sudah saatnya anak-anak perempuan menjadi bagian di tiap pengambilan keputusan dalam kebijakan publik,“ tandasnya.

Bagaimana menurut Anda, perlukah menerapkan tombol darurat di ruang publik?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Benarkah Fasilitas Publik Masih Belum Aman untuk Anak Perempuan?

Benarkah Fasilitas Publik Masih Belum Aman untuk Anak Perempuan?

Health | Senin, 08 Oktober 2018 | 18:20 WIB

Demo Mahasiswa Ricuh, 6 Polwan Jadi Korban Pelecehan

Demo Mahasiswa Ricuh, 6 Polwan Jadi Korban Pelecehan

News | Selasa, 25 September 2018 | 16:04 WIB

Terkini

5 Sepeda Lipat yang Kuat Untuk Orang Gemuk, Rangka Kokoh Sanggup Tahan Beban 130 Kg

5 Sepeda Lipat yang Kuat Untuk Orang Gemuk, Rangka Kokoh Sanggup Tahan Beban 130 Kg

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 15:01 WIB

5 Tone Up Cream Terbaik untuk Wajah Cerah Instan Tanpa Ribet

5 Tone Up Cream Terbaik untuk Wajah Cerah Instan Tanpa Ribet

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 14:51 WIB

Berapa Kali Prabowo Reshuffle Kabinet? Ini Daftar Bongkar Pasang Menteri Sejak Dilantik

Berapa Kali Prabowo Reshuffle Kabinet? Ini Daftar Bongkar Pasang Menteri Sejak Dilantik

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 14:42 WIB

6 Two Way Cake Brand Lokal dengan Coverage Terbaik, Wajah Mulus Sekejap

6 Two Way Cake Brand Lokal dengan Coverage Terbaik, Wajah Mulus Sekejap

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 14:30 WIB

5 Rekomendasi Sepeda Lipat Pacific Paling Murah untuk Gowes Harian

5 Rekomendasi Sepeda Lipat Pacific Paling Murah untuk Gowes Harian

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 13:51 WIB

5 Pilihan Parfum Lokal Aroma Sandalwood yang Elegan dan Berkarakter

5 Pilihan Parfum Lokal Aroma Sandalwood yang Elegan dan Berkarakter

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 13:31 WIB

5 Bedak Tabur yang Awet untuk Menahan Minyak, Wajah Tetap Segar dan Bebas Kilap Seharian

5 Bedak Tabur yang Awet untuk Menahan Minyak, Wajah Tetap Segar dan Bebas Kilap Seharian

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 13:19 WIB

Art Jakarta Gardens 2026: Kembali Hidupkan Hutan Kota dengan Seni dan Kolaborasi

Art Jakarta Gardens 2026: Kembali Hidupkan Hutan Kota dengan Seni dan Kolaborasi

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 13:13 WIB

Puasa Mutih Boleh Makan Apa Saja? Tradisi Pengantin Jawa yang Dilakukan Syifa Hadju

Puasa Mutih Boleh Makan Apa Saja? Tradisi Pengantin Jawa yang Dilakukan Syifa Hadju

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 12:58 WIB

4 Cushion Satin untuk Kulit Kering, Wajah Glowing Seharian

4 Cushion Satin untuk Kulit Kering, Wajah Glowing Seharian

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 12:42 WIB