Antar Anak Pakai Ferrari, Ayah Ini Dikeluarkan dari Grup Chat

Vania Rossa, Risna Halidi

Senin, 15 Oktober 2018 | 12:09 WIB
Antar Anak Pakai Ferrari, Ayah Ini Dikeluarkan dari Grup Chat
Ilustrasi Porsche dan Ferrari. [Shutterstock]

Suara.com - Cerita lucu datang dari daratan Cina. Kali ini, seorang ayah dikeluarkan dari grup chat orangtua murid sekolah setelah kedapatan mengantarkan anaknya menggunakan mobil mewah Ferrari 488 ke sekolah.

Lelaki bermarga Li tersebut memang seorang milyader yang bekerja sebagai senior eksekutif di salah satu perusahaan properti di Hangzhou, Cina.

Li memiliki kebiasaan mengantar-jemput anak lelakinya dengan mobil sports Ferrari 488. Sampai suatu hari, ia mendapat teguran dari wali kelas.

Menurut guru, kelakuan Li dapat menimbulkan kecemburuan sosial serta perbandingan tak sehat antara anak-anak di kelas.

Karena merasa tak setuju, Li tetap melakukan kebiasaannya sampai suatu hari Li dikeluarkan dari grup WeChat orangtua murid.

"Itu tidak pantas. Anda seharusnya tidak pamer betapa kayanya Anda," kata salah satu orangtua menulis pesan di grup WeChat.

"Kalau cuma mau antar anak ke sekolah, bisa gak, sih, pakai mobil biasa saja? Anda itu budak uang," komplain lainnya.

Li tetap menolak. Ia mengatakan bahwa ia telah bekerja keras untuk membeli mobil mewah tersebut dan ia ingin memberikan yang terbaik untuk putranya.

Kata Li, kalau orangtua murid lain merasa aneh dengan kebiasaannya antar jemput pakai mobil mewah, mungkin masalah sebenarnya datang dari diri mereka sendiri.

baca juga

"Apabila melihat seseorang mengendarai mobil menyakiti hati, maka anak kalian yang terlalu sensitif. Lagian, kenapa tidak beli mobil lagi saja untuk melayani rasa irimu?" tulis Li, sebelum dikeluarkan dari grup.

Alasan yang Li paparkan malah membuat orangtua murid lain makin marah. Dan hal itulah yang akhirnya memicu dirinya dikeluarkan dari grup WeChat.

Cerita kocak ini telah menuai banyak komentar warga Cina di sosial media. Beberapa orang setuju dengan perilaku Li, lainnya lagi mengatakan 'keegoisan' Li dapat memengaruhi pola pikir anak muda, terutama anak-anak.

"Kesenjangan sosial adalah hal nyata. Lebih baik mengedukasi anak untuk menghadapinya daripada melarang orang lain mengendarai mobil mewah untuk pamer," tulis salah satu warganet di Weibo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Akhirnya, Zumi Zola Akui Terima Gratifikasi Duit dan Mobil Mewah

Akhirnya, Zumi Zola Akui Terima Gratifikasi Duit dan Mobil Mewah

News | Senin, 08 Oktober 2018 | 17:47 WIB

Ferrari Siapkan Debut Supercar Hybrid dalam Waktu Dekat

Ferrari Siapkan Debut Supercar Hybrid dalam Waktu Dekat

Otomotif | Selasa, 25 September 2018 | 20:15 WIB

Pajak Tahunan 3 Mobil Mewah Raffi Ahmad Ini Bikin Terguncang

Pajak Tahunan 3 Mobil Mewah Raffi Ahmad Ini Bikin Terguncang

Otomotif | Jum'at, 21 September 2018 | 20:15 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×