Pasar Karetan Jadi Pionir Pasar Destinasi Digital di Indonesia

Fabiola Febrinastri

Minggu, 04 November 2018 | 12:00 WIB
Pasar Karetan Jadi Pionir Pasar Destinasi Digital di Indonesia
Destinasi Digital Pasar Karetan. (Dok: Kemenpar)

Suara.com - Minggu ini menjadi momentum istimewa buat sejarah Destinasi Digital Pasar Karetan, tepatnya 5 November 2017. Setahun lalu, pasar yang menjadi tempat ngumpul anak-anak netizen GenPI atau Generasi Pesona Indonesia itu pertama kali diluncurkan.

Pekan ini adalah ulang tahun pertama. Pasar ini berlokasi di Desa Meteseh, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Sejak itu, Pasar Karetan menjadi inspirasi bagi banyak pasar lain yang diinisiasi anak-anak GenPI di seluruh Indonesia, sehingga sekarang sudah lebih dari 40 destinasi digital yang setiap hari selalu heboh dengan foto dan video menghiasi Instagram, Facebook, Twitter, dan Youtube.

“Selamat ulang tahun Pasar Karetan! Sukses selalu!” ucap Don Kardono, Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Media dan Komunikasi Publik, Kemenpar RI.

Pasar Karetan bisa ditempuh 54 menit, 24 km dari Simpang Lima, Semarang. Hampir sama jaraknya dari Kota Kendal dan Ungaran, baik menggunakan aplikasi Google Maps maupun Waze.

Pasar Karetan, selama setahun ini, banyak menginspirasi siapa saja yang ingin membuat destinasi digital. Dari sinilah, lahir Pasar Pancingan di Desa Bilebante, Lombok. Lalu Pasar Kaki Langit di Mangunan, Bantul, Jogja, Pasar Mangrove Batam, yang sudah sejak 2017 hadir.

Kini makin banyak daerah yang memiliki destinasi digital. Banyak juga yang ingin membangun destinasi digital baru.

Apa yang harus dipersiapkan jika sebuah daerah atau komunitas yang bergerak di pariwisata ingin membangun pasar GenPI seperti itu?

Syaratnya mudah. Pertama, harus punya komunitas netizen seperti GenPI. Kedua, ada lahan, boleh milik privat, boleh punya pemerintah daerah atau BUMN. Minimal 1 tahun, lokasi itu bisa dipinjamkan untuk dikelola oleh komunitas. Ketiga, mengajak kerjasama dengan masyarakat.

baca juga

Destinasi digital adalah bentuk aktivitas offline komunitas GenPI. Mendesain tempat yang cameragenic, indah di screen camera dan Instagramable. Jika diposting di media sosial, akan direspons banyak audience.

Banyak yang nge-view, nge-like, nge-repost, comments, nge-share, dan menjadi viral. Jika viral dan trending topic, maka mendorong orang untuk berkunjung ke sana juga. Itulah yang digerakkan GenPI, publik netizen yang sejatinya adalah para followers, friends, fans yang eksis di dunia maya.

Destinasi digital itu juga menginspirasi banyak pelaku bisnis pariwisata, seperti cafe, restoran, hotel, akomodasi, atraksi. Saat ini, salah satu yang terpenting adalah Instagramable, cameragenic, keren di kamera. Spot selfie menjadi sangat penting.

“Sekarang, semua events yang ada di Calendar of Events Nasional Kemenpar, harus memikirkan cameragenic, harus Instagramable, harus cantik di kamera, layak viral di media sosial. Karena ini akan membuat sebuah event viral cepat dan menjadi promosi yang efektif buat event tersebut,” kata Don Kardono.

Dalam setahun Pasar Karetan, Minggu 4 November 2018, akan ada beberapa atraksi yang tentu memikat. Salah satunya sexophone Mr Daliman.

Ada performance alat musik tiup yang pasti keren di sana. Juga ada banyak hal yang disiapkqn GenPI Jateng, seperti akustik band Dipo dan Lukmanafaq, ada Komik-Komunitas Musisi Kendal, yang membuat acara Goes To Pasar Karetan.

Ada juga membatik di atas kain 2 meter, oleh Batik Linggo, yang bakal menjadi objek foto dan video yang super keren di pasar.

“Silakan hadir ya, Minggu pagi, 4 November 2018, di Pasar Karetan. Gunakan hastag #SetahunPasarKaretan setiap posting,” ajak Don Kardono.

Pasar ini memberi banyak manfaat buat masyarakat, komunitas dan membuat daerahnya dikenal di media sosial. Yang berjualan adalah masyarakat sekitar, yang mempromosikan dan menata kawasannya GenPI.

“Komposisinya 80-85 persen masyarakat, 20-15 persen GenPI, dari total revenue, sehingga antara komunitas dengan masyarakat mendapatkan hasil dari aktivitas destinasi digital itu,” tambahnya.

Dalam sekali operasi, Minggu pagi, rata-rata omzetnya Rp 20 sampai Rp 40 juta, belum termasuk biaya parkir yang 100 persen buat masyarakat. Bagaimana dengan pemilik lahan?

“Setahun, selama proses membangun destinasi digital, free. Ini menjadi konvensi, jika bekerjasama dengan swasta, pemilik lahan, maka tahun pertama harus free, tidak meminta persentase dari aktivitas pasar. Tujuannya adalah untuk membantu GenPI belajar menciptakan ekosistem bisnis, berbasis followers, friends, dan fans di media sosial,” ungkap Don .

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, yang pertama kali menamai pasar itu sebagai destinasi digital. Destinasi yang dikreasi baru, dengan cara digital, diviralkan melalui media digital.

“Sukses buat destinasi digital di seluruh Indonesia yang semakin heboh, makin keren, beken dan paten! Semangat terus!” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Perkuat Tata Kelola MBG, BGN Gelar Pelatihan di Jepang

Perkuat Tata Kelola MBG, BGN Gelar Pelatihan di Jepang

News | Jum'at, 25 September 2026 | 20:38 WIB

Berawal dari Topi Mengapung, Pemancing yang Hilang di Eks Galian Pasir Lampung Timur Ditemukan Tewas

Berawal dari Topi Mengapung, Pemancing yang Hilang di Eks Galian Pasir Lampung Timur Ditemukan Tewas

Lampung | Jum'at, 25 September 2026 | 20:37 WIB

PLN Perkuat Infrastruktur Kelistrikan untuk Dukung Pertumbuhan Data Center di Indonesia

PLN Perkuat Infrastruktur Kelistrikan untuk Dukung Pertumbuhan Data Center di Indonesia

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 20:34 WIB

Gara-Gara Tak Pakai Baju Lurik, Kepsek SMPN 18 Malang Diduga Tampar Siswa 4 Kali dan Ditonjok

Gara-Gara Tak Pakai Baju Lurik, Kepsek SMPN 18 Malang Diduga Tampar Siswa 4 Kali dan Ditonjok

Malang | Jum'at, 25 September 2026 | 20:30 WIB

Pesta Kembang Api dan Aksi Agnes Mo Buka FIFA ASEAN Cup 2026, Stadion GBK Tidak Penuh

Pesta Kembang Api dan Aksi Agnes Mo Buka FIFA ASEAN Cup 2026, Stadion GBK Tidak Penuh

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 20:17 WIB

Nyamar Jadi Aparat Tajir di FB, Pemuda Kuras Uang Wanita Lampung Selatan Lewat Jebakan Video Call

Nyamar Jadi Aparat Tajir di FB, Pemuda Kuras Uang Wanita Lampung Selatan Lewat Jebakan Video Call

Lampung | Jum'at, 25 September 2026 | 20:15 WIB

Bappisus Beri Tenggat Sepekan Usut Dugaan Kamar Apartemen di Lapas Cibinong

Bappisus Beri Tenggat Sepekan Usut Dugaan Kamar Apartemen di Lapas Cibinong

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 20:11 WIB

Sinopsis Irreplaceable, Dracin Terbaru Zhao Jin Mai dan Wei Da Xun di Youku

Sinopsis Irreplaceable, Dracin Terbaru Zhao Jin Mai dan Wei Da Xun di Youku

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 20:10 WIB

Izin BPR Syariah di Banten Dicabut, Belasan Bank Kecil Bangkrut di September

Izin BPR Syariah di Banten Dicabut, Belasan Bank Kecil Bangkrut di September

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 20:02 WIB

Menjaga Kesegaran Makanan di Kulkas, Ini yang Perlu Diperhatikan agar Tetap Optimal

Menjaga Kesegaran Makanan di Kulkas, Ini yang Perlu Diperhatikan agar Tetap Optimal

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 20:02 WIB

×