Minyak Kelapa, Baik atau Buruk bagi Kesehatan?

Vania Rossa, Firsta Nodia

Selasa, 08 Januari 2019 | 12:42 WIB
Minyak Kelapa, Baik atau Buruk bagi Kesehatan?
Minyak kelapa (shutterstock)

Suara.com - Banyak yang menganggap minyak kelapa sebagai minyak nabati yang bagus untuk kesehatan. Tapi, tak sedikit pula kabar beredar yang menyebut sederet keburukan minyak kelapa bagi tubuh. Termasuk Dr. Karin Michels, Profesor di Harvard University, ia menyebut minyak kelapa sebagai 'racun murni' dan salah satu hal terburuk yang Anda konsumsi. Alasannya, minyak kelapa memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih tinggi dibandingkan minyak lain.

Kevin Klatt, peneliti di Cornell University, sependapat dengan anggapan dr. Karin. Menurutnya, minyak kelapa memang tidak seburuk mentega, tapi juga tidak sebagus minyak zaitun extra virgin.

"Satu sendok makan minyak kelapa diperkirakan mengandung lebih dari 11 gram lemak jenuh, mendekati batas harian aman yang direkomendasikan American Heart Association, yakni 13 gram," ujar dia.

Tingginya lemak jenuh sendiri dapat menyebabkan peningkatan kolesterol LDL, penyebab penyakit kardiovaskular. Itu sebabnya, kata Klatt, orang idealnya harus menghindari minyak atau menggunakannya dalam jumlah sesedikit mungkin jika mereka tidak memiliki pilihan lain.

Meski demikian, tidak semua ahli sepakat dengan anggapan tersebut. Dampak kesehatan dari lemak jenuh menurut para ahli masih belum dipahami dengan jelas. Namun mereka memberi rekomendasi minyak dengan kandungan lemak tak jenuh, yakni minyak zaitun yang dapat menurunkan kolesterol LDL.

"Inilah sebabnya mengapa minyak zaitun muncul sebagai pilihan utama dalam pola makan sehat seperti diet Mediterania. Tapi yang lebih penting untuk diingat adalah pola diet secara keseluruhan," ujar Dr. Frank M. Sacks, seorang profesor dari Harvard.

Selain mengonsumsi lemak tak jenuh, American Heart Association merekomendasikan masyarakat untuk makan lebih banyak buah, sayuran, dan biji-bijian dan menurunkan konsumsi kalori jika Anda perlu menurunkan berat badan.

Meski dari sisi kesehatan kandungan lemak jenuhnya tinggi, minyak kelapa menyimpan manfaat lainnya. Jenis minyak ini bisa digunakan sebagai pelembab tubuh.

Tetapi menggunakannya di wajah mungkin ide buruk, terutama jika Anda rentan terhadap jerawat. Alasannya, minyak kelapa sangat komedogenik, dan dokter kulit yang berbasis di New York, Libby Rhee, memeringatkan bahwa minyak kelapa dapat menyebabkan pori-pori tersumbat.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Aturan Penggunaan Minyak Kelapa pada Kulit Berjerawat

Ini Aturan Penggunaan Minyak Kelapa pada Kulit Berjerawat

Lifestyle | Sabtu, 05 Januari 2019 | 06:41 WIB

Minyak Kelapa Disebut Racun Murni?

Minyak Kelapa Disebut Racun Murni?

Health | Rabu, 22 Agustus 2018 | 10:30 WIB

Tak Disangka, Minyak Kelapa Baik untuk Turunkan Berat Badan

Tak Disangka, Minyak Kelapa Baik untuk Turunkan Berat Badan

Lifestyle | Rabu, 04 April 2018 | 17:13 WIB

Terkini

Korban PHK Tabrak Porsche di Gading Serpong, Sikap Pemilik Mobil Mewah itu Bikin Shock

Korban PHK Tabrak Porsche di Gading Serpong, Sikap Pemilik Mobil Mewah itu Bikin Shock

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:39 WIB

Laba Emiten MARK Naik 46,1 Persen, Ini Pendorongnya

Laba Emiten MARK Naik 46,1 Persen, Ini Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:38 WIB

Tone Up Gel Emina untuk Apa? Ini Manfaat, Kandungan, dan Harganya

Tone Up Gel Emina untuk Apa? Ini Manfaat, Kandungan, dan Harganya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Kerinduan Saya pada Panggung Teater yang Akhirnya Terbayar di Surabaya

Kerinduan Saya pada Panggung Teater yang Akhirnya Terbayar di Surabaya

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Media Inggris Sorot Antam di Tambang Emas Nabire: Alam Terus-Terusan Dikeruk

Media Inggris Sorot Antam di Tambang Emas Nabire: Alam Terus-Terusan Dikeruk

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:29 WIB

5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?

5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:25 WIB

Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha

Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:17 WIB

Harga Minyak Turun Tipis Terdorong Lobi Diplomasi AS-Iran

Harga Minyak Turun Tipis Terdorong Lobi Diplomasi AS-Iran

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Emiten VICI Perluas Peluang Ekspor ke Jepang

Emiten VICI Perluas Peluang Ekspor ke Jepang

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:04 WIB

Jas Hujan Warna Cerah atau Gelap, Mana yang Lebih Aman untuk Berkendara?

Jas Hujan Warna Cerah atau Gelap, Mana yang Lebih Aman untuk Berkendara?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:03 WIB

×