Mencari Makna Sunyi Lewat Pementasan Teater Amir Hamzah

Vania Rossa, Firsta Nodia

Selasa, 15 Januari 2019 | 12:09 WIB
Mencari Makna Sunyi Lewat Pementasan Teater Amir Hamzah
Pementasan Teater Amir Hamzah, Nyanyi Sunyi Revolusi. (Suara.com/Firsta Putri Nodia)

Suara.com - Amir Hamzah selama ini dikenal sebagai sastrawan era pujangga baru dan juga sebagai pahlawan nasional. Ia berasal dari keluarga bangsawan Melayu Kesultanan Langkat, sebuah kerajaan yang pada masa Hindia Belanda terletak di Sumatera Timur.

Di kalangan milenial, nama Amir Hamzah mungkin tak sepopuler penyair Chairil Anwar yang puisinya dipopulerkan oleh film Ada Apa dengan Cinta. Namun, Happy Salma, aktris sekaligus produser pementasan dari Titimangsa Foundation, merasa penting untuk mengenalkan sosok Amir Hamzah melalui pementasan teater.

"Saya merupakan penggemar dari puisi-puisi Amir Hamzah. Puisinya penuh dengan kesenduan, tetapi juga dengan kuat mengungkapkan banyak lapisan baru dalam karya puisi pada jaman itu. Selain sebagai penyair, Amir Hamzah juga punya peran besar dalam menyuarakan nasionalisme. Ini semangat yang harus ditularkan ke generasi muda saat ini," ujar Happy dalam temu media beberapa waktu lalu.

Pementasan teater yang mengangkat kisah Amir Hamzah bertajuk Nyanyi Sunyi Revolusi akan digelar pada 2- 3 Februari 2019 di Gedung Kesenian Jakarta. Naskahnya ditulis oleh Ahda Imran setelah melalui riset terhadap belasan buku yang mengusung kisah Amir Hamzah. Teater ini akan disutradarai oleh Iswadi Pratama yang sebelumnya pernah menyutradarai Perempuan di Titik Nol dan Buried Child karya Sam Shepard yang dinobatkan sebagai pertunjukan teater terbaik Indonesia versi majalah Tempo tahun 2008.

Aktor Lukman Sardi didapuk memerankan tokoh Amir Hamzah dan aktris Prisia Nasution akan memerankan Tengku Tahura. Nama-nama besar di pementasan teater seperti Sri Qadariatin juga terlibat dalam Nyanyi Sunyi Revolusi yang akan berperan sebagai Iliek Sundari dan Dessy Susanti berperan sebagai Tengku Kamaliah.

Pementasan teater Nyanyi Sunyi Revolusi ini juga didukung oleh Budaya Djarum Foundation. Harga tiket masuk pementasan teater Nyanyi Sunyi Revolusi sendiri cukup bervariasi, mulai Rp 250 ribu untuk kelas 2, Rp 400 ribu untuk kelas 1, Rp 500 ribu untuk VIP, dan Rp 600 ribu untuk kelas VVIP. Pembelian tiket dapat diperoleh melalui www.titimangsa.or.id.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lukman Sardi Terpilih Jadi Penyair Amir Hamzah, Ini Alasan Happy Salma

Lukman Sardi Terpilih Jadi Penyair Amir Hamzah, Ini Alasan Happy Salma

Entertainment | Minggu, 13 Januari 2019 | 05:00 WIB

Bebas dari Penjara, Tio Pakusadewo Sibuk Bikin Teater

Bebas dari Penjara, Tio Pakusadewo Sibuk Bikin Teater

Entertainment | Kamis, 15 November 2018 | 13:50 WIB

Yuk Intip Cerita Mahabarata Ala Teater Koma

Yuk Intip Cerita Mahabarata Ala Teater Koma

Lifestyle | Kamis, 08 November 2018 | 07:00 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×