Komnas Perempuan Sebut Banjir hingga Karhutla di Indonesia sebagai Ekosida, Apa Artinya?

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Jum'at, 06 November 2026 | 15:09 WIB
Komnas Perempuan Sebut Banjir hingga Karhutla di Indonesia sebagai Ekosida, Apa Artinya?
Ilustrasi Bencana alam
baca 10 detik
  • Komisioner Komnas Perempuan Chatarina Istiyani menyatakan bencana ekologis di Indonesia sudah mengarah pada ekosida dalam diskusi Jumat, 6 November 2026.
  • Eksploitasi sumber daya alam menjadi pemicu utama kerusakan lingkungan parah yang memperparah krisis iklim serta berbagai bencana di Indonesia.
  • Penanganan ekosida harus menelusuri pihak penyebab kerusakan dan meminta pertanggungjawaban hukum atas dampak masif yang ditimbulkannya.

Suara.com - Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Chatarina Istiyani, menilai sejumlah bencana ekologis yang terjadi di Indonesia sudah mengarah pada ekosida atau pemusnahan lingkungan hidup secara masif.

"Ini saya kira sudah pada ekosida. Jadi bencana lumpur Lapindo, kemudian banjir di Aceh, Padang, Medan ya, juga kebakaran hutan yang ada saat ini di Kalimantan, Papua, itu merupakan ekosida," kata Chatarina dalam diskusi virtual #sebelummusnah, Jumat (6/11/2026).

Ia menjelaskan, ekosida memiliki dampak yang luas, masif, dan sulit dipulihkan. Karena itu, penanganan bencana ekologis tidak seharusnya hanya berfokus pada upaya pemulihan lingkungan setelah kerusakan terjadi.

Menurutnya, pembahasan mengenai ekosida juga perlu menelusuri pihak-pihak yang menyebabkan kerusakan lingkungan dan meminta pertanggungjawaban mereka.

"Jadi ini sebenarnya kalau dilihat siapa sih yang menyebabkan itu tentu saja bisa dirunut, karena ekosida ini berujung pada adanya pihak yang seharusnya bertanggung jawab," ujarnya.

Secara umum, ekosida atau ecocide merujuk pada tindakan yang menyebabkan kerusakan lingkungan sangat berat, meluas, atau berlangsung dalam jangka panjang. Dalam rumusan yang diusulkan panel ahli independen pada 2021 untuk menjadi dasar pengaturan kejahatan ekosida di Statuta Roma, istilah ini mencakup tindakan melawan hukum atau tindakan ceroboh yang dilakukan dengan pengetahuan bahwa perbuatan tersebut berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan yang parah dan meluas atau berkepanjangan.

Dengan demikian, ekosida tidak sekadar menggambarkan kerusakan alam, tetapi juga menyoroti tindakan yang menyebabkan kerusakan tersebut dan pertanggungjawaban pihak yang terlibat.

Chatarina menyebut eksploitasi sumber daya alam menjadi salah satu pemicu kerusakan lingkungan yang memperparah krisis iklim.

"Tentu saja ada pemicu ya. Eksploitasi, itu jelas sekali ya. Eksploitasi sumber daya alam. Ini memperparah krisis iklim," katanya.

baca juga

Ia juga menyinggung bencana hidrometeorologi yang berkaitan dengan kondisi iklim. Namun, menurutnya, eksploitasi sumber daya alam turut memperburuk dampak bencana yang terjadi di berbagai wilayah.

Chatarina mencontohkan banjir yang terjadi di sejumlah daerah dan kebakaran hutan yang saat ini melanda Kalimantan serta Papua.

"Kalau iklim itu sendiri mungkin ada yang terkait dengan hidrometeorologi. Tetapi eksploitasi itu kita tahu semua di mana-mana, di mana ada sawit itu luar biasa banjirnya. Kemudian sekarang ini yang begitu menghantam negeri kita adalah kebakaran," tuturnya.

Lebih lanjut, Chatarina mengatakan dampak bencana ekologis juga dirasakan masyarakat sipil, termasuk mereka yang tidak berada langsung di lokasi kejadian. Informasi mengenai bencana tersebut dapat mendorong perhatian, pemikiran, hingga keterlibatan masyarakat dalam gerakan solidaritas.

"Ini saya kira kita merasakan sekali, walaupun kita tidak langsung berada di tempat itu, tetapi bagaimana kita mengetahui informasi-informasi terlibat di dalam pemikiran maupun gerakan. Ini terkhusus masyarakat sipil," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fenomena Sinkhole di Aceh Tengah, Tanah Seluas 3 Hektare Amblas

Fenomena Sinkhole di Aceh Tengah, Tanah Seluas 3 Hektare Amblas

Foto | Kamis, 05 November 2026 | 09:00 WIB

Setahun Pascabencana, Pembangunan Jalan dan Jembatan di Aceh Tengah Dikebut

Setahun Pascabencana, Pembangunan Jalan dan Jembatan di Aceh Tengah Dikebut

Foto | Kamis, 05 November 2026 | 08:00 WIB

Tito Dorong Percepatan Penanganan Bencana, Daerah Diberi Ruang Tetapkan Status Tanggap Darurat

Tito Dorong Percepatan Penanganan Bencana, Daerah Diberi Ruang Tetapkan Status Tanggap Darurat

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:36 WIB

Nyawa Bertumbangan, Jutaan Warga Terdampak, Kenapa Karhutla Tak Jadi Bencana Nasional?

Nyawa Bertumbangan, Jutaan Warga Terdampak, Kenapa Karhutla Tak Jadi Bencana Nasional?

News | Minggu, 01 November 2026 | 17:05 WIB

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:44 WIB

Mendagri & Menkeu Pastikan Ketersediaan Anggaran Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera

Mendagri & Menkeu Pastikan Ketersediaan Anggaran Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:14 WIB

Bukan Sekadar Penerima Bantuan, Penyandang Disabilitas Didorong Jadi Aktor Penanggulangan Bencana

Bukan Sekadar Penerima Bantuan, Penyandang Disabilitas Didorong Jadi Aktor Penanggulangan Bencana

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:11 WIB

Terkini

Toyota Recall 176 Ribu Kendaraan di China Imbas Masalah Teknis

Toyota Recall 176 Ribu Kendaraan di China Imbas Masalah Teknis

Otomotif | Jum'at, 06 November 2026 | 15:05 WIB

Karhutla Belum Reda, Pemprov Kaltim Siapkan Rp3 M untuk Dampak Kabut Asap

Karhutla Belum Reda, Pemprov Kaltim Siapkan Rp3 M untuk Dampak Kabut Asap

Kaltim | Jum'at, 06 November 2026 | 15:03 WIB

Bukan Cuma Melindungi, 4 Dark Spot Sunscreen yang Bikin Warna Kulit Merata

Bukan Cuma Melindungi, 4 Dark Spot Sunscreen yang Bikin Warna Kulit Merata

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 15:00 WIB

6 Jelly Lip Tint Lokal dengan Efek Bibir Basah dan Plumpy Tanpa Lengket

6 Jelly Lip Tint Lokal dengan Efek Bibir Basah dan Plumpy Tanpa Lengket

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 14:59 WIB

Riset: Benarkah SPKLU Bikin Baterai Mobil Cepat Rusak?

Riset: Benarkah SPKLU Bikin Baterai Mobil Cepat Rusak?

Otomotif | Jum'at, 06 November 2026 | 14:54 WIB

Rudal Houthi Serang Madinah, 4 Negara Langsung Naik Pitam

Rudal Houthi Serang Madinah, 4 Negara Langsung Naik Pitam

News | Jum'at, 06 November 2026 | 14:53 WIB

Siapkan Wishlist-mu! Ini Berbagai Keseruan yang Menanti di USS Jakarta 2026

Siapkan Wishlist-mu! Ini Berbagai Keseruan yang Menanti di USS Jakarta 2026

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 14:46 WIB

Moisturizer Sebaiknya Digunakan Pagi atau Malam? Kenali Aturan Pakainya

Moisturizer Sebaiknya Digunakan Pagi atau Malam? Kenali Aturan Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 14:45 WIB

Penyadapan Prabowo Terungkap, Istana Tegaskan Terus Bersih-Bersih dan Waspada

Penyadapan Prabowo Terungkap, Istana Tegaskan Terus Bersih-Bersih dan Waspada

News | Jum'at, 06 November 2026 | 14:44 WIB

Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo, Ahrie Sonta Siap Buka-bukaan

Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo, Ahrie Sonta Siap Buka-bukaan

News | Jum'at, 06 November 2026 | 14:43 WIB

×