Belajar Mendidik Si Kaki Empat Bersama Komunitas Pecinta Pitbull

Vania Rossa, Risna Halidi

Sabtu, 19 Januari 2019 | 09:00 WIB
Belajar Mendidik Si Kaki Empat Bersama Komunitas Pecinta Pitbull
Komunitas Pecinta Anjing Pitbull. (Dok. Pribadi)

Suara.com - Anjing jenis Pitbull selalu dicitrakan sebagai anjing besar bergigi tajam. Gambaran tersebut bahkan melekat ke kartu-kartun anak di mana Pitbull selalu dijadikan karakter yang galak. Tapi menurut komunitas pecinta anjing Pitbull, Freeyork Pitbull, anjing ras dari Amerika Serikat tersebut juga memiliki sifat kasih sayang yang sama seperti anjing-anjing lainnya.

"Di komunitas ini kami mengajarkan kepada masyarakat bahwa Pitbull dengan anjing lain tidak ada bedanya, yang beda hanya kekuatan dan mental si anjing saja," kata Jimmy, perwakilan Freeyork Pitbull kepada Suara.com.

Komunitas Freeyork Pitbull sendiri dibentuk sejak 2007 lalu dan telah memiliki puluhan anggota yang berasal dari wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Komunitas Pecinta Anjing Pitbull. (Dok. Pribadi)
Komunitas Pecinta Anjing Pitbull. (Dok. Pribadi)

Kata Jimmy, anggota komunitas rutin membuat acara kumpul-kumpul setiap Sabtu di kawasan Mal Central Park, Jakarta.

Lalu, apa sih yang membuat mereka jatuh cinta dengan anjing berbadan besar dan berotot gempal tersebut?

Kata Jimmy, sama seperti anjing lainnya, Pitbull bisa menjadi sosok peliharaan yang luar biasa setia karena tabiatnya sebagai salah satu ras anjing penjaga.

Anjing Pitbull aslinya penyayang. (Dok. Pribadi)
Anjing Pitbull aslinya penyayang. (Dok. Pribadi)

Maka dari itu, Jimmy menekankan pentingnya pendidikan dan ajaran bagi anjing jenis Pitbull oleh para pemiliknya.

Salah satu bentuk ajaran yang penting adalah membawa anjing bersosialisasi dan bertemu anjing-anjing lain.

Itu juga, kata Jimmy, menjadi alasan mengapa Freeyork Pitbull rutin melakukan pertemuan setiap minggu.

baca juga

"Anjing butuh bersosialisasi dan tempat latihan. Anjing yang minim sosial dan olahraga bisa membuat energinya tidak tersalurkan. Anjing seperti itu biasanya yang disalahgunakan," kata Jimmy lagi.

Anjing Pitbull. (Dok. Pribadi)
Anjing Pitbull. (Dok. Pribadi)

Baik Freeyork Pitbull maupun komunitas pecinta anjing lain mengakui kalau fasilitas taman khusus anjing masih sangat sedikit di Indonesia.

Meski demikian, taman terbuka hijau yang ada sudah cukup menjadi tempat kumpul para pecinta anjing yang ada.

"Taman umum sebenarnya bisa dipergunakan. Tapi karena tempat umum dan bukan dog park, makanya anjing perlu dijaga diikat. Kami ingin menghormati yang lain karena tidak semua orang berani dengan anjing."

Untuk bisa bergabung dengan Freeyork Pitbull, Anda hanya perlu datang langsung ke Mal Central Park, Jakarta Barat setiap Sabtu atau mengikuti kegiatan komunitas yang informasinya bisa diintip di laman Instagram @coffjack16. Tertarik?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Komunitas Beri Saran untuk Perubahan Xpander

Komunitas Beri Saran untuk Perubahan Xpander

Otomotif | Jum'at, 18 Januari 2019 | 13:00 WIB

Tularkan 'Virus' Membaca Bersama Komunitas Pecandu Buku

Tularkan 'Virus' Membaca Bersama Komunitas Pecandu Buku

Lifestyle | Sabtu, 12 Januari 2019 | 09:00 WIB

Asyik, Kini Ada Taman Bermain Khusus Anjing di Jakarta Lho!

Asyik, Kini Ada Taman Bermain Khusus Anjing di Jakarta Lho!

Lifestyle | Minggu, 06 Januari 2019 | 15:28 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×