Bahan Susah Didapat, Dua Kuliner Indonesia Ini Sudah Mulai Hilang

Silfa Humairah Utami, Firsta Nodia

Jum'at, 22 Februari 2019 | 09:30 WIB
Bahan Susah Didapat, Dua Kuliner Indonesia Ini Sudah Mulai Hilang
Chef Ragil Imam Wibowo seorang pengamat kuliner Indonesia dan foodpreneur. (Suara.com/Firsta Putri Nodia)

Suara.com - Bahan Susah Didapat, Dua Kuliner Indonesia Ini Sudah Mulai Punah.

Kuliner Indonesia sangat beragam dengan kekhasannya masing-masing. Namun beberapa jenis kuliner kini sudah mulai punah alias sulit dicari karena berbagai faktor. Beberapa diantaranya adalah Sayur Babanci khas Betawi dan Mie Lethek dari Yogyakarta.

Menurut Chef Ragil Imam Wibowo seorang pengamat kuliner dan foodpreneur, faktor utama yang menyebabkan beberapa kuliner menjadi punah adalah minimnya resep yang dibagikan secara tulisan dari satu generasi ke generasi. Akibatnya, resep asli dari suatu kuliner sulit untuk diteruskan ke generasi berikutnya.

"Bangsa kita jarang menulis resep, seringnya secara lisan. Lalu harus ada yang mendampingi saat memasak untuk tahu caranya. Ini juga sulit. Akibatnya beda generasi yang masak, beda rasanya," ujar Chef Ragil dalam temu media Festival Jajanan Bango 2019 di Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Selain itu, untuk kedua jenis kuliner ini bahan-bahannya sudah mulai susah didapat. Ada beberapa bahan dapur yang hanya ada di satu tempat dan sulit didapat di tempat lain. Padahal bahan rempah merupakan salah satu penentu keaslian sebuah masakan.

"Lalu generasi berikutnya tidak tertarik untuk meneruskan. Jadi itu tantangan bagaimana membuat makanan yang kuno bisa diteruskan lagi sebagai jenis masakan yang tetap sama dan lebih menarik," imbuh dia.

Sayur babanci sendiri merujuk pada gulai dibandingkan sayur. Bahkan tak sedikit yang menyebut menu ini disorientasi nama karena rupa tak mewakili namanya. Namun kelezatan masakan satu ini tak diragukan lagi. Banyak yang mengaitkan masakan ini dengan Lontong Cap Gomeh yang juga melegenda.

"Kalau Mie Lethek sebenernya mie asli Indonesia dibuat dari tepung gaplek dicampur dengan tepung singkong. Kenapa susah dilestarikan karena untuk membuatnya butuh waktu lama. Penjual juga semakin sedikit karena agak kurang sabar untuk menunggu proses itu. Padahal itu sering dicari orang kalau pergi ke Jogja," imbuh Chef Ragil.

Ia mengatakan sebenarnya makanan ini walaupun terdengar kuno masih bisa dilestarikan. Apalagi kuliner termasuk dalam destinasi wisata ketika berlibur ke Indonesia. PR-nya adalah mengemas semenarik mungkin akan diminati oleh generasi muda Indonesia.

"Bagaimana caranya ini bisa dikenal. Kalau tidak berusaha menjual kuliner Indonesia ini maka lama-kelamaan bahan akan hilang. Bahan selalu ada tapi bagaimana permintaanya itu saling mempengaruhi," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Festival Jajanan Bango Kembali Hadir di GBK pada 16-17 Maret 2019

Festival Jajanan Bango Kembali Hadir di GBK pada 16-17 Maret 2019

Lifestyle | Jum'at, 22 Februari 2019 | 08:10 WIB

Kemenpar Tetapkan 5 Makanan Nasional yang Otentik Indonesia

Kemenpar Tetapkan 5 Makanan Nasional yang Otentik Indonesia

Lifestyle | Kamis, 21 Februari 2019 | 08:15 WIB

Kemenpar Serius Tarik Wisatawan Lewat Program Destinasi Kuliner

Kemenpar Serius Tarik Wisatawan Lewat Program Destinasi Kuliner

Lifestyle | Rabu, 20 Februari 2019 | 19:16 WIB

5 Rempah Termahal Sedunia, Harganya Bikin Silau Pembeli

5 Rempah Termahal Sedunia, Harganya Bikin Silau Pembeli

Lifestyle | Senin, 18 Februari 2019 | 12:05 WIB

Terkini

Bisakah Ganti Steak Sapi dengan Salmon Bantu Kurangi Emisi?

Bisakah Ganti Steak Sapi dengan Salmon Bantu Kurangi Emisi?

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 13:36 WIB

Risiko Kesehatan Terbesar bagi Penggemar Piala Dunia 2026 Menurut Ahli

Risiko Kesehatan Terbesar bagi Penggemar Piala Dunia 2026 Menurut Ahli

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 13:26 WIB

12 Link Twibbon Tahun Baru Islam 2026 Gratis, Mudah Diunduh dan Dibagikan

12 Link Twibbon Tahun Baru Islam 2026 Gratis, Mudah Diunduh dan Dibagikan

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 13:14 WIB

Doa Minum Susu 1 Muharram 1448 H dan Kapan Waktu Terbaik Meminumnya?

Doa Minum Susu 1 Muharram 1448 H dan Kapan Waktu Terbaik Meminumnya?

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 13:11 WIB

5 Weton yang Dipercaya Jadi Incaran Sengkolo pada Malam 1 Suro, Waspada Akan Sial

5 Weton yang Dipercaya Jadi Incaran Sengkolo pada Malam 1 Suro, Waspada Akan Sial

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 12:59 WIB

5 Bedak Tabur Non Comedogenic BPOM Terbaik sesuai Review dan Harga

5 Bedak Tabur Non Comedogenic BPOM Terbaik sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 12:36 WIB

Robi Syianturi Sabet Juara 1 Jakim 2026 Meski Sempat Berhenti saat Race untuk Sholat Subuh

Robi Syianturi Sabet Juara 1 Jakim 2026 Meski Sempat Berhenti saat Race untuk Sholat Subuh

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 12:10 WIB

30 Ide Ucapan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah Penuh Doa, Cocok untuk WA dan Medsos

30 Ide Ucapan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah Penuh Doa, Cocok untuk WA dan Medsos

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 12:05 WIB

Apa Itu Sepatu Lari Full Cushion? Ini 3 Rekomendasi Merek Lokal Pilihan Dokter Tirta

Apa Itu Sepatu Lari Full Cushion? Ini 3 Rekomendasi Merek Lokal Pilihan Dokter Tirta

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 11:48 WIB

15 Kata-kata Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 448 H, Cocok untuk Caption dan Story WhatsApp

15 Kata-kata Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 448 H, Cocok untuk Caption dan Story WhatsApp

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 11:43 WIB