Hari Perempuan Internasional, No untuk Tanggapan Tabu Menstruasi

Jum'at, 08 Maret 2019 | 15:30 WIB
Hari Perempuan Internasional, No untuk Tanggapan Tabu Menstruasi
ilustrasi tanggapan tabu menstruasi di Hari Perempuan Internasional. [shutterstock]

Suara.com - Hari Perempuan Internasional, No untuk Tanggapan Tabu Menstruasi.

Perempuan menstruasi masih tabu dibicarakan dan sering kali mendapat diskriminstif di beberapa tempat. Dalam rangka Hari Perempuan Internasional 2019, PBB mengeluarkan seruan keras untuk menghapus anggapan tabu terhadap kesehatan menstruasi.

adakah diantara kamu yang masih merasa sering menerima perlakuan diskriminatif saat menstruasi?

Tujuh pakar hak-hak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan seruan keras untuk menghapus anggapan tabu terhadap kesehatan menstruasi, Selasa (5/3/2019) kemarin. Anggapan tabu ini masih menyerang beberapa perempuan di banyak belahan dunia sehingga perlu ada tindakan nyata untuk mengakhiri diskriminasi yang melemahkan perempuan itu.

''Norma-norma sosial-budaya, stigma, kesalahpahaman, dan tabu yang berbahaya terhadap menstruasi terus menyebabkan pengucilan dan diskriminasi perempuan dan anak perempuan,'' kata pakar hak asasi manusia independen, menjelang Hari Perempuan Internasional, dikutip dari situs resmi un.org, Selasa (5/3/2019).

Para ahli mengatakan, di beberapa negara, wanita yang sedang mengalami menstruasi selalu dianggap 'terkontaminasi dan tidak murni' dan sering dibatasi serta dilarang untuk melakukan kegiatan tertentu, seperti menyentuh air atau memasak, menghadiri upacara keagamaan dan budaya, atau kegiatan masyarakat lainnya.

Perempuan yang sedang haid bahkan ada yang dibuang ke sebuah tempat terbuka atas nama adat. Para wanita yang menjadi korban pun menderita kedinginan dan isolasi yang sering kali menyebabkan risiko penyakit serta serangan mengancam jiwa.

Situs resmi PBB menuliskan, banyak perempuan tak mempunyai privasi untuk membersihkan diri, akses ke toilet yang aman dan bersih, atau bahkan fasilitas sanitasi yang terpisah di tempat kerja, di ruang kelas, atau di lembaga publik lainnya.

Selain itu, produk-produk sanitasi yang higienis seringkali terlalu mahal, bahkan tidak bisa digunakan banyak perempuan, terutama yang hidup dalam kemiskinan dan situasi krisis. Kebijakan negara pun jarang yang mengatasi masalah ini.

Baca Juga: Disambut Takbir Allahuakbar ke Persis, Prabowo Nongol dari Sunroof Mobil

''Stigma seputar menstruasi mempunyai dampak kesehatan yang signifikan pada kesehatan perempuan dan anak perempuan,'' tegas para ahli.

Mereka juga menunjukkan bahwa masalah serius terkait menstruasi sering diabaikan. Alasannya, perlu beberapa tahun untuk mendiagnosis endometriosis dan dismenore, gangguan nyeri yang bisa memengaruhi kesuburan.

Akibat stigma dan kurangnya pendidikan seksual, pengetahuan soal menstruasi pun masih terbatas.

Di samping itu, beberapa negara juga masih menilai jika seorang perempuan sudah memasuki siklus pertama menstruasi, berarti dia sudah siap menikah. Perspektif ini menyebabkan peningkatan pada risiko kehamilan remaja dan membatasi pendidikan serta peluang kerja anak perempuan.

Para ahli menyatakan, ''Perubahan global dalam budaya dibutuhkan untuk menghormati menstruasi, mengakuinya sebagai masalah hak asasi manusia, dan menghapus diskriminasi, rasa malu, serta stigma yang terlalu sering melekat pada kesehatan menstruasi.'' Selamat Hari Perempuan Internasional untuk semua perempuan di mana pun berada.  (HiMedik.com/Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI