Diamputasi Sejak Usia 8 Tahun, Perempuan Ini Bagikan Pesan Inspiratif

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Rabu, 20 Maret 2019 | 13:55 WIB
Diamputasi Sejak Usia 8 Tahun, Perempuan Ini Bagikan Pesan Inspiratif
Rebecca Legon, diamputasi sejak usia 8 tahun. (Metro/Lisa Moore)

Suara.com - Seorang perempuan bernama Rebecca Legon lahir dengan kelainan bentuk kaki yang langka, yang menyebabkan lututnya tumbuh keluar dari pinggulnya. Supaya bisa dipasangi prostetik, kakinya harus diamputasi ketika usianya baru 8 tahun. Karena malu dan rendah diri, ia pun berusaha menyembunyikan kaki palsunya selama bertahun-tahun.

Sekarang, perempuan ini berprofesi sebagai seorang model dan membagikan kisahnya di Instagram untuk menginspirasi orang yang diamputasi untuk mencintai tubuh mereka.

"Saya masih ingat rasa sakit yang saya alami melihat kaki atau jari kaki yang tidak lagi menjadi bagian dari tubuh saya. Saya selalu tahu bahwa saya berbeda. Saya tidak mengenal orang cacat lainnya, atau bahkan menganggap diri saya cacat," kata Rebecca kepada Metro.co.uk.

Rebecca mengatakan dirinya sangat sedih untuk mengingat kembali masa remajanya dan usia dua puluhan, karena ia tidak bisa menerima tubuhnya. Ia mengenakan pakaian longgar untuk menyembunyikan kaki palsu dan membenci tubuhnya, yang akhirnya memicu masalah dengan alkohol.

"Minum membuat saya percaya diri untuk tidak terganggu ketika orang-orang melihat saya. Saya sangat sadar diri dan sangat takut jika mendapat pertanyaan 'kenapa dengan kakimu?'" ungkap dia.

Pemulihan dari kecanduan alkohol sebagian besar berasal dari penerimaan. Rebecca harus merangkul tubuhnya dan menyadari apa yang membuatnya berbeda, dan bekerja melawan rasa malu dan benci diri sendiri yang telah dia perjuangkan hampir sepanjang hidupnya.

Di tahun 2008, ia ikut serta dalam Missing Top Model Inggris, sebuah reality show untuk perempuan disabilitas yang dirancang untuk membuat dunia mode lebih inklusif. Melalui acara ini, orang-orang diajak untu melihat para penyandang cacat dengan bangga menjalani hidup mereka, dan hal ini memberi Rebecca dorongan yang dia butuhkan untuk melakukan hal yang sama.

"Saya berharap bahwa dengan menunjukkan diri saya, (saya akan) menginspirasi orang lain dan menunjukkan bahwa tidak apa-apa untuk berbeda," kata Rebecca.

"Ini adalah perjalanan yang sulit, tetapi dari pengalaman pribadi saya, setelah Anda menerima diri sendiri dan ketidaksempurnaan Anda, Anda bisa benar-benar bahagia," lanjut perempuan 38 tahun ini.

baca juga

Sekarang Rebecca juga bekerja sebagai wirausahawan dalam desain kreatif serta menjadi PR dan manajemen dalam sebuah acara. Dia menolak untuk membiarkan orang yang diamputasi menahan diri dari melakukan apa pun yang diinginkannya, dan secara teratur menantang dirinya untuk mencoba jenis olahraga baru untuk memastikan dia berada di puncak fisiknya.

"Saya berolahraga setiap hari dan berjalan 5 km hampir setiap hari dengan Vizsla Ralph Hongaria saya di hutan Ashdown," kisah Rebecca.

Di mana, dia juga memberitahu bahwa tempat itu adalah tempat yang membahagiakannya, tempat spiritual yang membuatnya jauh lebih baik.

"Saya juga suka bermain ski, berenang, menunggang kuda, dan bersepeda - tentu saja menjadi seorang ibu juga berolahraga, berlarian menjaga bayi saya! Saya telah diamputasi sepanjang hidup saya dan telah memakai kaki palsu sejak saya berusia dua tahun, jadi saya tidak tahu bedanya," ungkap dia.

Rebecca memastikan untuk berbagi kisah hidupnya di Instagram untuk meningkatkan visibilitas orang yang diamputasi, berharap bahwa ia akan dapat membantu orang lain yang berjuang dengan citra tubuh dan kepercayaan diri yang rendah.

"Saya merasa malu dengan ketidakmampuan saya, yang secara mental adalah waktu yang sunyi dan terpencil. Namun, saya masih memiliki kemauan keras dan tekad dan ketika saya diberi tahu bahwa saya tidak dapat melakukan hal-hal tertentu, saya akan mencoba membuktikan bahwa semua orang salah," ucap diam.

Sekarang, setelah pertempuran kepercayaan yang ia alami, Rebecca dapat dengan senang hati mengatakan bahwa dia akhirnya menerima kelainan bentuk tubuhnya yang sebenarnya, meski ini merupakan perjalanan yang panjang dan sulit.

"Saya selalu memiliki hasrat yang mendalam untuk melakukan sesuatu yang positif dalam hidup saya, dan untuk membantu orang-orang dalam situasi yang sama, tetapi sampai saat ini kepercayaan diri saya telah menghentikan saya. Saya berharap bahwa melalui hidup saya, saya dapat membantu orang lain untuk menerima diri mereka apa adanya," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nyaris Mati karena Infeksi Langka, Buddy Rela Kehilangan Tangan dan Kaki

Nyaris Mati karena Infeksi Langka, Buddy Rela Kehilangan Tangan dan Kaki

Health | Rabu, 13 Maret 2019 | 08:06 WIB

Cari Desainer, Wanita Ini Ingin Buat Tas dari Kulit Kakinya yang Diamputasi

Cari Desainer, Wanita Ini Ingin Buat Tas dari Kulit Kakinya yang Diamputasi

Health | Rabu, 20 Februari 2019 | 16:18 WIB

Gara-gara Manicure, Jari Wanita Ini Alami Infeksi hingga Diamputasi

Gara-gara Manicure, Jari Wanita Ini Alami Infeksi hingga Diamputasi

Health | Selasa, 12 Februari 2019 | 19:25 WIB

Terkini

Macet 12 Km di Ketapang Berlarut-larut! Pemerintah Diminta Rombak Total Sistem Penyeberangan

Macet 12 Km di Ketapang Berlarut-larut! Pemerintah Diminta Rombak Total Sistem Penyeberangan

News | Selasa, 29 September 2026 | 21:35 WIB

Video Remaja Acungkan Celurit di Underpass Joglo Viral, Polisi Amankan Dua Pelajar

Video Remaja Acungkan Celurit di Underpass Joglo Viral, Polisi Amankan Dua Pelajar

Jawa Tengah | Selasa, 29 September 2026 | 21:35 WIB

Pay 1, Get 2: Satu Meja, Tiga Selera Family Dining di Kuningan Jakarta

Pay 1, Get 2: Satu Meja, Tiga Selera Family Dining di Kuningan Jakarta

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 21:29 WIB

Promo Eksklusif Tiket.com & BRI: Liburan Domestik dan Internasional

Promo Eksklusif Tiket.com & BRI: Liburan Domestik dan Internasional

Bri | Selasa, 29 September 2026 | 21:25 WIB

Diintai 2 Bulan, Detik-detik Pembunuhan Wakil Rektor ITB Indonesia di Tangan Kuli Bangunan

Diintai 2 Bulan, Detik-detik Pembunuhan Wakil Rektor ITB Indonesia di Tangan Kuli Bangunan

News | Selasa, 29 September 2026 | 21:21 WIB

Mayat Terbungkus Karung di Kolong Jembatan Tol Bocimi, Diduga Korban Pembunuhan

Mayat Terbungkus Karung di Kolong Jembatan Tol Bocimi, Diduga Korban Pembunuhan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 21:19 WIB

NUVO Family Hadirkan DeoCare Series, Deo Care dan Skin Care dalam Satu Rutinitas Mandi

NUVO Family Hadirkan DeoCare Series, Deo Care dan Skin Care dalam Satu Rutinitas Mandi

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 21:17 WIB

Punya Akses Keuangan Belum Tentu Finansial Sehat, Ini Tantangan UMKM Perempuan

Punya Akses Keuangan Belum Tentu Finansial Sehat, Ini Tantangan UMKM Perempuan

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 21:16 WIB

Diperiksa di Polda 9 Jam Soal Laporan Faizal Assegaf, Jubir KPK Dicecar 50 Pertanyaan!

Diperiksa di Polda 9 Jam Soal Laporan Faizal Assegaf, Jubir KPK Dicecar 50 Pertanyaan!

News | Selasa, 29 September 2026 | 21:12 WIB

Tak Cuma Dicopot, Bappisus Ancam Bawa Pengelola Sel Mewah Lapas Cibinong ke Ranah Pidana

Tak Cuma Dicopot, Bappisus Ancam Bawa Pengelola Sel Mewah Lapas Cibinong ke Ranah Pidana

Bogor | Selasa, 29 September 2026 | 21:11 WIB

×