Terima Kenyataan Ketidaksuburan Pasangan dengan Lakukan Hal Ini

Silfa Humairah Utami | Dinda Rachmawati
Terima Kenyataan Ketidaksuburan Pasangan dengan Lakukan Hal Ini
Ilustrasi menerima ketidaksuburan pasangan. (Shutterstock)

Lakukan hal ini saat tahu ketidaksuburan pada pasangan.

Suara.com - Terima Kenyataan Ketidaksuburan Pasangan dengan Lakukan Hal Ini. 

Menghadapi kenyataan tak bisa mengandung dan melahirkan anak, atau sulit, maupun harus menunggu lama memiliki seorang bayi, adalah hal yang berat bagi banyak pasangan.

Mungkin, mereka harus menerima banyak pertanyaan mengenai hal ini. Jika Anda dan pasangan sedang menghadapi hal tersebut, sebenarnya ada banyak cara yang bisa membuat Anda bertahan dan melewati cobaan yang begitu sulit ini bersama.

Berikut adalah beberapa tips yang tidak hanya membantu Anda dan pasangan bertahan dengan infertilitas, tetapi juga memperkuat pernikahan, yang dilansir Motherly.

1. Jangan saling menyalahkan

Bahkan jika masalah utamanya adalah sperma yang berenang lambat atau PCOS, jangan saling menunjuk atau menyalahkan. Hal ini tidak akan memiliki hasil yang positif. Siapapun yang memiliki masalah infertilitas juga jangan pernah merasa bersalah atau bertanggungjawab atas ketidakmampuan memiliki anak. Saling menyalahkan akan membuat kondisi lebih buruk, masalah harga diri dan membuat Anda semakin stres secara emosional.

2. Saling mendukung

Saat mencoba untuk hamil, Anda dan pasangan mungkin mengalami kekecewaan dalam setiap usaha yang dilakukan, bulan demi bulan, tahun demi tahun yang dapat melemahkan harapan pasangan yang ingin memiliki anak.

Emosi selama masa-masa ini bisa berubah dari kesedihan ke kemarahan ke keraguan untuk berharap. Dengan menjadi pasangan yang saling mendukung, Anda dan pasangan bisa menjadi seseorang yang berbeda dan menyikapi segalanya lebih positif.

3. Diskusikan opsi dengan jujur

Saat mempertimbangkan perawatan kesuburan, jelas pihak penting pertama yang menimbang (di samping Anda dan pasangan) haruslah spesialis kesuburan. Setelah tes, dokter akan meninjau opsi perawatan, proses, dan biaya. Sebagai pasangan, tinjau opsi dan lakukan diskusi dengan terbuka. Baik masalahnya ada pada Anda maupun pasangan.

4. Pahami dan hormati perasaan dan pendapat pasangan Anda

Perasaan dan pendapat yang berbeda juga mungkin akan menyertai dalam madalah infertilitas. Bahkan jika pasangan Anda menyatakan keinginan yang sama untuk terus maju dengan perawatan kesuburan, ia mungkin tidak setuju tentang pembiayaan, waktu, atau prioritas perawatan atas tujuan hidup lainnya.

Bicarakan tentang perasaan dan pendapat Anda, dan cobalah untuk memahami sudut pandang pasangan Anda.

5. Buat rencana, dan bekerja bersama

Membuat rencana bisa membantu memandu keputusan individu dan kolektif menuju tujuan Anda. Jika Anda memutuskan untuk mengejar perawatan kesuburan sebagai prioritas, tetapi tetap merokok atau pasangan Anda membeli barang mahal dengan uang yang sudah ditabung untuk perawatan kesuburan, Anda kemungkinan tidak akan mendekati kesuksesan.

6. Kembangkan rasa humor

Rasa humor adalah alat bertahan hidup yang penting untuk tantangan dan tekanan pengobatan infertilitas. Anda bisa mengatasinya dengan membuat lelucon tentang diri Anda dan situasi yang sedang Anda alami.

7. Cobalah untuk tetap romantis

Infertilitas adalah pembunuh suasana hati. Seks bisa menjadi aktivitas yang harus dilakukan seperti tugas, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan. Cobalah untuk tetap romantis dengan cara apa pun yang Anda bisa.

Coba lakukan hal di atas untuk tetap saling menguatkan saat tahu kenyataan ketidaksuburan pada pasangan. 

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS